
"Kakak petama!! ku gak ingin belajar lagi!!" rengek misaki berguling-guling ditanah. Menyesal karna membuat permintaan yang berakhir menyulitkannya.
"Berhenti berguling dan kembali kesini"
"Gak mau!! kakak pertama bakalan memaksa lagi!!" balas misaki semakin kencang berguling ditanah.
Tiba-tiba muncul mizuki entah darimana mengangkat kerah misaki. Dia menyeret misaki yang memberontak dan melemparkannya ke pelukan fang "Berhenti merengek dan cepat mempelajari Guzheng dan segera membawa kembali rubah mu!!!"
Dibentak oleh mizuki, misaki membalas juga dengan merengek "Kalian berdua berhenti memaksaku!! Misaki gak ingin belajar lagi!!!"
"Kalian berdua, tolong diam dan misaki cepat duduk dengan benar" ujar fang menengahi keduanya.
"Gak mau!!!!" pekik keduanya menatap tajam pada fang dan kembali berdebat. Fang yang dibentak oleh kedua saudaranya terkesiap, inilah pertama kali dia dibentak oleh keduanya secara serentak.
...____________________________...
Setelah lima jam, misaki dan mizuki berbaik dan kembali ke kediaman masing-masing. Meninggalkan fang yang menderita sakit kepala. Keberuntungannya, Li Jun datang dan memberi pil untuk meredakan sakit kepalanya.
"Yang mulia, anda harus mempelajari dari Raja Shi lebih banyak lagi" saran Li Jun memijat pundak fang.
"Aiya, bagaimana bisa ku sanggup membentak keduanya. Li Jun kau juga tahu perasaan ini" balas fang melirik pria yang mirip bangsawan ini. Kadang-kadang dia iri akan ketampanan pria ini.
"Mn, A-qi bahkan dua kali lipat suka membuat masalah daripada Putri Ketiga. A-yang mengatakan kalau Putri ketiga cepat atau lambat akan terpengaruh dengan sikap A-qi"
"hahah, gak apa-apa. An qi berkepribadian santai dibandingkan misaki yang mudah marah. Setidaknya, an qi bisa membina ulang keperibadian misaki "
...____________________...
Misaki kembali ke kediaman setelah mengambil Ju Wu dari mizuki. Dia mengelusnya sebelum membebaskan rubah itu di kamarnya.
Misaki masuk ke dalam ruang permandian dan membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, dia membuka almari dan memilih pakaian berwarna ringin, mengikat setengah rambutnya dengan pita dan setengahnya digerai.
...__________________...
Misaki yang tertidur nyenyek terbangun oleh cahaya menyilaukan. Dia membuka matanya dan melihat ruangan putih.
misaki melihat sekeliling dengan linglung dan terpaku ke sesuatu yang melayang "Dimana ini?"
Misaki beranjak dari duduknya dan berjalan kearah objek melayang tersebut. Misaki bisa melihat dengan jelas objek tersebut setelah berada di depannya. Dia yang awalnya linglung, akhirnya melebarkan matanya terkejut dan melihat sekeliling dengan waspada sebelum. matanya terpaku pada objek melayang "Buku keemasan?!"
Misaki yang ingin mengambil buku keemasan, tiba-tiba terpelanting oleh gelombang kuat. Dia mundur beberapa langkah dan mengernyit alisnya. Misaki kembali mendekat buku keemasan dan cahaya menyilaukan membungkus seluruh buku keemasan.
Detik selanjutnya, naga raksasa bersisik keemasan dan mata sapphire berdiri di depannya. Dia menatap misaki dengan ekspresi garang.
"BERANI SEKALI KAU MANUSIA RENDAHAN MEMEGANGKU!!! " suara naga itu memenuhi ruangan putih dan memaksa misaki untuk menggunakan qi untuk melindungi gendang telinganya.
Misaki menyipit matanya pada naga raksasa itu dan mencibir "Cih, Menurut mu aku akan lakukannya?"
"AHAHAHA!!! KAU GADIS KECIL MEMILIKI NYALI BEGITU BESAR!! BENAR-BENAR MENCARI KEMATIAN" naga raksasa tertawa lantang.
"Kenapa tertawa begitu lantang? Belum tentu anda akan tertawa pada akhirnya"
...______________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)β₯οΈπ
Komen(kalau mau)π¬π΅
Vote(harus ikhlas)ππ