
Yuna POV
Setelah rapat kemarin kami belum mencapai kesepakatan apapun. Suasana klub masih canggung. Terutama Alan yang mengajukan ide kemarin mendapatkan tatapan sinis dari kakak. Aku sebenarnya tidak mempermasalahkan jika akan menjadi umpan, karena bagaimanapun aku tahu jika pria bertopeng itu mengincarku, karena sudah beberapa kali pengguna elemen kegelapan muncul di hadapanku.
Aku saat ini sedang menuju ruang penelitian untuk melanjutkan pekerjaan yang bisa ku lakukan sebelum kembali ke rumah. Setelah ujian selesai, kami diberikan waktu untuk berlibur. Aku yang awalnya tidak berniat kembali ke rumah karena ingin membantu yang lain menyelidiki masalah ini. Tapi karena saran Alan kemarin, kakak memaksaku untuk pulang. Saat tiba di ruang rahasia, ternyata Lyra sudah ada disana.
"Hai Lyra, apa yang kau lakukan?"
"Aku sedang melihat alat apa yang bisa ku siapkan untuk membantu mereka, aku di paksa pulang oleh ayahku. Walaupun Prof. Ares mengatakan bahwa sudah tidak ada pemeriksaan lagi yang harus dilakukan, tapi aku sebenarnya ingin membantu mereka lagi. Setidaknya menciptakan alat-alat ini membuatku berguna" Aku melihat senyuman Lyra, wajahnya yang cantik semakin terlihat cantik saat tersenyum
"Ohya, Lyra. apakah hubunganmu dengan Alan baik-baik saja?" Aku melihat Lyra yang agak terkejut dengan pertanyaanku. Sebenarnya sejak Lyra terluka saat ujian, aku bisa melihat hubungan Lyra dan Alan yang terlihat canggung. Aku sudah menanyakan hal ini kepada Alan, tapi ia hanya mengatakan bahwa mereka tidak kenapa-kenapa. Tapi aku masih curiga jika mereka berdua telah bertengkar
"Aku dan Alan tidak kenapa-kenapa"
"Kau dan Alan menjawab hal yang sama, aku semakin yakin jika kalian ada masalah"
"Sebenarnya ada yang ingin kuceritakan tapi kurasa kau mungkin tak mempercayainya" Lyra menunduk dan tak berani melihatku. Aku mengambil tangan Lyra dan menggenggamnya
"Aku temanmu Lyra, aku tak akan memaksamu jika itu tak mudah untuk dikatakan. Aku akan mempercayaimu seperti kau yang mempercayaiku saat kau akan menceritakan hal itu" aku tersenyum lembut kepada Lyra, dan Lyra membalas senyumanku juga kemudian dia mulai bercerita
"Jadi sebenarnya ini adalah kehidupan kedua ku. Aku tiba-tiba mengingat semua hal tentang hidupku sebelumnya saat aku berumur 10 tahun. Hari itu aku terjatuh dan katanya aku tak sadar hingga 1 minggu. Di kehidupan ku sebelumnya kita berdua tak berteman seperti ini, kau dan Alan saling mencintai sehingga aku merasa cemburu dan sering menganggumu, hingga akhirnya saat Alan memutuskan pertunangan kami, aku sangat marah padamu dan aku akhirnya mencoba untuk meracunimu, aku bahkan meminta ayahku untuk memfitnah keluargamu, tetapi aku tetap gagal, kau dan Alan tetap bersama dan aku ditangkap karena mencoba untuk meracunimu. Aku dipenggal atas perintah Alan. Saat semua memandangiku dengan tatapan menghina saat itu, hanya kau yang terlihat sangat sedih menatapku, kau bahkan meminta Alan untuk memberiku hukuman lain. Saat itu aku tiba-tiba berfikir apakah akan berbeda jika sejak awal aku tak iri dengan kemampuanmu? Apakah akan beda jika saat itu aku mundur dan membiarkanmu bersama Alan? Aku menyesal tidak berteman denganmu. Dan saat waktu aku dipenggal tiba, aku mati tetapi kemudian aku kembali sadar di tubuhku yang berumur 10 tahun. Awalnya aku merasa semua hal yang ku lihat saat itu akan menjadi masa depanku, aku mulai menjauhi Alan dan berhubungan baik dengan keluargaku. Aku bahkan mencari tahu tentangmu, tetapi entah mengapa semua tidak seperti yang aku mimpikan, Alan mendekatiku dengan kemauannya sendiri, kau disayangi oleh keluargamu, bahkan elemen sihirmu juga berbeda, sifat dan sikapmu juga berbeda. Jujur saja aku sangat terkejut saat pertama kali bertemu denganmu di pesta debutmu, itu sangat berbeda dengan pesta debut yang kau lakukan di kehidupan pertamaku. Dan saat kita mulai akrab dan berteman aku sangat senang, aku bahkan sempat melupakan tentang kehidupanku sebelumnya dan menganggap itu hanya mimpi. Aku senang tetapi aku juga merasa bersalah, Alan seharusnya bersamamu, tetapi saat ini dia hanya melihatku. Karena itu aku mengatakan kepada Alan jika aku ingin memutuskan pertunangan kita"
Aku sangat terkejut setelah mendengar cerita Lyra, ini menjelaskan sikap berbeda Lyra dan Alan dalam novel aslinya. Ini menjelaskan tentang mengapa Lyra sangat dingin kepada Alan, Lyra yang sangat baik kepadaku dan Lyra yang tidak cemburu ataupun iri kepadaku. Aku tersenyum dan memeluk Lyra kemudian berbisik.
