I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
12 | Bertemu lagi



Sesi perkenalan dengan Prof. Hera selaku wali kelas kami telah selesai, Prof. Hera adalah guru yang mengajarkan Sihir penyerangan dari masing-masing elemen. Bel pergantian jam berbunyi dan digantikan oleh pelajaran Ramuan sihir. Prof. Hera sekali lagi menggunakan sihirnya yang terlihat seperti teleportasi itu. Aku sudah menanyakan sihir macam apa yang digunakan Prof. Hera, dan dia menjawab bahwa sihir itu adalah sihir yang mirip dengan sihir portal lebih tepatnya sihir yang memperpendek jarak. Syaratnya kita hanya bisa berpindah ke tempat yang pernah di datangi, jika tidak pernah kesana kita tak dapat berpindah secara cepat.


"Ahh.. aku lupa menanyakan apakah semua elemen sihir bisa menggunakan sihir itu"


Saat aku sedang melamun, ada guru lain yang datang secara tiba-tiba sama seperti Prof. Hera, tapi sekarang aku dan lainnya tidak terlalu terkejut. Kali ini adalah guru laki-laki dengan rambut berwarna coklat yang agak gelap. Saat datang guru itu langsung melihatku dengan tatapan permusuhan. Aku mengabaikannya dan menunduk membaca buku-buku yang diberikan oleh Prof. Hera tadi.


"Baik, Aku adalah Prof. James. Ada 2 hal yang sangat kubenci. Yang pertama adalah terlambat. Kalian harus berada di kelas sebelum aku masuk ke kelas ini, dan yang kedua, ketika aku berbicara kalian semua harus memperhatikan dan tidak sibuk dengan dunia kalian sendiri" Prof. James berdiri di depanku dan mengambil buku yang sedang kubaca.


"Kurasa kau cukup berani di hari pertamamu. Jangan karena kau memiliki ujian tertinggi dan anak Archduke, kau mengabaikan kelasku. Jika kau sangat pintar, apakah kau tau cara membuat ramuan penyembuh? Atau apakah kau tahu cara membuat ramuan penghilang kutukan?" Prof. James masih berada di depanku saat menanyaiku.


"aku tak tahu Profesor." Jawabku saat ditanya.


"Nah, kalian semua dengar, anak yang katanya hebat ini bahkan tak bisa menjawab pertanyaan mudah. Inilah mengapa aku menyuruh kalian untuk mematuhi 2 aturanku, dan ingat bahwa pelajaran Ramuan Sihir tidak akan mengadakan ujian perbaikan, jika nilai akhir kalian buruk maka itulah hasil kalian. Apakah kalian paham?"


"Paham Prof. James" Jawab seluruh kelas. Aku merasa Prof. James ini sengaja mempermalukanku. Ilmu Ramuan hanya bisa di pelajari di akademi tentu saja aku tak akan tahu jawaban dari pertanyaannya. Ini bahkan pertemuan pertama kita sehingga aku tak tahu 2 aturannya itu. Andai saja di cerita asli para Profesor juga di jelaskan, maka aku tak akan kena begini. Di novel "WithYou" guru yang diceritakan hanyalah Prof. Ares, kepala akademi olimpus.


Pelajaran ramuan sihir berlangsung sekitar 2 jam, dan dalam 2 jam itu Prof. James hanya menanyaiku. Aku bahkan tak tahu mengapa guru ini bersikap seperti itu hanya kepadaku. Hari ini hanya ada 2 pelajaran jadi setelah kelas Prof. James selesai aku kembali ke asrama ku.


Perasaan ku sangat buruk saat ini. Aku bahkan tidak mengajak Yuzhu berbicara sangat berbeda dengan biasanya. Saat berjalan menuju ke asrama, aku melihat sebuah taman, saat berangkat tadi seingatku tak ada taman disebelah sini, tapi sekarang taman itu muncul dan sangat cantik, bahkan ada beberapa jenis bunga yang tak pernah kulihat, ku putuskan untuk pergi ke taman itu dulu sebelum kembali ke asrama. Lagipula dengan melihat bunga perasaanku akan menjadi lebih baik.


Aku melihat bunga berwarna merah tapi tak tahu nama dari bunga itu, aku baru pertama kali melihatnya. Saat hendak menyentuh bunga itu, tiba-tiba sebuah tangan menangkap tanganku


"Kusarankan jangan menyentuhnya, atau kau akan terkena racun yang lumayan mematikan" aku sangat terkejut saat orang ini tiba-tiba berada disebelahku, setelah memiliki Sylvie aku dapat merasakan hawa keberadaan orang disekitarku tapi orang ini bahkan tak memiliki hawa keberadaan, aku melihat Yuzhu yang sepertinya juga terkejut dan dengan cepat mengarahkan pedangnya ke orang itu. Orang itu melepaskan tanganku dan menghindari pedang Yuzhu.


