
Kami berkeliling di taman sekitar 30 menit. Setelah itu ayah dan kakak mengantarku kembali ke mansion ku. Saat kami sampai disana dapat kulihat yunyi dan kakak pelayanku berdiri depan pintu dan agak menunduk hormat saat melihat ayah dan kakak mengantarku.
"Salam Tuan Archduke, salam tuan muda" ucap Yunyi dan para kakak pelayan. Ayah hanya memberikan anggukan kepada salam mereka dan melihat keadaan mansion ku. Aku menunggu Ayahku ini menurukan ku karna sampai saat ini ia masih menggendongku
"Kenapa tempat ini jelek sekali, putri seorang Count saja tidam tinggal di tempat yang seburuk ini" dapat kulihat wajah buruk ayah menatap para pelayan
"Panggil kepala pelayan" tiba-tiba kakak yang sejak tadi diam juga ikut bersuara
"Saya kepala pelayan tuan muda" Yunyi menunduk hormat ke arah kakak
"bukankah aku setiap tahun mengirim dana kesini. Kenapa tidak ada renovasi sama sekali?" aura dingin ayah terasa menusuk
"Hormat tuan archduke, sejak nona Yuna pindah kesini kami tidak pernah menerima biaya renovasi. Bahkan untuk biaya konsumsi dapur pun setiap tahun semakin berkurang. Saya telah melaporkan hal ini sebelumnya tapi mereka hanya mengatakan bahwa tuan sendiri yang menyuruh mereka memotong anggaran mansion ini"
Aku mendengar ini cukup terkejut. Ternyata kehidupan kaya yang ku pikirkan selama ini lebih buruk daripada putri keluarga Count. Dan ayahku ini ternyata tidak seburuk itu.
"Besok pindahlah ke mansion emerald" setelah mengatakan ini ayah akhirnya menurunkanku. Tanpa mengatakan apa-apa lagi ayah dan kakak pergi meninggalkan mansionku.
"Ayah, kakak, hati-hati dijalan" ucapku dengan sedikit teriakan.
Keesokan harinya dapat kulihat para pelayan sedang membereskan barang-barang yang sering kugunakan karena kami akan pindah ke mansion yang kemarin ayah sebutkan. Dan pagi tadi aku mendengar jika semalam ayah dan kakak menangkap semua yang terlibat dalam pengurusan dana mansion ku. Ternyata selama ini mereka mengambil uang dari kediamanku.
"Selamat pagi nona Yuna" Yuzhu menyapaku sambil sedikit membungkuk hormat
"Selamat pagi Yuzhu, kau kesini untuk menjemputku?"
"Tidak nona, saya diperintahkan kesini untuk menjadi pengawal pribadi nona" mendengar ini aku pun terkejut, karena yang ku tahu Yuzhu merupakan pengawal pribadi ayah
"Terus siapa yang menjaga ayah?"
"Tuan Archduke adalah orang yang kuat, tidak ada yang bisa mencelakainya"
"Kalau begitu mohon bantuannya Yuzhu"
"Dengan senang hati nona"
Aku, Yunyi, Yuzhu dan kakak pelayan akhirnya berjalan menuju kediaman baruku, semua barang-barangku telah berada di cincin dimensi, cincin dimensi adalah alat sihir ruang dan waktu. Katanya alat sihir ini di ciptakan oleh ibu saat masih di akademi. Alat ini memudahkan kita untuk bepergian karena sebanyak apapun barang-barangmu selama kau memiliki cukup mana sihir kau dapat membuat banyak ruang di cincin dimensi.
saat sampai disana akhirnya aku mengerti kenapa tempat ku tinggal sebelumnya di bilang jelek oleh ayah. Daripada disebut mansion ini lebih mirip istana yang sangat berkilau dan ukurannya pun sangat luas, ada taman yang 2 kali lebih indah dari taman di mansionku dulu, pintunya pun terlihat sangat mewah dengan hiasan permata, Furniture yang terbuat dari emas dan perak dan ada beberapa lukisan yang sangat indah menghiasi dinding istana ini. Aku berpikir jika aku menjual semua perabotan ini apakah aku akan menjadi orang terkaya di dunia ku sebelumnya.
Saat sedang asyik berkeliling melihat indahnya mansion baruku ini aku melihat sebuah danau yang sangat indah. Aku berjalan ke sana dan melihat di pinggir danau itu ada sebuah pohon yang sangat cantik. Pohon itu memiliki batang berwarna perak dan memiliki daun berwarna putih. Saat aku menyentuh pohon itu aku merasakan hawa dingin yang menyejukkan hingga akhirnya aku memeluk pohon itu
"Akhirnya anda datang tuanku" aku tiba-tiba mendengar ada orang yang berbicara tapi tidak melihat siapapun disana. Tak lama kemudian pohon cantik yang kupeluk tadi berubah menjadi seekor rubah berwarna putih seperti salju dan memiliki 9 ekor. Aku terkejut saat melihat itu dan ingin melarikan diri
"Salam tuan" Kulihat rubah cantik itu membungkuk di hadapanku
"Tuan? Maksudmu aku?" tanyaku sambil menunjuk diriku
"Iya benar, saya dapat merasakan dari jiwa anda bahwa anda adalah tuan saya" aku yang mendengar ini cukup terkejut. Karena yang pasti jiwa ku ini bukan jiwa dari dunia novel ini, aku jiwa dari dunia nyata yang bahkan sihir pun tidak ada disana
"Saya adalah Beast suci yang terjalin kontrak dengan jiwa tuan. Dikehidupan ini saya belum memiliki nama. Silahkan tuan memberikan saya nama dan menjalin kontrak baru dengan saya" Aku semakin terkejut mendengar ini.
