I Don'T Want To Be The Protagonist

I Don'T Want To Be The Protagonist
21 | Penyerangan



Setelah Leon berpisah dengan yang lainnya, ia bergegas mencari prof. Nyx


Tok.. Tok.. Tok..


Leon mengetuk pintu prof. Nyx, tak lama terdengar suara dari dalam ruangan


"Masuk"


"Permisi Prof. Nyx, maaf menganggumu, ada yang ingin ku laporkan"


"Bukankah kamu Leon? Ada apa?"


"Begini professor, adikku awalnya menghilang seharian ini, akhirnya aku dibantu dengan Yuna dan Lyra dari akademi olimpus mencari keberadaan adikku, saat kami mencarinya di lokasi perlombaan ramuan sihir, ternyata adikku sejak awal tidak pernah pergi ke lokasi tersebut. Setelah itu kami berpencar untuk mencari adikku, setelah mencari cukup lama aku dan Lyra menemukan siswi dari akademi sandhusrt yang sedang menangis dan itu ternyata siswi yang sekamar dengan Lyra dan Yuna bernama Alle, ia menangis karena temannya yang bernama Sasha di bawa pergi oleh pria berjubah hitam dengan motif bulan sabit merah yang juga menggunakan topeng berwarna putih. Yuna menyuruh roh angin nya untuk mencari pria itu dan menemukan pria itu sedang berada di gudang kosong dekat hutan yang sudah lama tidak kita gunakan. Yuna juga mengatakan kemungkinan mereka adalah pengguna elemen kegelapan. Sekarang ini Yuna dan Lyra sedang mencoba mengulur waktu. Tapi aku khawatir dengan mereka, tolong professor segera mengirimkan bantuan kepada mereka" Leon menjelaskan dengan sangat cepat, tapi tidak melewatkan satu hal pun. Ia sangat khawatir meninggalkan Lyra dan Yuna, bagaimanapun ini adalah masalah yang berasal dari akademi mereka, Yuna dan Lyra yang datang untuk berlomba malah membantunya menyelamatkan adiknya.


"Baiklah, terima kasih Leon, aku akan segera mengirim bantuan" setelah mengatakan itu prof. Nyx akhirnya menghilang dari hadapan Leon. Leon tidak berdiam diri, ia kemudian mencari keberadaan Reykell dan prof. Ares.


Setelah mencari selama 10 menit ia akhirnya bertemu dengan Reykell


"Reykell, aku sudah mencarimu kemana-mana"


"Ada apa? Apakah adikmu sudah ketemu?"


"Aku belum menemukan adikku, dan masalah menjadi lebih besar" Leon kemudian menceritakan hal yang sama dengan yang ia ceritakan ke prof. Nyx. Reykell hanya diam mendengarkan, tapi hanya dia yang tahu jika saat ini ia sedang menahan emosinya. Yuna dan Lyra benar-benar berani menghadapi mereka sendirian. Setelah mendengarkan cerita Leon. Reykell langsung memanggil Beast nya


"Bast!" tak lama muncul beast berbentuk kucing berwarna hitam.


"Tuan, tumben anda memanggilku"


"Ubah wujudnya seperti semula, persiapkan dirimu, kita akan mengamuk hari ini"


"Hahaha, sudah lama rasanya tidak mencabik daging manusia" beast yang dipanggil dengan nama Bast itu merubah dirinya menjadi harimau berukuran besar dengan corak emas di sekitar leher dan juga kepalanya.


"Leon, antarkan aku menuju gudang itu" Leon hanya mengangguk dan kemudian ikut naik ke punggung harimau itu, sejujurnya ia terkejut melihat Beast milik Reykell yang sepertinya merupakan salah satu satu dari Beast suci.


"Kita ke arah selatan, setelah itu di sudut akan ada bangunan terbengkalai. Itu adalah gudang tujuan kita"


"Bast, kau mendengarnya kan? Segera kesana dengan kecepatan tinggi"


"Baik tuan" Bast kemudian berlari dengan sangat cepat. Leon yang terkejut segera memegang bulu Bast dengan sangat erat. Sudah dipastikan ia akan menderita luka berat jika terjatuh dari tubuh Bast.


...****************...


Sylvie dan Yukii berhasil menhancurkan pelindung di luar bangunan itu, mereka juga langsung menghancurkan pintu masuk. Tanpa menunda waktu Yukii, Sylvie dan Yuna segera menyerang orang yang ada di dalam ruangan. Terlihat ada 5 orang pria dengan jubah hitam di dalam ruangan itu. Mereka terkejut dengan serangan yang tiba-tiba ini.


Yuna langsung menyerang mereka dengan sihir angin dan menerbangkan mereka ke udara, hanya 1 orang yang terjebak dengan sihir Yuna, 4 lainnya segera mengatur formasi untuk melawan mereka. Mereka telah mendapatkan ketenangan kembali.


