
Sudah 20 menit aku dan Yuzhu berada di ruang tunggu ini. Beberapa bangsawan datang untuk menyapaku, bahkan dapat kulihat mereka ingin duduk bersama ku tetapi tidak jadi karena tatapan mengerikan yang diberikan Yuzhu. Aku pun sejujurnya tak ingin duduk bersama mereka sehingga aku hanya tersenyum membalas salam mereka setelah itu kembali sibuk dengan cemilanku.
"Permisi para nona dan tuan muda, portal akan segera kami buka" itu adalah prajurit yang tadi memberitahuku soal ruang tunggu ini.
"Yuzhu, ayo kembali ke kereta"
"Baik nona" Aku dan Yuzhu berjalan menuju kereta dan tak sengaja berpapasan dengan Lyra.
"Salam Lady Yuna, kita bertemu lagi" aku membalas salam Lyra dengan senyuman
"Dimana Pangeran Alan?" tanyaku kepada Lyra
"Pangeran sedang mengambil kereta kami, dan ia memintaku menunggu disini" Lyra menjawab dengan senyuman yang tidak dapat ku mengerti maksudnya
"Kalau begitu aku permisi Lady Lyra"
"Baiklah Lady, hati-hati lah diperjalanan" aku hanya tersenyum mendengar perkataan Lyra, dan berjalan menuju kereta ku. Tak lama dapat kuliat gerbang portal mulai bersinar dan kereta yang berada di depan mulai memasuki portal itu.
Saatnya giliranku untuk masuk ke portal, cahaya dari portal itu sangat menyilaukan, sehingga saat aku memasuki portal itu aku menutup mata dan membuka mata saat aku sudah berada di tempat yang sangat berbeda dengan pusat kota. Tidak ada bangunan yang berdiri sejauh mata memandang, hanya ada pepohonan dan sungai-sungai kecil, dapat kulihat sungai itu sangat jernih bahkan aku bisa melihat ikan berenang bebas disungai itu. Setelah menikmati pemandangan hutan sekitar 10 menit, aku melihat sebuah gerbang yang sangat besar dan dibagian atas gerbang itu bertuliskan "Akademi Olimpus". Para siswa di suruh untuk turun dari kereta dan membiarkan pengawal dan pelayan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
"Para siswa baru, silahkan ke arah sini. Sedangkan untuk siswa tahun kedua dan selebihnya, kalian bisa langsung masuk ke dalam dan langsung menuju aula pertemuan" ucap salah seorang yang menurutku adalah guru di akademi itu. aku menuju ke tempat para siswa baru berkumpul.
"Baiklah, selamat datang untuk kalian semua. Kalian yang berkumpul disini adalah sebagian kecil dari banyaknya orang yang mendaftar ke akademi olimpus. Sekarang kita akan menuju ke aula pertemuan melalui jalan lain. Disana kalian akan melihat para guru yang mengajar dan juga senior kalian, aku harap kalian dapat menjaga sikap. Sekarang kalian bisa berbaris dan kita akan menuju aula pertemuan untuk menguji mana sihir dan elemen kalian" setelah mendengar itu semua siswa baru mulai berbaris, begitu juga dengan ku. Kami berjalan sekitar 5 menit. Dan akhirnya menunggu di depan pintu sebelum kami semua dipersilahkan masuk.
Saat pintu dibuka dapat kulihat para senior berbaris dengan rapi dan menggunakan seragam akademi. Kami melewati mereka dan berjalan menuju ke depan untuk menguji mana sihir kami. Bisa kulihat di depan sana ada sebuah bola yang berwarna warni yang berukuran kepala manusia dewasa.
"Nah, ku ucapkan selamat datang kepada kalian semua. Aku kepala sekolah akademi olimpus, kalian bisa memanggilku Prof. Ares. Sekarang kalian akan menguji jumlah mana sihir kalian dan elemen sihir kalian setelah itu kalian akan di tempatkan di kelas yang sesuai dengan jumlah mana sihir kalian. Kelas di bagi menjadi 5 yaitu kelas khusus S, kelas A,B,C,dan D. juga kelas terakhir yaitu kelas percobaan dimana kalian akan melatih sihir kalian dan latihan meningkatkan mana agar di tahun kedua kalian bisa memasuki kelas resmi, tapi jika tak ada peningkatan saat kalian berada di akademi terpaksa kami akan mengeluarkan kalian, begitu juga dengan kelas resmi, kelas kalian bisa saja berubah saat tahun kedua jadi ingat jangan menyia-nyiakan kesempatan. Aku akan menyebutkan nama kalian berdasarkan hasil ujian masuk kalian. Kalian hanya perlu maju dan menempatkan tangan kalian di atas bola ini dan informasi jumlah mana sihir kalian dan jenis elemen kalian keluar. Apakah kalian mengerti?"
