
Misaki yang gagal puluhan kali akhirnya hanya bisa mendengus kasar dan berjalan pergi. Setelah setengah jam, misaki berhenti. Di depannya ada sebuah dinding dengan lukisan cambuk dan pedang.
Misaki mengenal keduanya. Satu adalah pedang milik pria psycho dan satunya ialah cambuk milik pria pita ungu. Misaki menyentuh keduanya sebelum mengaktifkan simbol naga di telapak tangannya. Gua bergetar dan munculnya dua pintu.
Misaki tidak berapa pasti yang mana harus masuk. Dia menyukai cambuk ungu tapi pedang hitam legam itu lebih menarik. Misaki tidak pernah peduli dengan sejarah para senjata. Prinsipnya, dia suka dia akan mendapatkannya , dia benci dia akan hancurkan.
Setelah dua puluh menit, misaki akhirnya memilih pintu masuk ke pedang hitam legam. Dia memilih pedang hitam legam atas dua alasan. Pertama, dia adalah kultivator pedang dan kedua, dia ingin menakluk sesuatu yang kejam seperti pedang hitam legam.
...__________________...
"Siapa sangka kalau pedang pyscho itu sendiri ada di penjara batu kekasihnya" Misaki mencemooh saat melihat ruangan di sekelilingnya. Di tengah ruangan ada sebuah pedang hitam legam melayang. Di sekeliling pedang ada aura mendominasi dan menakutkan.
Misaki tidak terpengaruh dari aura sang pedang dan akan menyentuhnya sebelum pedang tiba-tiba bergetar dan menyerangnya. Misaki secara refleksi mengaktifkan sky skill step dan mundur kebelalang beberapa meter.
Pedang hitam masih mengejar misaki dan misaki mengelak sembari menyerang dengan elemen kristal dan petirnya tapi sayangnya semuanya berakhir gagal. Bukannya marah, misaki bertambah gembira "Pedang yang bagus!!"
Misaki mengubah laluannya dan berlari kearah pedang hitam. Dia memanggil Xia Wen untuk melawan pedang hitam. Xia Wen seakan memiliki akal spiritual dan mencoba menjatuhkan pedang hitam dari sisi lain sementara Misaki menjatuhnya pedang hitam di sisi lain.
Setelah ratusan putaran, keduanya masih seimbang. Kali ini kesabaran misaki sangat tinggi sehingga dia tidak marah setelah dilukai oleh pedang hitam. Misaki dan xia Wen memberi pukulan terakhir pada pedang hitam dan pedang hitam jatuh. Misaki mengaktifkan simbol naga dan pedang hitam bahkan tidka bisa bangun dan hanya terbaring kaku.
Misaki mengangkat pedang hitam dan mengayunkannya "Pedang yang bagus. Xia Wen, apa kau peduli kalau ku mengambil pedang yang lain?"
Kali ini Xia Wen yang melayang-layang pula berdiri kaku. Xia Wen adalah pedang roh yang ceria. Karna keduanya memiliki ikatan spiritual, misaki bisa merasakan suasana hati Xia Wen yang menurun dan tiba-tiba melonjak amarah. Xia Wen terbang dan menjatuhkan pedang hitam dan meletakkan dirinya di tangan misaki.
"Pftt- kau pedang cemburu!!" Misaki menahan tawa melihat xia Wen membuang pedang hitam. Misaki bahkan merasa Xia Wen mencemooh dan mengejek pedang hitam.
Misaki memeluk dan mencium Xia Wen "Baik-baik, ku tidak akan menggunakan pedang yang lain" Merasakan suasa hati Xia Wen membaik, misaki membiarkan Xia Wen melayang.
Tiba-tiba gua bergetar kuat dan satu persatu batu berjatuhan, misaki yang melihat situasi tidak baik. Segera menyimpan pedang hitam ke dalam tas qiankun dan menaiki Xia Wen. Xia Wen mengubah jalur ya menjadi biru dan dalam sekelip mata, mereka udah keluar dari danau.
Misaki tidak sempat membuka perisai sehingga tubuhnya yang udah mengering kembali basah kuyup.
...__________________...
Misaki memerintah pedangnya "Xia Wen, cepat keringkan ku" Xia Wen mengubah jalurnya menjadi putih dan merah. Angin panas keluar dari ujung pedang dan mengeringkan misaki.
Setelah beberapa saat, misaki akhirnya kering "Cukup, ayo kembali ke rombongan" Xia Wen segera memutuskan angin panas dan membiarkan misaki menaikinya.
Keduanya terbang dan melayang kearah rombongan Han RuCheng yang berada di lapisan ketiga. Kebetulan, salah satu bawahan Han RuCheng melihatnya dan segera melaporkan.
"Han gongzi!! Han gongzi!! Yang mulia kembali!!"
Han RuCheng yang mendengarnya, segera bangun dan melihat ke langit. Ada sosok mungil melayang diatas pedang menuju mereka. Saat sosok mungil itu mendarat ke tanah, Han RuCheng segera menghampiri.
"YANG MULIA!!"
"Mn?"
"Yang mulia! Kemana sahaja kau berlari!! kau membuat semuanya panik!!"
"OK?"
"Ku tidak terluka.. "
"Yang mulia!! bagaimana kau bisa bicara begitu enteng!! Ini ku bicarakan tentang keselamatan anda!!"
Misaki mulai bosan dan mengabaikan Han RuCheng yang mengoceh tanpa henti.
...______________...
...Teater kecil...
Xia Wen : Tuanku, pedang buruk ini tidak layak untuk anda!! hanya xia Wen sahaja yang layak
‾͟͟͞(((ꎤ >口<)̂ꎤ⁾⁾⁾⁾
Pedang Hitam: Ku tidak menyukai tuanmu. Jika bukan karna kekuatan simbol naga bagaimana ku bisa kalah!!
ヽ(`Д´)ノ
Xia Wen : Cih, kata sahaja kalau lemah. Kau roh tua. Kau pikir ku tidak melihat kau menatap tuanku dengan penuh minat!!
(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻
Pedang hitam "Bah! itu adalah tatapan penuh kebencian!! Kau roh bodoh!! Kau bahkan berani sombong di hadapan leluhur ini!! Akan ku cabik-cabik rohmu
ヽ(`Д´)ノ
Xia Wen : Kau. ... Hiks, hiks..
UWAAA!!! Tuanku!! roh tua ini jahat!! (இ﹏இ`。)
Pedang Hitam :....
Misaki (Merasakan Xiaa Wen bergetar) : Xia Wen? kenapa kau menangis(゚▽゚`*)???
...___________________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like♥️👍
Komen💬🍵
Vote🙏👇
IG : crystallotus_
FB :crystallotus_