
Seminggu berlalu sejak mereka menyelesaikan ujian dan saat ini Lyra sudah mulai pulih. Sedangkan Selly, hingga saat ini ia belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Pihak akademi sudah berusaha untuk menyembuhkan Selly dan luka Selly sudah sembuh tapi mereka tidan tahu apa yang menyebabkan Selly hingga saat ini belum sadar. Tempat penyimpanan mana sihir Selly juga benar-benar hancur karena saat itu jantung nya terluka parah, karena itu saat ini dan seterusnya Selly sudah tidak bisa lagi menggunakan sihir. Akademi juga memberikan kompensasi ke pihak keluarga Selly dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa Selly.
Yuna dan Lyra saat ini menjelaskan alat yang telah mereka identifikasi. Alat yang mereka teliti adalah alat yang digunakan untuk memanipulasi mana dengan cara masuk ke dalam tubuh dan menempel di jantung yang merupakan inti dari terbentuknya mana. Tetapi jika mana yang diterima tubuh terlalu berlebihan dan melebihi dari kapasistas penyimpanan mana maka tubuh tak akan bisa menahannya dan besar kemungkinan akan terjadi ledakan, seperti yang dilihat oleh Arthur dan Reykell saat menemukan alat itu.
"Nah, jadi seperti itu fungsi alat ini, sebelumnya aku juga menemukan bahwa alat ini bisa mendeteksi keberadaan alat yang sejenis dengannya tetapi aku dan Lyra mematikan fungsi itu karena takut alat ini akan terlacak oleh pencipta alat ini. Kita bisa mengaktifkannya jika ingin melacak alat lain tapi kusarankan kita lakukan diluar ruangan rahasia ini"
"Kerja bagus kalian berdua. Selanjutnya Reykell dan Arthur. Apakah kalian berhasil menyusup kembali ke wilayah barat"
"Ya Prof. kami telah menyusup dan tinggal di desa selama 3 hari. Aku dan Art menjadi rakyat biasa. Dan selama 3 hari kami dipaksa untuk membuat alat sihir. Ada 1 orang yang memberi perintah dan mereka adalah kelompok yang berpakaian serba hitam, ada sekitar 30 hingga 40 orang dalam kelompok itu. semua rakyat biasa yang ada disana akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan mereka dipaksa untuk membuat alat sihir. Aku juga melihat jika bangsawan di daerah itu bekerja sama dengan kelompok itu. Aku dan Art bekerja dibagian alat sihir yang tak ku ketahui, kami diarahkan untuk melakukan ini itu, aku telah mencatat struktur alat itu dan kemungkinan alat itu digunakan untuk membuka dimensi iblis. Aku telah membaca beberapa alat sihir kuno di istana kerajaan dan alat yang dibuat di wilayah barat seperti menggabungkan beberapa alat sihir menjadi 1. Seperti alat ini, ini adalah alat terlarang yang pernah diciptakan, alat ini digunakan untuk menyimpan sihir elemen kegelapan dan lihat yang ini, alat ini untuk membuat portal sihir tetapi berbeda dengan portal sihir yang dibuat Ny. Helena skala pembuatan alat sihir ini lebih besar dan struktur pembangkitnya juga berbeda" Reykell menjelaskan sambil memperlihatkan kepada mereka struktur alat yang ia gambarkan selama penyelidikan.
"Jika memang seperti itu, dari mana mereka mendapatkan akses untuk melihat buku alat sihir kuno? Bahkan aku yang keluarga kerajaan pun tak pernah melihat buku itu, hanya ayah dan kak Reykell yang pernah membacanya"
"Aku setuju dengan Alan, kurasa ada penyusup di istana kerajaan, kemungkinan itu adalah orang yang dirasuki seperti Selly. Jadi kusarankan jangan melaporkan hasil penyelidikan kita dulu ke istana sebelum kita menangkap orang itu"
"Baiklah kita ikuti saran Yuna, dan Alan apa hasil investigasi mu bersama pasukan bayangan. Apakah sudah ada orang yang kau curigai?"
"Sudah Prof, tersangka yang paling mencurigakan terlibat adalah Felix Greenwich. Dari apa yang Yuna katakan kepadaku dia seperti sering berbicara dengan seseorang dan seperti melaporkan sesuatu tetapi suara ataupun wujud lawan bicaranya tak ada. Sebelum mencurigai Felix, aku telah mengikuti salah satu bangsawan tetapi itu hanya tipuan dan setelah menyelidiki selama 5 hari orang itu terbunuh dan itu dilakukan seperti ia bunuh diri, tetapi tak ada motif yang kuat untuk membuatnya bunuh diri. Aku bahkan telah menyelidiki dengan siapa saja terakhir kali bangsawan itu berbicara, dan bangsawan itu ternyata memiliki hubungan dekat dengan kepala keluarga Greenwich. Aku sebenarnya memiliki saran untuk mengelabui penjahatnya tetapi kurasa ini cukup berbahaya"
"Saran seperti apa itu Alan?"
