How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#Chapter 24 : Rencana Lee May



"Gadis busuk gak punya sopan santun harus diberi pelajaran" batin Lee May menutup seringainya dengan kipas tangan bulan



Achuuu!!


Achuuu!!


Achuuu!!


Mendengar misaki bersin tanpa henti, Mizuki mengeluarkan sapu tangan dan memberinya pada misaki sambil berkata "Misaki apa kau flu? "


"Tidak. Mungkin ada yang berbicara dibelakang ku"


"Siapa yang berani menghina adik ketigaku" gumam mizuki gak terima


"Kakak kedua, misaki lapar"


Mizuki menatap heran pada misaki dan berkata"Apa kau tidak makan dalam tenda tadi?"


"Begitu banyak lalat sehingga misaki kehilangan selera makannya" ujar misaki dengan eksperasi sedih. Jika sahaja dia memiliki telinga seekor kucing maka telinganya akan turun.


"Haish... sebutkan sahaja status mu. Lagian kau bisa menyuruh an qi untuk membawa makanan ke tenda kenapa harus bersusah untuk satu tenda dengan yang lain" balas mizuki mendengus kesal.


...~Flashback on~...


"Haaa~ harini ku akan makan bersama nona-nona bangsawan itu. Alangkah baiknya jika bisa dapatkan satu atau dua teman" Gumam misaki dalam suasana hati yang baik


"Hei kau!!"


Misaki yang hampir memasukkan bubur dalam mulutnya terpaksa meletakkan sudunya "Apa lagi!!! " teriak misaki dalam benaknya.


"kau berani duduk di sini!! itu tempat duduk ku!" marah gadis berpakaian merah bermotif gagak hitam dan berselendang putih didominasi dengan warna merah


"Maaf tapi tiada nama seseorang pun disini" balas misaki menepuk kursi yang berlapit sutera lembut yang didudukinya.


"Berani sekali orang kecil sepertimu menghina nona muda!" ujar pelayan yang berada di sebelah gadis berpakaian merah


"... Enyahlah" singkat misaki setelah jeda sesaat.


"Engkau!! Hmph! Nona mudaku adalah anak dari menteri Keuangan, Sakura Sato"


"Nonaku memiliki tingkat kultivasi Lianhua Luse (Hijau)" An Qi tiba-tiba datang dari belakang misaki.


"Kau pelayan kecil berani menipu dengan tingkat kultivasi!!"


"Bahkan kalau ku menipu terus kenapa? Kau pelayan rendahan" setiap kata An Qi penuh dengan tantangan. Pelayan dari pihak lain marah dan mulai berdebat. An Qi yang udah terbiasa berdebat dengan Li Jun AKA pelayan milik Putra mahkota tidak mengherankan bisa mengalahkannya.


"Cih, hanya bisa bergantung pada pelayan sahaja" cibir sakura sato kepada misaki.


"Udah selesai? " tanya misaki meletakkan sudunya.


An qi ingin menyahut kalo dia belum selesai tetapi kalah cepat dari misaki "An qi ayo kembali" Dengan cemberut, An qi mencibir Majikan dan pelayannya sebelum mengikuti belakang misaki. Meninggal sepasang majikan dan pelayan yang mengutuk misaki dan an qi.


...________________________...


Keesokan harinya, perjamuan penutup dan majlis pemberian hadiah dilaksanakan. ada enam puluh tujuh peserta yang berpartisipasi dalam pertandingan berpedang dan pemburuaan diberikan sebotol pil tingkat menengah, tiga botol pil tingkat rendah dan senjata tingkat rendah.


Sementara itu, sebotol pil tingkat tinggi, tiga botol pil tingkat menengah, lima botol pil tingkat rendah dan senjata tingkat menengah diberikan kepada para pemenang kedua acara.


Setelah semuanya usai, langit menunjukkan tanda tanda sore. Kesemua tamu undangan berangkat pulang dengan pedang atau kereta kuda. Beberapa rombongan memilih menginap di penginapan dan akan menyambung perjalanan keesokannya.


...__________________...


Di sebuah hutan lebat yang dipisahkan dua oleh sebuah jalan. Lalunya sekelompok rombongan berkuda. Di tengah kelompok ronbongan berkuda ada kereta kuda yang memasang bendera khas kerajaan seribu lotus.


Di dalam kereta kuda, ada misaki, mizuki, fang dan mu ruishen. Mu ruishen awalnya akan mengikut kembali rombongan ayahnya tapi raja shi malah menahan Mu ruishen dan menyuruhnya mengikuti rombongannya.


Suasana yang disebabkan misaki yang tiada habisnya mengata lapar membuat suasana sedikit lebih hidup.


"Bersabarlah misaki" ujar fang mengelus kepala misaki. Keduanya menikmati dunia mereka tanpa mempedulikan tatapan menjengkelkan seseorang.


Mizuki menatap jengkel keduanya sebelum membuka kipas dan mengipasi dirinya "Manja"


"Kenapa? apa kakak kedua menginginkan?" goda misaki menarik turun alisnya.


Mendapat godaan misaki, mizuki menutup kipasnya dan memandang keduanya dengan tajam "masih ada tamu disini, jaga sopanmu Putri Ketiga dan Pengeran Makhota" kata mizuki menekan gelar kedua saudaranya.


"baik, baik " ngalah misaki mengembung pipinya. Tanpa sadar kedua pipi misaki ditarik dari arah berlainan


"Owh.. Owh" rintik misaki "Kakak pertama!! kakak kedua!! hentikan!! "


"Masih ada seseorang lagi disini" rengek misaki masih dicubit. Kupingnya memerah karna malu.


"Ia kan calon tunangmu, nanti kalau kalian sudah menikah, pasti akan meninggalkan kami berdua sama ayah"


"Huawwww... misaki gak akan lakukannya!! cepatlah lepas!! " rengek misaki mulai menangis.


"kamu terlalu mengemaskan" ucap fang menguatkan cubitannya.


"HUAWWW... AYAHANDA"


Raja shi yang mendengarkan teriakkan misaki menyelinap dari kudanya ke kereta kuda. Kedatangan raja shi secara tiba-tiba membuat Mizuki dan Fang terperanjat dan terus melepaskan cubitan mereka dari pipi mulus misaki yang sudah memerah.


"Ayahanda" rengek misaki berlari dan memeluk Ayahandanya


...⚜️⚕️_⚜️⚕️_⚜️⚕️_⚜️⚕️_⚜️⚕️_⚜️⚕️...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🍵


Vote(harus ikhlas)🙏👇