I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
8 | Roh Angin



Hari ini aku mengurung diri di kamar dan sedang berlatih sihir bersama Yukii. Sebulan lagi aku akan melakukan pesta debut ku. Padahal baru kemarin rasanya aku menghadiri pesta debut kak Arthur yang diadakan 3 tahun lalu. Elemen Sihirku muncul di saat ulang tahunku yang ke 14 tahun, berbeda dengan Yuna di novel yang sendiri saat mengetahui elemen sihirnya, ayah dan kakak menemaniku saat elemen sihirku muncul. Elemen Sihirku sama seperti di novel yaitu, Angin, Air, dan Tumbuhan. Dicerita aslinya saat Yuna memasuki akademi dan tes mana sihir diketahui ia memiliki 3 elemen dimana hal itu sangatlah langka dan hal ini juga yang akan menarik minat pengeran ke 2 untuk mengenal Yuna, karena hal ini juga antagonis cemburu kepada Yuna karena dia hanya memiliki 2 elemen sihir walaupun 2 elemen juga sudah dibilang langka.


Karena hal ini aku bertekad untuk tidak memperlihatkan 3 elemenku secara langsung, karena itu aku melatih sihirku dengan bantuan Yukii agar aku bisa memanggil roh sihir, menurut perkataan Yukii jika salah satu dari 3 elemenku kuat dan dapat memanggil roh sihir yang kuat, roh itu dapat membantuku untuk membuat salah satu elemen sihir menjadi dominan dan menyembunyikan 2 elemen lainnya.


"Yukii, apakah mana ku sudah cukup untuk memanggil roh?"


"Sudah tuan, anda dapat mencoba memanggil roh seperti sebelumnya"


"Baiklah, akan kucoba. Tolong jaga pintu agar tidak ada yang bisa masuk"


"Baik tuan"


Aku mulai menggambar Runë Sihir dilantai dan duduk ditengah-tengah Runë sihir itu, kemudian membaca sihir pemanggil sambil menutup mata, dapat kurasakan sebagian besar manaku tersedot keluar dari tubuhku. Aku tetap berusaha untuk menjaga kesadaranku hingga roh yang kuharapkan muncul. Saat ini aku mencoba memanggil roh angin, sebenarnya ini adalah percobaan ku yang ke 3. Aku telah mencoba memanggil roh air dan tumbuhan, tapi sayangnya gagal. Memanggil roh selain membutuhkan banyak mana sihir, kita juga harus mendapat persetujuan dari roh itu sendiri. Sama seperti saat membuat kontrak dengan Beast kita tidak bisa melakukannya secara paksa. Saat ini aku yang sedang berusaha menjaga kesadaranku mulai merasakan angin sepoi-sepoi bertiup kearahku, angin itu semakin lama makin kuat hingga rasanya menembus tulang. Aku berusaha bertahan dan tak lama suara seseorang terdengar.


"Bukalah matamu wahai manusia" aku yang mendengar itu membuka mataku dan dapat kuliat seseorang bertubuh kecil dengan sayap kecil terbang dihadapanku.


"wow, kamu terlihat seperti Tinkerbell" tanpa sadar aku mengatakan ini sambil terus memperhatikan peri kecil itu


"Tinkerbell? Apa itu? Perkenalkan namaku Sylvie, aku adalah raja dari roh angin, sudah lama aku tak melihat ada manusia yang memiliki cukup mana untuk bisa memanggilku" ucapnya sambil terus terbang berputar si atas kepalaku


"Hahh?!! Raja roh? Pantas saja manaku berkurang sangat banyak, selain itu terima kasih Sylvie karena telah menerima panggilanku. Perkenalkan namaku Yuna"


"Baiklah Yuna, mulai saat ini kau adalah tuan yang akan kulayani. Cukup panggil namaku jika kau memerlukan bantuanku. Dan sepertinya kau memiliki hal yang cukup menarik disini" kata Sylvie sambil melihat Yukii.


"Oh benar, perkenalkan ini adalah Beast Kontrakku namanya Yukii. Kuharap kalian dapat akrab" Yuki menundukkan kepalanya sebagai bentuk salam kepada Sylvie


"Wow, untuk manusia seumuran dirimu, cukup luar biasa bahwa kau bisa membuat kontrak dengan Beast suci ini. Walaupun penampilannya seperti itu, tapi itu tak bisa menipu mataku"


"Seperti yang diharapkan dari Raja roh, aku juga sudah lama tak melihat raja roh. Apa kau raja roh baru?" Tanya Yukii kepada Sylvie


"Ya, aku raja baru. Dan aku belum dilantik makanya aku belum mendapatkan ingatan dari raja roh sebelumnya. Apa kau mengenal raja roh sebelumnya?"