"Jadi aku menyarankan untuk membuat Yuna dan Felix menjadi dekat, entah mengapa sepertinya semua ini berhubungan dengan keinginan orang itu yang ingin menculik Yuna, dari yang kudengar juga Yuna beberapa kali berhadapan dengan orang-orang asing. Aku sangat yakin semua ini terhubung, mulai kasus akademi cratein, penyerangan Selly, Wilayah barat dan juga penghianat di istana" setelah mengatakan ini semua pandangan tertuju pada Alan, terutama pandangan mata Arthur dan Reykell
"Bisa-bisanya kau mencoba membuat adikku menjadi umpan" Arthur berteriak dengan marah dan setelah membanting meja dia berjalan ke luar ruangan dengan ekspresi marah
"Alan, aku tak setuju dengan rencana mu. Bayangkan jika Lyra yang mereka incar. Apakah kau akan membuat Lyra menjadi umpan seperti itu? kurasa hari ini cukup sampai disini, Prof. Ares maaf aku pamit dulu" Setelah mengatakan itu ekspresi Reykell sangat dingin bahkan hawa sekeliling terasa dingin.
"Yuna maafkan aku, aku tak bermaksud begitu. Aku tahu kau kuat makanya aku berani mengatakan itu. tapi sepertinya rencana ku berlebihan yah"
Yuna berjalan keluar ruangan meninggalkan Lyra, Alan, dan Prof. Ares yang masih duduk disana. Yuna melihat Reykell yang sedang duduk menatap langit dan menghampirinya
"Kenapa kau keluar juga?" Reykell bertanya tetapi tak melihat Yuna, ia masih melihat langit biru
"Aku ingin berbicara denganmu dan kakak" Yuna duduk di sebelah Reykell
"Aku tahu kalian berdua mengkhawatirkan aku, tapi kalian juga pasti sadar Alan tak bermaksud membuat ku terluka juga. Kalian juga tahu aku memiliki Yukii dan Sylvie yang bisa melindungiku"
"Yah aku tahu, tapi kurasa hatiku sangat tidak ingin mengikuti rencana itu. walaupun logika ku berfikir bahwa hal itu cukup menguntungkan. Yuna apa yang sudah kau lakukan padaku. Sebelumnya aku bahkan rela untuk mengorbankan seseorang agar rencana ku berhasil, tetapi jika itu berkaitan denganmu kenapa aku harus memikirkannya berkali-kali" Reykell menatap mata Yuna, tangannya menyentuh puncak kepala Yuna dan mengelusnya dengan lembut. Yuna tidak menjawab dan juga tidak menghindar. Ia sudah sering mendengar gombalan Reykell tetapi saat ini pandangan matanya sangat berbeda.
Mereka berdua saling memandang dan Reykell perlahan maju dan mencium dahi Yuna. Ciuman itu membuat tubuh Yuna menegang dan sebelum ia bisa merespon lagi, Reykell menarik Yuna kedalam pelukannya. Ia memeluk Yuna dengan sangat erat. Yuna ingin melepaskan pelukan ini tetapi tenaganya tidak bisa menandingi Reykell
"Kumohon, jangan bergerak untuk sebentar saja" mendengar ini Yuna tidak melakukan perlawanan lagi, sebaliknya ia merasa nyaman dengan pelukan Reykell. Yuna dapat mendengar suara detak jantung Reykell yang sangat cepat. Setelah beberapa saat, Reykell melepaskan pelukannya dari Yuna
"Kembalilah kedalam. Aku akan mencari Art" Setelah itu Reykell menghilang dari pandangan Yuna.
Yuna yang akhirnya sadar merasa tubuhnya kehilangan seluruh energinya. Jantungnya berdetak sangat cepat. Setelah beberapa saat menormalkan jantungnya, Yuna kembali ke dalam ruang rahasia.
"Yuna, dimana Kak Rey dan kakakmu. Dan kenapa wajahmu sangat merah, apakah kau demam?" Lyra memeriksa suhu tubuh Yuna
"A..aku, Aku tak demam, ini, ini hanya gara-gara kepanasan. Putra mahota menyusul kakakku. Kita disuruh untuk menunggu" Yuna segera menjauhi Lyra, ia menutupi wajahnya
"Apakah wajahku memerah, Ya tuhan. Kenapa putra mahkota seperti itu tadi. Jantungku tak bisa melawan pesonanya" Yuna menutupi wajahnya dengan tangan saat dia terus mengingat apa yang dilakukan Reykell kepadanya tadi.