
Misaki tidak bisa menahan diri melihat pemandangan di balik pintu dan segera menendangnya "KURANG AJAR!!!"
Pelayan wanita yang baru membuka pakaiannya sampai tulang selangka dikejutkan dengan tendengan misaki dan segera memakai pakaiannya kembali. Misaki yang melihat wanita yang meraba-raba saudaranya tadi tidak menahan kilatan kebencian melintas dibalik matanyanya yang emas kecoklatan.
Dia benaknya, saudara laki-lakinya adalah giok bersih tanpa sebutir debu dan bersinar cerah dibawah bulan purnama tanpa sebarang kecacatan. Giok ini yang selalu dia kagumi disentuh oleh seorang wanita murahan kotor tentu sahaja membuatnya naik angin.
^^^Naik angin : sangat marah^^^
Misaki menatap ganas pada pelayan wanita seperti seekor predator. Dia mengerang rendah sebelum berkata dengan lirih "Tidak Tahu Malu"
Pelayan wanita yang masih shock tidak bisa menahan dari terbelalakkan matanya. Dia tidak tahu bagaimana bisa misaki datang kesini dan menabrak pintu ketika dia sedang melakukan sesuatu.
"Siapa kau!?" bentak misaki menarik kerah pakaian pelayan wanita itu.
Misaki memperhatikan wajah ketakutan pelayan wanita ini sebelum tertawa kecil "Hehehe, Sakura sato kau benar-benar tidak tahu malu! Apa kau pikir bisa mendaki kursi Putri Mahkota dengan trik kotor ini?! Bahkan kalau kau lakukan sekali pun tiada yang akan percaya dan akan berbicara bertapa tidak tahu malunya nona sakura yang memanjat ranjang Putra Mahkota.
Misaki melepaskan kerah pakaian Sakura sato dan mencampaknya ke lantai. Mengambil saputangan dari balik jubahnya dan mengelap tangannya. Kemudian, misaki membakar saputangan hingga tersisa abu. Menunjukkan kepada Sakura sato betapa jijiknya dirinya. Sakura sato yang menonton disamping menggertak giginya dan berlari keluar.
Misaki menatap dingin pada Sakura sato yang berada diluar. Dia tersenyum miring dan mulutnya terbuka tertutup. Tidak tahu apa yang dikatanya tapi beberapa bayangan di dalam ruangan tiba-tiba menghilang.
Misaki berjalan dan duduk di pinggir kasur.
Dia bersenandung kecil dan memperbaiki pakaian fang yang berantakan. Setelah selesai, misaki menghela napas dan keluar.
Misaki menutup pintu kamar dan berjalan kearah para penjaga yang berkumpul "Ekhem.. Ekhem"
Suara batuk palsu menyela pembicaraan mereka membuat para penjaga menoleh kebawah. Ketiganya dikejutkan dengan kehadiran misaki "Yang mulia!!"
"En, ketatkan penjagaan Putra Mahkota dan jangan sembarangan pelayan memasuki kediaman" ujar misaki datar. Setelah mendapat balasan dari mereka, misaki meninggalkan Kediaman Teratai Merah.
Misaki keluar dari kediaman melalui gerbang hadapan dan sukses membuat para penjaga gerbang hadapan terperanjat. Soalnya sejak kapan dan bila sang putri memasuki kediaman.
..._____________________...
Misaki duduk di kursi malasnya seperti biasa dan bersenandung ringin di bawah pohon maple. Karna cuaca semakin dingin, misaki merapatkan jubahnya dan meminum teh yang berada meja samping.
Misaki menghirup aroma teh tieguanyin dan berkata pelan "An qi~ Ayo ke pasar"
An qi mengangguk dan memberi sekantong uang kepada misaki. Setelah misaki bangun dari kursi malasnya, an qi menggantikan tempat misaki dan dengan malas mengayum-gayunkan kursi malas "Putriku, kembalilah lebih awal"
"Baik! " balas misaki mengedip matanya dan melompat keluar dari tembok.
...______________________...
...Dua jam kemudian......
Misaki sedang berbelanja ketika sudut matanya menangkap siluet hijau di lantai dua kedai teh dibelakangnya. Dia menoleh dan melihat seorang pria berpakaian hijau. Tersenyum secerah matahari dan mata abu-abunya menatap misaki dibawah dengan cahaya aneh. Rambutnya yang sehitam tinta berterbangan ditiup angin semilir dan menambahkan kesan menawan di sosoknya yang tampan.
Sementara para gadis yang melihat pemuda itu tersenyum malu-malu dan berbisik diantara mereka maka misaki adalah satu-satunya yang mengabaikan kehadiran pemuda itu dan terus berbelanja.
Misaki akan pergi ke kios lain ketika langkahnya diberhentikan oleh pemuda kekar atau kultivator yang pernah menyerangnya "Yang mulia, Gongzi mengundang anda untuk meminum teh"
Misaki menyipit matanya dan berkata "dan atas hak apa ku harus menerima undangan gongzi mu?"
..._________________________...
Catatan penulis:
Misaki: Dan atas hak apa ku harus menerima undangan gongzi mu? (눈_눈)
A-jun : Di dalam skrip menyuruh yang mulia untuk menyetujuinya. Yang mulia tidak memiliki hak untuk menolak (¬ω¬)
Misaki: (ノ ̄д ̄)ノ
...________________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)♥️👍
Komen(kalau mau)💬🍵
Vote(harus ikhlas)🙏👇