"Kau mau tahu sebuah rahasia? Sebenarnya aku juga telah mengetahui semuanya" aku melepaskan pelukanku dan dapat kulihat ekspresi terkejut Lyra
"A.apa.!? J..a..jadi kau juga sama sepertiku?"
"Jadi itulah mengapa Yuna yang ku kenal berbeda dengan yang sekarang. Huhh syukurlah aku sempat mengira karena aku mengubah beberapa hal, kau menjadi berbeda akibat ulahku" Lyra memelukku
"Iya, aku juga tahu Yuna yang di novel sebenarnya sangat mengagumi mu dan ingin berteman denganmu. begitu juga aku yang sekarang menjadi temanmu. Jadi lupakan saja kehidupanmu sebelumnya. Kau sudah hidup dengan sangat baik saat ini. Ohya kau bisa bahagia bersama Alan, karena dia bukan tipe ku. Hahaha"
kami berdua tertawa dan berbagi banyak cerita. Aku juga memperlihatkan seluruh elemenku kepada Lyra walaupun saat di akademi cratein Lyra sudah melihatnya. Aku merasakan kelegaan di dalam hatiku. Jujur, dari lubuk hatiku yang terdalam aku juga merasakan perasaan bersalah dan berfikir perubahan sikap Lyra dan Alan itu karena ulahku yang mengubah masa kecil Yuna. Tetapi ternyata tidak, aku sangat lega berteman dengan Lyra yang mengetahui rahasia terbesarku.
Tanpa kami sadari ternyata ada seseorang yang mendengarkan cerita kami. Dan orang itu tersenyum singkat kemudian meninggalkan kami berdua yang masih berbagi cerita.
Reykell POV
"Art, kau panggillah Prof. Ares, kita akan rapat hari ini. Aku akan pergi ke ruang rahasia duluan"
"Kenapa bukan kau saja yang memanggil Prof. Ares. Aku ingin cepat-cepat bertemu adikku"
"Kenapa bukan aku? Aku putra mahkota dan ketua klub ini. Jadi tadi itu aku memerintahkanmu, bukannya meminta tolong. Sekarang pergilah, jika bertemu peri kecilku aku akan membantumu menjaganya"
"Cihh, awas saja kau mendekati adikku" dapat kulihat bahwa temanku itu dengan sangat terpaksa pergi untuk memanggil Prof. Ares. Aku tertawa melihat wajahnya yang sangat marah menatapku.
"Memang hanya Art yang berani seperti ini kepadaku. Haha" Aku berjalan menuju ruang rahasia klub penelitian. Saat akan masuk aku mendengar suara Yuna. Peri kecilku yang sangat cantik.
". Aku memasuki tubuh Yuna saat baru lahir. Aku bernama Yulia di kehidupanku sebelumnya......." Aku terkejut mendengar perkataan Yuna. Aku bahkan tak mengira bahwa kejadian seperti ini akan benar-benar ada. Aku mendengarkan percakapan mereka berdua didepan pintu dan tak lupa menghilangkan hawa keberadaanku, karena Yuna bisa merasakan keberadaan orang berkat Roh Anginnya.
"Ternyata Yuna dan Alan ditakdirkan bersama dikehidupan sebelumnya. Untunglah Alan menyukai Lyra saat ini, kurasa aku bisa melakukan apapun untuk memisahkan mereka jika Yuna dan Alan saling mencinta saat ini.Akan kupastikan Yuna saat ini akan menjadi milikku" Aku tersenyum singkat dan meninggalkan mereka berdua yang masih terus berbicara. Aku pergi menyusul Arthur untuk memberitahukan bahwa pertemuan klub kami ditunda, agar kedua gadis itu dapat berbincang lebih lama.