"Baiklah, baiklah, nona peri aku baru saja menyelamatkan mu bisakah kau menghentikan pengawalmu ini, dia terlihat sangat ingin membunuhku" aku akhirnya dapat berfikir jernih dan melihat orang itu adalah pria di pesta debut kakak. Aku melihatnya sama persis dengan 5 tahun lalu, sikap dan auranya sangat berbeda dengan pria yang beberapa hari lalu kulihat di ruang penelitian. Aku memberikan kode kepada Yuzhu untuk menurunkan pedangnya, dapat kulihat pria itu berjalan ke arahku


"Sudah lama kita tak bertemu nona peri, apakah kau mengingatku" Tanya pria itu sambil tersenyum genit, sangat berbeda dengan pria dengan muka sangat dingin yang kulihat di ruang penelitian, aku bahkan berfikir apakah orang ini memiliki 2 kepribadian.


"Yah, aku tau. Art sudah sering menceritakan bahwa dia adik yang sangat cantik dan pintar. Dan kurasa dia memang benar, kau terlihat lebih cantik dari terakhir kali aku melihatmu. Pasti selama ini banyak pria yang menginginkanmu" pria ini berbicara sambil memainkan rambut hitamku dan menciumnya. Aku melihat Yuzhu yang hampir mengangkat pedangnya lagi tapi aku memberinya isyarat bahwa aku baik-baik saja.


"Apakah kau mengenal kakak?" aku bertanya kepada pria yang masih saja memainkan rambutku, aku mulai risih dan mundur beberapa langkah, namun dia menarik tanganku hingga aku jatuh di pelukannya.


"Aku sekelas dengan Art, dan mungkin aku lah satu-satunya orang yang bertahan menjadi temannya" aku berusaha untuk melepaskan diri dari pria ini, namun nihil ia memelukku dengan sangat erat. Saat aku akan memanggil Sylvie, aku merasakan aura yang sangat mencekam dari belakang ku, dan saat menoleh kebelakang, aku melihat kak Arthur. Ia di kelilingi oleh aura dan tatapannya sangat dingin.


"Rey jika kau tak ingin mati hari ini, sekarang lepaskan adikku. Bahkan jika kau putra mahkota aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu"


"Hahaha.. baiklah Art, jangan marah aku hanya melepas rindu dengan peri ku" Pria ini melepaskan pelukannya sambil tersenyum cerah ke arah kakak. Kak Art menarik tanganku dan kemudian memelukku dan aku membalas pelukannya


"Kak ternyata kau masih ingat bahwa kau memiliki adik, aku sudah 2 hari disini dan kau bahkan tak mencariku" ucapku dengan nada sinis dan kemudian melepaskan pelukanku.


"Maafkan aku, sudah 1 minggu aku meninggalkan akademi karena orang itu" kakak menunjuk orang yang ada dibelakangku dan orang itu hanya tersenyum


"Oh iya, apakah dia putra mahkota?" Aku baru sadar dengan perkataan kakak tadi. Sebelum kakak menjawab, pria itu lebih dulu bersuara


"Ohya, aku belum memperkenalkan diri padamu, perkenalkan nama ku Reykell de Edinburgh. Nona peri bisa memanggilku Rey" pria itu tersenyum amat sangat manis, aku bahkan merasa bisa mimisan melihat senyumannya itu. Di dalam novel, putra mahkota hanya muncul beberapa kali itupun tidak di jelaskan secara spesifik bagaimana penampilannya. Ia hanya disebutkan sebagai orang paling jenius dikerajaan, baik itu berpedang, akademik, ataupun sihir. Sayangnya putra mahkota meninggal saat berperang karena adanya penghianat. Raja yang sangat marah pun memerintahkan duke Heldegard menyelidikinya. Dan disinilah ayah dan kakak akan difitnah. Duke Heldegard mengatakan bahwa kakak yang berperan sebagai pendamping putra mahkota yang telah berhianat. Akibatnya kakak dan ayah dieksekusi, Yuna di bantu oleh pangeran ke 2 sehingga ia tak dieksekusi bersama keluarganya. Aku tak menyangka bahwa orang ini adalah putra mahkota.


"Mohon maaf putra mahkota atas kelancangan saya" aku menunduk hormat kepada Reykell


"Adikku, kau tak perlu menunduk kepada orang gila ini, sekarang lebih baik kita kembali ke kamarmu, aku akan mengantarmu" kakak dan aku berjalan meninggalkan putra mahkota


"Hei Art, bagaimanapun aku adalah putra mahkota dan aku juga temanmu satu-satunya, jika kau membuangku kau tak akan memiliki teman. Dan bisa saja dimasa depan aku akan menjadi adik iparmu, jadi jangan terlalu kejam kepadaku" aku mendengar teriakan Reykell yang ditujukan kepada kakak, dan hanya dibalaskan dengan tatapan mematikan oleh kakak, aku yang melihat ini hanya tertawa, jarang-jarang melihat ada orang yang berani bercanda seperti ini kepada kakak.