"Aku mengenalnya, aku bahkan berharap bahwa dia yang akan muncul dan membuat kontrak dengan Yuna. Jadi kapan kau akan dilantik? Kita memerlukan kekuatanmu sebelum Yuna memasuki akademi untuk menyembunyikan 2 elemennya"


"kurasa itu cukup. Yuna akan masuk akademi 2 tahun kemudian. Jika kau memiliki ingatan raja sebelumnya kurasa kita akan berteman baik. Akan aku tunggu sampai saat itu"


"Baiklah, kalau begitu Yuna aku pergi dulu, panggillah aku jika kau membutuhkanku. dan juga ambillah ini" Sylvie memberikanku sebuah gelang polos yang berwarna perak. aku mengambilnya dan melihat Sylvie dengan tatapan penuh tanya


"Ini adalah gelang dimensi. Hampir mirip dengan cincin dimensi, bedanya gelang ini akan terus menjadi milik dari orang yang melakukan kontrak denganku. Jadi, bahkan jika gelang ini hilang, jika kau memanggilnya dia akan kembali padamu. Ruang dari gelang ini juga hampir tak terbatas, karena ini dibuat berdasarkan mana sihirku."


"Baik Sylvie aku mengerti. Terima kasih" Setelah itu Sylvie menghilang tapi aku dapat merasakan keberadaan sisa Mana Sylvie disekitarku


"Yukii, kau mengenal raja roh angin sebelumnya?" tanyaku kepada Yukii karena mendengar percakapan Sylvie dan Yuki tadi


"Ya tuan, aku mengenalnya. Ingatan dari raja roh selalu diteruskan kepada penerusnya saat mereka telah dilantik, sehingga biarpun mereka telah mati ingatan mereka tidak akan berubah. Aku mengenal raja roh angin beberapa ribu tahun yang lalu, dia pernah sekali menolongku dan kami pun menjadi teman. Aku juga mengetahui banyak hal tentang roh karena temanku itu"


Aku yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. Aku tau umur Yuki sudah sangat tua tetapi hal itu tak terlihat. Yukii tetap terlihat seperti rubah putih yang cantik dan tidak kelihatan tua sedikitpun. Setelah memanggil roh angin, terlebih yang datang adalah raja roh, aku merasa sangat lelah langsung membaringkan tubuhku untuk beristirahat agar mana ku kembali lagi.


Sebulan kemudian....


pesta debutku dibuat sangat mewah bahkan lebih mewah dari pesta debut kak Arthur. Aku sudah memohon kepada ayah untuk tidak berlebihan tetapi katanya hal ini tidaklah berlebihan untuk keluarga Archduke, aku akhirnya menyerah dan membiarkan hal itu berjalan sebagaimana yang diinginkan ayah dan kakak.


Rangkaian pesta debutku tidak jauh berbeda dengan kakak, setelah melakukan tarian debut bersama kakak dan setelah itu ayah, aku menyambut tamu undangan dan berbicara kepada beberapa tamu yang seumuran denganku. Dapat kulihat mereka mulai memuji-muji ku dan tanpa sadar aku mencari orang yang 3 tahun lalu kutemui di pesta debut kak Arthur. Ntah mengapa aku cukup merindukan wajah tampan itu. Tak lama terdengar pengumuman bahwa anggota keluarga kerajaan telah hadir. Aku menunjukkan salam hormatku kepada mereka dan dapat kulihat raja, ratu, dan pangeran kedua yang sedang menggandeng tunangannya. Sekali lagi aku tak melihat putra mahkota.


"Protagonis pria dan antagonis telah muncul" Pikirku saat melihat pangeran kedua dan wanita disebelahnya. Aku melihat pangeran kedua yang cukup tampan tapi tak setampan ayah dan kakak apalagi setampan pria 3 tahun lalu. Pangeran ke 2 memiliki rambut emas terang dan meiliki mata berwarna coklat. Sedangkan wanita disebelahya memiliki wajah cantik dengan rambut merah menyala dan mata yang berwarna coklat terang.


"Salam Lady Yuna. Perkenalkan saya Lyra de Helldegard putri dari duke Helldegard. Saya mengucapkan selamat atas debut anda" Lyra si tokoh antagonis memberi salam kepadaku, karena memang keluargaku lebih tinggi dari keluarganya sehingga harus dia yang memberi salam terlebih dahulu.


"Terima kasih Lady Lyra telah datang ke acara ku. Aku harap kamu dan pangeran Alan menikmati acara ini" ucapku sambil memberikan senyuman kepada keduanya. Pangeran ke 2 si protagonis pria bernama Alan de Edinburgh.


"Kalau begitu saya pamit undur diri dulu, saya ingin menyambut tamu yang lain" Aku meninggalkan 2 tokoh novel itu, berharap untuk tidak terlalu meninggalkan kesan kepada Alan dan Lyra. Aku cukup lelah karena berjalan kesana kemari dan memberikan senyum yang indah kepada para tamu. Aku berjalan menuju balkon dan dapat kulihat Alan dan Lyra tengah berdansa bersama. Mereka terlihat sangat cocok. Aku semakin membenci Yuna dicerita asli yang tak dapat melihat keserasian mereka berdua dan malah masuk ketengah-tengah hubungan mereka.


"Kuharap kalian akan mendapatkan akhir yang bahagia" ucapku sambil tersenyum lembut melihat kearah Alan dan Yuna.


Tanpa kuketahui ternyata ada yang sedang memperhatikan ku dalam kegelapan sambil tersenyum.