Di cerita Asli, Yuna memang sangat berbakat dalam sihir dan lain-lain, tetapi dia tak memiliki Beast apalagi ini adalah Beast suci. Diceritakan yang memiliki Beast suci hanyalah putra mahkota kerajaan ini, kakak dari protagonis pria. Beast suci nya bahkan hanya muncul sekali dalam novel itu saat membantu protagonis pria menolong Yuna yang saat itu diculik oleh antagonis. Apakah karena Yuna asli tidak pernah tinggal di mansion ini sehingga ia sebelumnya tidak dapat bertemu dengat Beast suci ini.
"Tuan?" aku yang masih berpikir tersadar saat mendengar Beast suci ini memanggilku.
"Kau serius tidak salah orang?"
"Tidak tuan, kontrak dengan Beast hanya bisa di lakukan sekali. Bahkan jika pemilik ku sebelumnya mati aku akan mengikuti jiwa nya saat berenkarnasi. Dan aku bisa merasakan bahwa tuan adalah pemilikku walaupun aku tidak terlalu mengingatnya"
"Kalau begitu apakah aku hanya perlu memberimu nama untuk mengikat kontrak?"
"Sebenarnya kontrak harus di perbarui lagi. Tapi untuk saat ini tuan bisa memberiku nama terlebih dahulu"
"Oke baiklah. Karena bulu mu sangat cantik seperti salju putih aku akan memberimu nama Yukii"
"Dengan senang hati hamba menerima nama pemberian tuan"
"Yukii, apakah kau bisa berubah wujud? Penampilanmu terlalu menarik perhatian"
"Bisa tuan" Yukii mulai berubah menjadi kelinci kecil berwarna putih. Setelah itu aku menggendong Yuki dan membawanya kembali. Saat melihatku Yunyi berjalan kearahku
"Nona Yuna, anda darimana saja, saya mencari anda sejak tadi, anda bahkan meninggalkan pengawal anda" ucap Yunyi dengan raut wajah yang sangat khawatir
"Maaf Yunyi, tadi aku melihat kalian semua sibuk, jadi aku berjalan-jalan sendiri. Dan dibelakang sana aku melihat danau yang sangat cantik, aku berjalan kesana dan menemukan kelinci imut ini" aku memperlihatkan Yukii kepada Yunyi. Yunyi yang melihat Yukii dapat mengetahui bahwa ini bukan hewan biasa melainkan seekor Beast. Tapi Yunyi tidak mengetahui jika ini Beast Suci.
"Bolehkan aku merawatnya?" tanyaku kepada Yunyi dengan memperlihatkan muka imutku
"Tapi nona, hewan ini bukan kelinci biasa, dia adalah Beast" jawab Yunyi berusaha memberikanku penjelasan
"Beast? Apa itu" tanyaku berpura-pura tak tahu
"Beast adalah hewan yang memiliki pikirannya sendiri seperti manusia, dia dapat membuat kontrak dengan kita dan akan melindungi kita sampai jiwa kita menghilang. Untuk membuat kontrak dengan Beast kita harus mendapatkan persetujuan dari 2 pihak yang terlibat, karena ini kontrak hidup dan mati"
"Jadi kelinci cantik, apakah kau ingin menerima aku menjadi tuanmu?" tanyaku kepada Yukii yang dibalas dengan anggukan oleh Yuki. Yunyi yang melihat ini hanya menghela nafas kasar, karena ia tahu jika dia menolaknya aku akan menangis keras. Akhirnya Yunyi mengambil buku dan menuliskan simbol sihir.
"Nona, jika anda serius, anda dapat menempelkan tangan anda dan kelinci itu di atas kertas ini" aku dan Yukii menempelkan tangan kami. Tak lama kertas dan mantra sihir itu menghilang. Dan aku dapat merasakan perasaanku terjalin dengan Yukii.
"Wow.. sihir memang luar biasa. Aku merasa seperti terjalin dengan Yukii"
"Kita memang terjalin tuan" aku terkejut mendengar suara Yukii di kepalaku.
"Jangan heran tuan, inilah yang terjadi jika kita membuat kontrak. Anda dan saya dapat berkomunikasi dengan cara ini"
"wow luar biasa"
Yunyi tersenyum karena melihat aku tertawa bahagia saat bermain dengan Beast ku. Akupun mengucapkan terima kasih kepada Yunyi dan meminta Yuzhu untuk mengantarkan ku menuju kakak dan ayahku untuk memamerkan Beast ku. Walaupun aku tahu tak akan ada respon yang luar biasa dari mereka, tapi aku tetap ingin memamerkannya, karena menurut cerita asli cukup jarang Beast yang ingin membuat kontrak dengan manusia karena beberapa dari mereka memiliki harga diri yang tinggi. Jadi tak bisa kubayangkan jika orang-orang tau aku memiliki Beast suci. Yang kuingat putra mahkota juga merahasiakan Beast suci nya yang merupakan Harimau hitam yang memiliki corak emas dilehernya, tapi disamarkan menjadi kucing hitam kecil.