How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#chapter 34 : Apa orang tuamu gak mengajarimu sopan santun!?



Misaki memakai pakaian berwarna qīng dan memguncir rambutnya menjadi ekor kuda. Pita yang menguncir rambutnya berwarna hijau tua bermotif garis-garis emas. Beberapa helai rambut di depannya diselitkan ke belakang kuping. Mata almondnya yang berwarna emas kecoklatan bersinar dibawah cahaya matahari dan terlihat indah.


^^^qīng: sebagai warna dapat berubah menjadi biru atau hijau. Contoh : Pakaian milik shen qingqiu dari SVSSS^^^


Misaki keluar dari kamarnya dan melihat an qi udah menunggunya diluar "Ayo ke aula keluarga"


Ketika suara misaki memasuki pendengaran an qi, dia tersentak dan melihat kebawah. Gadis mungil yang setinggi pinggangnya menatapnya dengan datar.


"Putri, selera anda benar-benar bagus. Kebetulan, kasim wang memberikan pesan kalo istana kedatangan tamu dan mengajak kita makan bersama di aula utama"


Mendengarkan perkataan an qi, misaki tersenyum dan menarik tangan an qi "Ayo cepat, kita tidak bisa membiarkan tamu menunggu"


An qi yang tiba-tiba ditarik sedikit linglung sebelum menjadi bersemangat "Baiklah! ayo berlomba"


Dan di seluruh laluan ke aula utama, keduanya berlari dan saling berkejar, bahkan pelayan atau penjaga yang melihat keduanya hanya bisa geleng-gelang kepala sahaja. Ketika keduanya melalui di depan taman istana, misaki berhenti dan menyipitkan matanya "Siapa mereka?"


An qi juga berhenti dan menyipitkan matanya, dia mengetuk dagunya dengan jarinya seakan menggali ingatan lama sebelum berseru "Hmm... Oh! bukankah itu nona hati busuk!"


"............."


"Baik-baik, pelayan ini hanya bermain-main. Nona berpakaian kuning adalah Sakura sato, anak bungsunya Menteri Keuangan. Disebelahnya adalah Lee May, Nona kedua Menteri Penyelidikan.


"Putriku, keduanya terlihat bersahabat di luar tapi di dalam keduanya tidak lebih seperti dua ekor ular yang saling menggigit. Lebih baik jangan berteman dengan keduanya"


"Tidak akan berteman. Hanya menyapa" ujar misaki singkat sehingga membuat an qi tercengang.


...___________________...


Misaki berjalan kearah dua gadis yang sibuk mengrobol di bawah pohon haitang. Ekspresi datar perlahan-lahan berubah menjadi dingin "Apa yang para kecoa ini lakukan di dalam sini"


"Eh, lihat ada seseorang yang datang kesini" ujar Lee May menunjukkan kearah misaki. Sakura sato juga memperhatikan juga dan berseru terkejut "Bukankah itu gadis yang memprovokasi kita berdua!!"


"Apa yang dia lakukan di sini!" gumam Sakura sato menggertak giginya kesal.


Misaki berhenti di depan keduanya, dia melihat mereka sebentar sebelum berkata "Apa yang kalian berdua lakukan di sini? "


"Apa ini cara bicaramu pada orang yang lebih tua, apa orang tuamu gak mengajari sopan santun"


"Tentu saja untuk membahaskan pertunanganku dengan Putra Mahkota" ujar Sakura Sato penuh percaya diri. Kepercayaan dirinya bahkan membuat ekspresi dingin misaki yang kebal rentak


"Dan kau seorang pelayan yang begitu berani di depan calon Putri Mahkota ini bakalan dipukul hingga mati! Jadi segera pergi sebelum nona ini berubah pikiran" ucap Sakura Sato mengibas-gibas tangannya.


KLAK!!


Suara tulang dipatah memenuhi taman yang sepi "AHHHHHH!!!" teriak Sakura Sato kesakitan. Air mata mengalir deras dari matanya.


"Pelayan... " ulang misaki mengeratkan genggamannya pada pengelangan tangan yang patah.


PLAK!!


Suara tamparan berhasil bersarang di pipi misaki dan alhasil sudut bibir misaki berdarah.


"Kurang ajar!!" ujar Lee May sang pelaku menampar misaki. Misaki mengelap darah yang mengalir dari bibirnya menggunakan ibu jari. Serangan fisik gak akan membuatnya berdarah tetapi ketika energi qi digunakan... itu akan berkali-kali lipat menyakitkan.


Misaki menjilat ibu jarinya dan menyeringai. Kilatan membunuh melintas di kedua matanya ketika dia secara gak sengaja mengeluarkan aura pembunuhnya "Kalian dua kecoa sialan!! Kalian pikir kalian hadapi siapa!! "


Aura pembunuhnya ditempah dengan ratusan pertarungan dan peperangan. Orang yang dibunuhnya gak terhitung jumlah. Kepalanya juga penuh dengan strategi dan rencana-rencana licik. Menghapuskan dua gadis yang bahkan belum mencapai usia 18 tahun semudah membunuh semut di matanya.


Misaki mengeluarkan pedangnya dari tas qiankun dan mengeluskannya beberapa kali. Dia menyeringai sehingga matanya menyipit dan dia dengan pantas menghunus pedangnya tetapi berhenti di udara.


"BERHENTI!!!"


..._____________________...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🍵


Vote(harus ikhlas)🙏👇