How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#Chapter 19 : Kalung cantik?



Di kursi penonton semakin lama semakin riuh. Bahkan setelah pengumuman diumumkan, masih ada yang duduk dan bergosip sesama mereka. Sementara itu, mizuki dan misaki duduk di dahan pohon apel sambil mengunyah apel merah.


Satunya bertubuh mungil, bibir merah ceri dan rambut hitam sementara yang lain berusia sekitar 11 tahun. Rambutnya hitam legap dan matanya kuning keemasan.


"Itu hanyalah pertandingan sahaja. Kenapa begitu riuh? " ujar misaki menggigit apelnya.


"Iyalah, mereka jarang lihat pria tampan berkumpulan dan berlatih tanding. Kasihan sekali" balas mizuki memandang remeh kerumunan gadis.


"Kakak kedua"


"Apa? "


"Kakak pertama adalah pria tampan di keluarga kita. Siapapun yang memiliki surat pertunangan dengan kakak pertama akan merasakan ledakan kesenangan. Lagian, mereka lebih mengincarkan kursi Putri Mahkota" ujar misaki tersenyum menggoda


"Surat pertunangan... " gumam mizuki seperti sedang berpikir.


Kringgg...


Mizuki mengelus kepala misaki ketika berkata "Misaki kau sungguh adik yang bijaksana"


Mizuki terlihat sangat senang dan segera meninggalkan misaki seorang diri di pohon apel. Misaki yang ditinggalkan hanya cemberut dan memutuskan untuk berjalan-jalan.


Tepat dia baru sahaja menampak kakinya di tanah. Indra pendengarannya mendengar suara gedebuk. Dia pergi memeriksa dan terkejut ketika melihat seorang kakek tua tergeletak di atas tanah dengan pakaian compang-camping.


"Kakek tua, apa anda butuh bantuan? jika tidak ku akan tinggalkan anda" tanya blak-blakan misaki dan bahkan sempat bercanda.


Kakek tua yang mendengar perkataan misaki terdiam seketika dan akhirnya dengan gagap berkata"A..Air"


"En, Kakek tua tunggu disini, ku akan mengambil air untuk kakek" balas misaki membantu kakek tua itu bersandar pada pohon sebelum kembali ke tendanya.


Setelah lima menit, misaki kembali dengan sekantong air dan beberapa buah ditangannya "kakek tua, ku membawa air dan buah-buahan untukmu!"


Kakek tua meminum air yang misaki beri dan memakan beberapa buah anggur. Selain buah anggur, buah buahan yang lain tidak di disentuh. Misaki dalam benak berpikir kakek di depannya udah kehilangan gigi dan merasakan kasihan.


"Terima kasih"


"Gak perlu, jika ada yang melihat seorang mayat disini mereka akan ketakutan dan membuat kacau" balas misaki menggosok hidungnya.


Sudut bibir kakek tua itu berkedut dan menelusuri lengan panjangnya sebelum mengeluarkan sebuah kalung. Dia berkata "Gadis kecil ambillah kalung ini. Ini adalah balasan atas kebaikan anda"


Misaki mengibas tangannya dan berkata "kakek gak usah. Ku hanya melakukan supaya nanti tiada yang akan berteriak-teriak tengah malam"


"Ambil lah, satu hari kau akan memerlukannya" ujar kakek tua itu dengan sedikit paksaan dalam nadanya. Jelas sangat tidak senang karna misaki menolak hadiahnya.


Dibawah paksaan kakek tua, akhirnya misaki menerimanya "Haaa, baiklah"



Misaki mengangkat kepalanya untuk melihat kakek tua itu udah menghilang. Seketika Misaki menghirup udara dingin dan teringat tentang adegan barusan persis sama dengan adegan salah satu novel kesukaannya. Kakek tadi pasti adalah salah satu kultivator kuat!!


Misaki merasakan ledakan kesenangan dalam dirinya ketika tiba-tiba kesadarannya di tarik masuk ke dalam kalung.


Ketika misaki membuka matanya, kelihatan pemandangan padang rumput yang sangat luas, danau yang ditengahnya tumbuh pohon willow serta pagoda tujuh tingkat.


Dia benar-benar ingin berteriak kesenangan karna diberi sebuah ruang demensi. Ketika misaki ingin berjalan menuju pintu masuk bangunan 7 tingkat tersebut. Kelihatan dua ekor rubah yang memiliki sembilan ekor dan berwarna hitam dan putih sedang berlari kearahnya.


Jika dia tidak salah, kedua rubah itu seharusnya adalah penjaga demensi ini tetapi bagaimanapun firasatnya mengatakan Misaki tetap mengambil belatinya dan meningkatkan kewaspadaannya.


"Siapa kalian!?" ujar misaki menatap tajam keduanya rubah itu.


Keduanya berhenti di depan misaki dan mendongak ketika salah satunya berbicara "Master, kami adalah penjaga demensi ini dan akan menjadi peliharaan master"


"... tiada ujian? " batin misaki tercengang.


"Ka..kalian bisa berbicara" Misaki jelas tinggal di demensi modern dimana hewan berbicara hanyalah mitos. Bahkan jika dia menyukai membaca novel fantasi dia tidak akan membayangkan suatu hari akan benar-benar bertemu hewan yang bisa berbicara.


"En! Master, Master berikan kami nama!!" teriak rubah putih berlari mengelilingi misaki. Jika bukan karna fakta bahwa rubah ini memiliki sembilan ekor dia benar-benar akan menanggap satu ini adalah seekor anjing.


"Bagaimana dengan Snowy dan Blacky "


"Terima kasih atas kebaikan Master!!! "


...____________________...


...🍰Teater Kecil🍰...


TLG: Rubah putih kecil berlari di sekeliling dengan ekor bergoyang. Hayo, pasti gemas kan? 😽😽😽


Misaki : En, Seperti anak anjing


Snowy ( Melihat kesembilan ekornya dengan bingung) : Emangnya anjing ada sembilan ekor?


...__________________________...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🍵


Vote(harus ikhlas)🙏👇