
Hari ini adalah hari pertama aku mengikuti pelajaran di Akademi. Dan sampai sekarang ini aku belum bertemu dengan kak Arthur, ia bahkan tidak mencariku padahal ini sudah 2 hari sejak aku datang ke akademi.
"Yunyi, apa kak Art tidak merindukanku? Aku sudah datang dari kemarin, ia bahkan tak mencariku" tanyaku kepada Yunyi yang sedang membantu merapikan rambutku.
"Mungkin tuan muda sedang sibuk nona. Nona sendiri tahu bahwa tuan muda sangat menyayangi nona" Aku hanya menunduk mendengar perkataan Yunyi, aku kurang semangat hari ini, padahal ini adalah hari yang telah kutunggu-tunggu sejak umur 5 tahun saat aku mengetahui aku masuk ke dunia novel.
"Huhh.. jika kak Art menyayangiku mengapa dia belum menunjukkan batang hidungnya. Awas saja kalau ketemu nanti. Aku tak akan mau berbicara dengannya"
Setelah Yunyi selesai menata rambutku, aku berangkat menuju ke kelas. Aku berangkat didampingi oleh Yuzhu dan menggendong Yukii bersamaku, karena memang para siswa dibolehkan untuk membawa Beast mereka saat kegiatan belajar. Butuh waktu 5 menit untukku berjalan dari asrama menuju kelasku.
"Nona Yuna, saya akan menunggu nona disini. Nona dapat memanggil saya jika ada yang nona perlukan atau jika ada yang mengganggu nona" Ucap Yuzhu kepadaku, para pengawal hanya diperbolehkan menunggu di depan pintu kelas, karena jika ikut masuk ke dalam takutnya akan mengganggu konsentrasi para siswa yang sedang belajar.
"Baik Yuzhu, kalau begitu aku masuk dulu" ucapku kepada Yuzhu sambil tersenyum. Disana dapat kulihat beberapa pengawal yang juga mengawasi tuan mereka
"sekarang aku mengerti mengapa pengawal hanya boleh sampai depan pintu saja. lihatlah wajah mereka yang sangat mengintimidasi. Aku juga jika diperhatikan oleh orang-orang seperti ini mungkin tak akan fokus di kelas" Pikirku sambil melihat para pengawal yang tengah berdiri tegak seperti pasukan tentara di dunia ku sebelumnya. Aku membuka pintu dan memasuki kelas, dapat kulihat bahwa teman-teman kelasku sudah datang semua. Bahkan dapat kulihat Lyra dan pangeran Alan telah berada dikelas. Lyra tersenyum kepadaku saat mata kami bertemu.
"Akhirnya Nona Yuna datang juga, aku sangat bersyukur karena sekelas dengannya"
"yah aku juga, lihatlah kecantikannya itu. Sungguh tak masuk akal!!"
"Ya benar, apalagi warna rambutnya, rambut yang hanya dimiliki keturunan Archduke dan itu sangatlah indah seperti langit malam"
"saat aku melihat nona Yuna kemarin aku semakin kagum padanya, ia bahkan memiliki mana sihir tertinggi di angkatan kita dan juga memiliki Raja Roh angin."
"Yah aku juga, dan lihatlah, sekarang ia bahkan memiliki Beast. Seekor Beast yang sangat cantik"
"Dia juga sangat baik kepada rakyat biasa seperti kami, seringkali dia memberikan bantuan kepada daerah rakyat miskin"
"Kudengar dia juga sangat disayang oleh Tuan Archduke dan Tuan muda Arthur"
Dapat kudengar semua ocehan teman sekelasku saat aku memasuki kelas. Aku berjalan menuju kursi yang telah disiapkan. Urutan kursi bahkan telah diatur oleh pihak akademi. Aku yang mendapatkan nilai tertinggi saat ujian masuk duduk di barisan paling depan, bersama Lyra dan pangeran Alan, dan juga 2 orang lainnya yang mendapat peringkat tinggi saat ujian masuk dan memiliki Mana sihir yang tinggi. Siswa dikelasku ada yang mendapat peringkat yang tak terlalu tinggi saat ujian masuk, tetapi saat tes mana sihir dia memiliki mana sihir yang membuatnya bisa masuk dalam kategori kelas khusus S.
Beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi dan seorang guru tiba-tiba muncul di dalam kelas. Kami semua terkejut melihat guru itu tiba-tiba ada di depan kelas
"Apakah itu sihir teleportasi? Ataukah sihir lain. jika bisa aku ingin mempelajarinya. Itu akan sangat berguna untukku yang malas berjalan" Pikirku sambil melihat seorang guru yang sangat cantik dengan rambut yang berwarna hijau yang tengah tersenyum manis didepan kelas.
"Selamat pagi. Perkenalkan aku wali kelas khusus S angkatan tahun ini untuk 5 tahun kedepan. Kalian bisa memanggilku Prof. Hera, kuharap kalian semua bisa menjadi siswa kelas khusus S hingga 5 tahun kedepan. Seperti yang kalian tahu, jika kalian lalai sedikit saja saat ujian tahunan kalian bisa saja tersingkir dari kelas khusus S. ingatlah bahwa banyak siswa yang ingin masuk ke kelas kalian. Baiklah, untuk kedepannya kuharap kita bisa bersenang-senang di kelas"
"Terima kasih Prof. Hera" jawab kami semua
"Nah, karena ini pertemuan pertama kita, aku ingin mengenal kalian terlebih dahulu, walaupun mungkin ada beberapa dari kalian yang sudah terkenal" ucap Prof. Hera sambil mengeluarkan kertas dan pulpen dari cincin dimensinya. Yang terlihat semacam absensi siswa.
"Jadi dimulai dari peringkat pertama ujian masuk dan yang memiliki mana sihir terbanyak tahun ini. Yuna silahkan berdiri" Prof. Hera melihatku sambil tersenyum. Aku pun berdiri
"Terima kasih Prof. Hera, Perkenalkan namaku Yuna de Windford. Aku akan senang jika kalian semua memanggilku Yuna tanpa tambahan Nona atau Lady, karena kita semua teman kelas saat ini. Dan yang seperti kalian tahu aku memiliki elemen Angin dan memiliki kontrak dengan Raja roh angin. Sylvie muncullah"
Aku memanggil Sylvie dan memperkenalkan Sylvie kepada mereka, tujuan awalku adalah membuat semua orang menyukai ku. Tidak membuat mereka iri dan berteman baik dengan seluruh kelas.
"Ini adalah Sylvie, Roh angin yang memiliki kontrak denganku sejak 2 tahun lalu. Dan ini Yukii Beast yang juga memiliki kontrak denganku saat berumur 5 tahun. Kurasa hanya itu saja, kuharap kita semua dapat berteman dengan baik" ucapku sambil menunduk hormat kearah teman sekelasku dan tak lupa diakhiri dengan senyum manis. Setelah itu seluruh kelas bertepuk tangan
"Baiklah Yuna terima kasih atas perkenalannya dan terima kasih telah memperlihatkan Roh Anginmu. Beast mu juga sangat cantik. Terakhir kali aku melihat orang memiliki Beast dan Roh Elemen itu adalah 3 tahun lalu. Itu adalah Putra Mahkota." Ucap Prof. Hera dan mempersilahkan Pangeran alan untuk memperkenalkan diri.
Di dalam kelasku ada 10 orang siswa termasuk aku, Alan, Lyra. Ada 7 bangsawan dan 3 rakyat biasa. Dan ini agak berbeda dengan cerita aslinya dimana yang ku ingat kelas Yuna di cerita asli memiliki 4 rakyat biasa dan 6 bangsawan. Ada 1 bangsawan yang bernama Felix De Greenwich, yang berada di urutan ke 4 dikelas ini. Dia memiliki elemen tumbuhan. dia adalah tokoh yang tak pernah muncul di novel. Orang tuanya adalah Bangsawan yang berpangkat Count. Dan dapat kurasa bahwa orang ini beberapa kali memperhatikanku secara diam-diam. Aku menyuruh Sylvie untuk mengawasi sihir elemen orang ini apakah sama seperti aku yang merahasiakan elemen atau memang hanya memiliki elemen tumbuhan.
"Yuna, orang itu memang hanya memiliki elemen tumbuhan, tapi aku merasakan sesuatu yang asing dalam dirinya. Cukup berbahaya untuk dekat dengannya karena aku tak tahu apa yang aneh dalam dirinya. Kuharap kau menjauh darinya sampai aku dapat tahu apa sesuatu yang mengganggu ku itu" Ucap Sylvie didalam pikiranku. Akupun mengangguk dan mengikuti saran Sylvie untuk menjauhi Felix.