Disisi lain Sylvie melawan pria yang berhasil di terbangkan Lyra sebelumnya. Ia tidak sekuat Yukii dan hal pertaruangan karena bagaimanapun ia seorang raja roh yang selalu mendapatkan perlindungan sehingga ia jarang bertarung, keuntungan seorang raja roh adalah mana sihirnya yang berlimpah dan pengetahuannya. Ia dan roh air tidak sering bertarung karena mereka dasarnya roh yang cinta perdamaian berbeda dengan roh api dan tanah. Sylvie membuat pria itu di kelilingi oleh dinding angin kemudian menghilangkan oksigen di dalam dinding angin itu. Tidak lupa ia mengikat tangan dan menutup mulut pria itu agar tidak bisa bergerak dan tidak bisa merapalkan mantar sihir.


Yuna menyerang 2 pria lainnya dengan sihir angin juga mencoba menangkap mereka dengan akar dari elemen tumbuhan miliknya tak lupa secara bersamaan menyerang mereka dengan bom air dan angin. 2 pria itu dengan lihai menghindari serangan Yuna, Sylvie yang berhasil mengalahkan 1 pria itu membiarkan pria itu kehabisan nafas dan masih beterbangan di lingkaran udara. Sylvie kemudian berusaha membantu Yuna untuk melawan 2 pria itu.


Salah satu pria mengeluarkan alat sihir dan tiba-tiba seorang gadis yang sedang ketakutan ada di pelukan pria itu. Yuna terkejut melihat itu dan tanpa sadar menghentikan serangannya. Ia tak menyadari jika pria yang melawan Yukii akan menyerangnya dan menembakkan bola api ke arahnya.


"Yuna!!" Yuna yang terlambat menghindari serangan itu akhirnya terluka di bagian perut. Sedikit darah keluar dari sudut mulutnya. Yuna merasa perih di bagian perutnya dan terasa sangat panas.


"Tuan kau tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa Yukii, tolong kamu fokus mengalahkan mereka berdua. Akan semakin berbahaya jika mereka bersatu kembali" Yukii mengangguk dan lanjut menyerang kedua pria itu


"Alle, apa yang terjadi? Bukankah Andreas bersamamu?" Yuna melihat gadis yang menjadi tawanan itu.


"Maafkan aku Yuna, aku tertangkap, dan Andreas dia sepertinya terluka parah karena ingin menghalangi mereka menangkapku. Ia pingsan tadi saat melawan mereka" Alle masih menangis ketakutan. Ia telah dilatih menjadi ksatria tapi bagaimanapun ia seorang gadis. Latihan sangat berbeda dengan kejadian yang dialami nya saat ini.


"Bisakah kau berhenti mengganggu nona, aku cukup kesal saat ini" pria bertopeng itu mengarahkan pisau ke leher Alle dan matanya menatap lurus ke Yuna


"Aku akan berhenti, bisakah kau melepaskannya?"


"Hmm, aku punya tawaran yang lebih menarik. Bagaimana kalau aku melepaskan gadis ini dan semua gadis yang kuculik tapi kau ikut bersama ku menggantikan mereka"


"Baiklah kalau begitu"


"Yuna!!"


"Tuan!!" Yuna mengabaikan panggilan Sylvie dan Yukii, dan berjalan santai ke arah pria bertopeng itu.


"Aku sudah mendekat. Lepaskan dia sekarang"


"Tidak bisa, kau harus lebih dekat lagi" Yuna semakin mendekat kemudian mengulurkan tangannya. Setelah itu memegang tangan Alle lalu menariknya


"Sakarang Lyra!!" pria itu terkejut kemudian merasakan belakang punggungnya yang terbakar, karena merasa sakit ia kemudian melepaskan Alle. Yuna mengambil kesempatan itu dan berlari menjauh dari pria itu


"Yuna, Alle kalian tidak apa?" Lyra berlari kearah Yuna dan Alle


"Tidak apa-apa. Apakah semua nya sudah selamat?"


"Iya, aku sudah membawa mereka keluar. Total ada 7 gadis yang di culik" mendengar itu Yuna akhirnya menghela napas


"Wow hahaha, kalian luar biasa, aku bahkan tidak merasakan kehadiranmu sama sekali. Kalian berdua memang pantas menjadi putri archduke dan duke. Kalian mewarisi bakat orang tua kalian. Tapi bagaimana ini, kurasa kalian tidak bisa meninggalkan tempat ini sekarang"


"Yuna, aku tidak bisa merasakan apapun dari luar, kita terkurung!" Sylvie mencoba untuk mengirim aliran mana nya keluar tapi tidak berhasil