
Misaki melihat sekeliling sebelum tatapannya berhenti pada dinding yang ditutupi oleh sulur liar. Misaki berenang mendekat dan memotong sulur liar. Sulur liar kembali tumbuh ke bentuk asal dan menyerang misaki. Sulur-sulur liar ini menusuk-nusuk perisai dan mencoba memecahkannya.
Misaki mengeluarkan Xia Wen dan memotong kembali. Kali ini pertumbuhan melambat dan misaki bisa melihat tulisan di dinding.
...Saat bulan bersinar, tidak peduli bagaimana disembunyikan, kebenaran akan terungkap. Saat itu tiba, sinar bulan tidak akan pernah redup untuk selamanya...
Misaki membaca dengan teliti. Dia bukan seorang sejarawan dan butuh waktu yang lama untuk memahami maksud dibaliknya "Tidak akan pernah redup untuk selamanya?"
"Itu aneh, sinar bulan tidak akan selalu bersinar. Jadi, bulan bukan jawapannya. Jadi apa maksudnya?"
Saat misaki masih berpikir, tiba-tiba sulur yang kembali ke bentuk asal menyerang lagi, Misaki juga kembali memotong mereka sehingga simbol bulan sabit muncul dihadapannya.
Misaki yang melihat simbol bulan sabit semakin mengernyit aneh. Sebagai seorang yang sejak kecil hanya belajar militer, dia benar-benar pusing dengan tulisan di dinding.
Dan juga sebagai penyair kecil kerajaan, dia jarang mempelajari puisi teka-teki. Bila diingatkan kembali, misaki kesal sendiri.
"Snowy, tanya pada ular Hijau itu apa maksud dinding ini"
Ada keheningan sebentar sebelum Snowy menjawab "Senjata pusaka ini hanya untuk seseorang yang ditakdirkan"
Misaki mengangkat sebelah alisnya "Seseorang yang ditakdirkan?" Snowy menjawab "Um, orang yang ditakdirkan miliki simbol bulan di tubuh mereka. Hanya yang ditakdirkan sahaja yang bisa membuka gua suci"
Misaki memukul pintu gua "Orang ditakdirkan!? Semua rencana yang ku siapkan hanya untuk berhenti disini!!"
"Ku tidak rela!!!" Misaki berteriak dan menumbuk pintu gua lagi. Misaki dikuasai amarah sehingga tanda naga ditangannya menyala. Tiba-tiba, pintu gua terbuka dan misaki ditarik masuk kedalam gua.
...____________________...
Misaki yang tiba-tiba masuk, kehilangan perisainya dan menyebabkannya tersedak sedikit air. Setelah beberapa saat, air perlahan-lahan hilang dan misaki akhirnya bisa bernafas kembali.
"Uhuk! Uhuk!!" Misaki batuk dan memuntahkan air. Dia mengeluarkan sapu tangan dari saku tangannya dan mengelap wajahnya.
"Ugh, Di...dimana ini" Misaki meraih rambut yang melekat di dahinya dan menyisihkannya ke belakang. Dia mengangkat kepalanya dan patung Buddha gergasi memasuki indra penglihatannya.
Misaki bangkit dan melihat kepala patung buddha "Buddha? begitu tinggi" Dia melirik ke kiri dan kanan sebelum melompat ke bahu buddha. Di belakang tengkuk buddha, tersembunyinya gua lain yang lebih kecil. Tinggi gua hanya setinggi misaki.
...________________...
Misaki membentuk bola kristal yang lain dan menerangi gua yang gelap gelita. Saat misaki berjalan masuk, dia melihat mural di dinding gua.
Misaki membersihkan debu di mural dan melihat gambaran dua anak kecil yang sedang bermain. Setelah memerhati untuk beberapa saat, misaki pindah ke mural kedua. Di Mural kedua digambarkan seorang pria dewasa dan wanita dewasa. Itu masih normal bagi misaki dan berjalan untuk melihat mural ketiga.
Mural ketiga, Wanita dewasa menikah dan pria dewasa berada di kerumunan menatap tandu pernikahan
Mural keempat, Wanita dewasa memegang suaminya dengan berlinang air mata dan pria dewasa memegang pedang berlumuran darah.
Misaki berhenti di mural keempat dan menatap lama padanya "bukankah pria dewasa ini hanya akan membuat wanita dewasa membencinya"
Ketika misaki melihat mural kelima, dia terdiam. Di mural kelima, pria dewasa mengurung wanita dewasa di dalam sebuah penjara batu.
"Pria ini pasti psycho" Misaki bergidik ngeri.
Misaki berjalan lagi dan melihat mural keenam. Mural keenam menggambarkan pria dewasa dikelilingu satu pasukan dan menolak melepaskan wanita dewasa walaupun seseorang yang berpakaian seperti jenderal menghunus pedang di depannya.
Misaki mengerut alisnya dan berjalan semakin cepat. Di mural ketujuh, seluruh pasukan mati dibawah pedang pria dewasa. Misaki terbelalak melihatnya dan pindah ke mural kedelapan.
Mural kedelapan, Wanita dewasa bunuh diri dengan menggantungkan dirinya.
Mural kesembilan, pria dewasa menggila dan menghancurkan sebuah kota.
Mural terakhir, pria dewasa mati dibawah cmbuk seorang pria dengan pita ungu di dahinya. Pria pita ungu membunuh pria dewasa dengan menghancurkan kepala pria dewasa..
Misaki tertegun sebelum mengerutkan alisnya "Mati? apa hanya segitu?"
Tidak bisa menahan perasaan penasaran, misaki bertanya pada Snowy "Snowy, apa kau mengetahui tentang ini?"
"...."
"Snowy? Snowy!? Kenapa tidak bisa dihubungi!?"
..._________________...
Catatan penulis :
TLG: Wah, seperti ada kisah tragedi(゚▽゚`*)
Misaki: Iya juga. Pria psycho dan wanita yang udah bernikah. Ku tidak bisa membayangkan bagaimana wanita itu hadapinya selama setengah hidupnya
(つ﹏<)・゚。
Mizuki: Gulp... Woi, fang. Apa kau pernah mendengar kisah ini?
(ノ ̄д ̄)ノ
Fang: Tidak pernah. Mungkin itu 1,000 atau 2,000 tahun lalu ( ̄^ ̄)
Snowy:Kami mengetahuinya tapi...... Tidak bisa diberitahu
Ular Hijau:... Tidak bisa
Blacky:... rahsia (⌐■_■)
Raja shi:... Tidak baik mengata ornag mati
Ye Li:... (menggeleng)
Ju Wu : Ku juga tidak tahu
(゚▽゚`*)?
...____________________...
Kemarin penulis pergi ambil vaksin. Karna ujian akan diadakan di sekolah, maka pada guru menyuruh untuk ambil vaksin. Jadi setelah di vaksin, penulis mendapat efek sampingnya dan gak bisa menulis. Kali ini udah sedikit membaik, jadi sempat menulis (\=´∇`\=)
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like♥️👍
Komen💬🍵
Vote🙏👇
IG : crystallotus_
FB :crystallotus_