"Kami mengerti, Prof. Ares" jawab seluruh siswa baru. Tak lama Prof. Ares mulai memangil nama siswa baru, di mulai dari siswa yang mendapatkan nilai tertinggi. Di cerita asli, yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Yuna dan yang kedua adalah pangeran Alan dengan selisih nilai 1 poin. Tapi aku rasa sekarang bukan aku yang akan mendapatkannya, sebab saat tes masuk, aku sengaja tidak menjawab 1 soal yang memiliki poin tertinggi dengan sengaja sehingga mungkin aku kehilangan 20 poin dari nilaiku. Tapi tak seperti perkiraanku, aku terkejut saat Prof. Ares memanggil nama siswa dengan nilai tertinggi
"Selamat Yuna, hanya kamu dari sekian banyak siswa yang tidak menjawab soal jebakan yang kami berikan. Soal itu tidak memiliki jawaban dan jika kau tak menjawabnya kau akan mendapatkan nilai tambah" mendengar itu aku hanya melongo.
"Si*l, untuk apa mereka membuat soal seperti itu. Arghh salahku juga tidak membaca soal itu baik-baik. Kukira karena soal itu yang memiliki poin paling banyak, jika aku tak menjawabnya aku akan kehilangan banyak poin. Wahai dewa kenapa kau berbuat seperti ini padaku!!!"
Perasaanku sungguh buruk saat ini. Untungnya aku telah memiliki Sylvie sehingga tes kali ini tak akan memperlihatkan 3 elemen ku. Aku menyentuh bola itu, dan bola itu bersinar sangat terang berwarna Putih. Tak lama muncul informasi tentang jumlah mana dan elemen yang kumilki.
"Yuna de Windford, memiliki elemen angin, Raja roh angin, dan jumlah mana 450.000. kelas khusus S"
Hasil yang sesuai dengan perkiraan ku. Aku telah memberitahu Silvie untuk mengatur hanya elemen angin yang terlihat dan juga mengatur jumlah manaku. Mana ku yang asli melebihi 450.000. jika kekuatan asliku yang terlihat mungkin aku akan semakin menarik kecemburuan. Sekarang saja dapat kulihat beberapa orang menatapku dengan cemburu karena memiliki raja roh dan mana 450.000. setelah itu aku turun dan yang dipanggil selanjutnya adalah pangeran Alan. Ia memiliki elemen cahaya dan tanah. Dengan mana 430.000. selanjutnya adalah Lyra yang memiliki elemen petir dan api, dengan mana 390.000. Mereka berdua cukup menarik perhatian juga karena memiliki 2 elemen yang mana seharusnya tiap individu hanya memiliki 1 elemen. mereka berdua juga memasuki kelas khusus S sama sepertiku. Setelah itu beberapa siswa lain mulai dipanggil dan kelas ksusus S hanya menerima 10 orang dalam kelasnya, sisanya memasuki kelas A,B,C,D yang berisi 30 orang dalam 1 kelas, dan untuk kelas percobaan memiliki 50 orang dan dibagi menjadi 2 kelas.
Elemen yang ada di dunia ini ada 7, yaitu Api(merah), Air(Biru), Angin(Putih), Tanah(Coklat), Petir(Perak), Cahaya(Emas),dan Tumbuhan(Hijau). Aku pernah membaca di buku bahwa ada elemen yang ke 8 yaitu elemen kegelapan(Hitam), tetapi elemen kegelapan jarang terlihat karena elemen itu identik dengan para iblis dan jika manusia memiliki elemen itu berarti mereka telah melakukan perjanjian dengan iblis. Karena itu elemen yang di akui hanya 7
Setelah upacara penempatan kelas, kami di pimpin oleh senior untuk menuju kelas kami, mereka juga menjelaskan beberapa aturan akademi. Setelah melihat kelas, kami diantar menuju ke kamar yang telah di sediakan. Kamar di akademi dibagi berdasarkan kelas yang kami masuki. Untuk kelas khusus S kami memiliki kamar pribadi, ini juga yang menjadi alasan aku ingin memasuki kelas khusus sehingga aku tak perlu berbagi kamar. Saat sampai dikamar aku membuka pintu kamar dan disana Yunyi dan Yuzhu tengah mengatur barang-barang yang kubawa. Ia juga mengatur barang-barang yang disediakan oleh akademi.
"hai Yunyi, Yuzhu. Kalian cepat sekali sampai disini"
"kami telah menunggu di kereta sambil menunggu pembagian kelas nona. Setelah kelas nona di ketahui kami di antar ke ruangan ini" jawab Yunyi dan diberi anggukan oleh Yuzhu.
"hmm.. sekarang adalah jam kosong untuk para siswa baru. Aku ingin berjalan-jalan disekitar akademi"
"saya akan menemani nona"
"baiklah, ohiya aku akan membawa Yukii" Yukii yang mendengar itu langsung melompat ke pelukanku. Di akademi kami diperbolehkan untuk membawa Beast bahkan saat kelas berlangsung. Aku memeluk Yukii yang berbentuk kelinci putih cantik. Dan berjalan-jalan melihat sekitar akademi dan mengingat lokasi-lokasi seperti kantin, ruang eksperimen, perpustakaan, dan lain-lain.
Saat sampai diruang penelitian aku melihat kedalam, karena mungkin saja aku bisa bertemu kakak karena saat upacara tadi aku tak melihatnya, tapi saat mengintip kedalam, bukannya melihat kakak aku malah melihat pria tampan yang kutemui saat pesta debut kak Arthur. aku ingin menyapa tapi dapat kulihat ekspresinya sangat dingin dan membawa perasaan asing, sangat berbeda dengan pria yang kutemui malam itu. akupun memutuskan untuk pergi dan kembali ke kamarku.