
Selamat datang kembali ke novel How to Return to the Modern Dimension (HRMD) yang udah remake menjadi baru (つ﹏<)・゚。
To old reader, Penulis menyarankan untuk membaca kembali karna banyak yang telah berubah.. Sangat banyak sehingga tidak memiliki 60% kesamaan dengan yang lama. Penulis juga menunda rahsia yang akan misaki berikan kepada keluarganya karna itu terlalu dini (\=´∇`\=)
Also, penulis menunaikan permintaan kalian dan akan mengupdate setiap hari sehingga season 1 tamat sebelum penulis kembali hiatus. Doakan sahaja penulis tidak hiatus sampai setengah tahun lagi (¬ω¬)
Sebagai tanda permintaan maaf, penulis juga meletakkan teater kecil di akhir chapter sebagai pencuci mulut dan juga sila follow penulis di IG, FB and YT. Link channel penulis ada di bio IG dan FB.
Disarankan follow karna atau mungkin official art akan diupdatekan karna penulis yakin bahwa mangatoon tidak akan membuat komik yang diadaptasi oleh novel ini (இ﹏இ`。)
Karna mangatoon gak mau, maka hanya bisa menggunakan kemampuan penulis sahaja
(つ﹏<)・゚。
...___________________________...
Setelah selesai makan malam, misaki, mizuki dan fang berpisah. Karna mizuki dan fang udah pernah tinggal di Kediaman Jenderal Besar, keduanya memiliki kamar sendiri dan terletak bersebelahan dengan kamar Raja shi sementara Misaki bersikeras ingin tinggal di kamar tamu.
Misaki akan membuka pintu kamarnya ketika pendengarannya mendengar langkah kaki. Dia berbalik dan melihat Situ Nie memasuki halaman kamarnya.
Misaki memasang wajah datar dan bertanya "Ada apa sehingga membuat jenderal besar datang kesini?"
Situ Nie tersenyum kecut dan bertanya "Bagaimana dengan lukamu?"
Misaki mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum sinis "Ya, tidak membuatku mati lagi"
Situ Nie memandang anak yang hanya setinggi pinggangnya. Jika dilihat baik-baik, misaki memiliki 3 poin Situ Fengfeng dan 5 poin Raja shi. Situ Fengfeng memiliki mata almond emas kecoklatan, hidung mancung dan rambutnya sehitam malam dan misaki juga memilikinya.
Situ Nie menghela napas dan berkata dengan lembut "Maaf"
"Eh?" Misaki yang tiba-tiba dihadapannya dengan permintaan maaf menjadi beku ditempat. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapi permintaan maaf Situ Nie dan hanya mengangguk kosong.
Situ Nie tersenyum tipis dan mengatakan selamat malam dan berbalik. Dia meninggalkan misaki yang masih membeku di depan pintu kamar sehingga angin malam meniupkan roh misaki. Saat itu, misaki tersandar dan menatap rumit Situ Nie. Itu sangat aneh bagi misaki ketika dia melihat pria tua itu tiba-tiba meminta maaf. Misaki berpikir bahwa Situ Nie mungkin hanya mempermainkannya sahaja dan esoknya bakalan memanggilnya anak sialan. Lagian dia tidak peduli.
...___________________...
Keesokannya, misaki tercengang mendapatkan perlakuan baik dari Situ Nie. Misaki bahkan meminta an qi memukulnya untuk mengonfirmasikan kenyataan.
"... apa pria tua ini gila?" Misaki bermain di benaknya ketika Situ Nie datang dan memberinya tanghulu. Misaki menyipit matanya pada Situ Nie dan mengambil tanghulu sebelum berlari jauh.
Situ Nie memanjakan misaki dan misaki menerima niat baik itu tapi tetap waspada dan selalu mengelak berjumpa Situ Nie. Bahkan dia tetap bersekukuh untuk memanggil Situ Nie Jenderal Besar dan bukan kakek. Misaki yang diperlakukan baik oleh Situ Nie sedikit demi sedikit berhenti membalas dendam.
Benar, ketika hari kedua dia berada di Kediaman Jenderal Besar. Misaki membuat keributan dengan memotong kumis Situ Nie. Hari ketiga, Misaki membuat Situ Nie tergantung di pohon dengan menggunakan tali penghisap qi dan hari keempat, misaki mengikuti Situ Nie ke markas secara diam-diam dan membuat heboh dengan menyerakkan seluruh ruang kerja Situ Nie tapi misaki masih menahan diri dan tidak menyentuh berkas-berkas penting.
Bukan hanya ruang kerja, misaki masih sempat memasuki gudang senjata dan beberapa tempat lainnya. Dengan sengaja membuat semua barang berserakan tapi tidak menyebabkan kerosakan yang teruk. Yang paling penting, tiada yang tahu kalo dia dan an qi yang lakukan.
Misaki membuat masalah selama tiga hari berturut-turut tapi berhenti membuat masalah pada hari kelimanya di Kediaman Jenderal Besar. Itu karna, dia mulai berbaik dengan Situ Nie dan berhenti membalas dendam. Misaki bukan orang tidah tahu berterima kasih dan dia berterima kasih dengan berhenti menyulitkan Situ Nie.
Misaki baru mulai berbaik bukan udah berbaik, buktinya dia masih tidak menyukai Situ Nie menggosok kepalanya. Dia kadang tanpa ragu memanggil Situ Nie pria tua dan berlari kearah kedua saudaranya.
...____________________...
TLG : Bayangkan kalian memiliki seekor kucing garang. Bagaimanakah cara kalian untuk membujuk kucing garang? (゚Д゚?)
Situ Nie : Memanjakannya dengan kekayaan dan manisan ╮(^▽^)╭
Fang : mengaruk leher mereka... itu mungkin efektif... ku rasa (・_・ヾ
Raja shi : Memberi lebih banyak kekayaan dan manisan (¬ω¬)
Nyonya Besar : Apa dia berani menjadi liar di depan ku (눈_눈)
Snowy : Memberinya permainan favoritku (≧∇≦)/
Blacky : Abaikan mereka ( ̄^ ̄)
Ye Lin : Berikan mereka susu? Ntah, jangan tanyakan padaku. Ku tidak pernah menjaga kucing sebelumnya (・_・ヾ
Ju Wu : Ntah, ku bukan kucing tapi rubah (⌐■_■)
Han RuCheng : Tiada masalah, layani mereka seperti seorang raja (◞ꈍ∇ꈍ)◞⋆**✚⃞ྉ
An qi : Jika dia terlalu liar maka berikan kepada A-yang
( ̄▽ ̄)ノ
Xiu Yang : Ku memiliki kesabaran tanpa batas, tiada masalah untuk menjaga seekor lagi
(\=´∇`\=)
Li jun : Mengikuti cara Putra Mahkota ( ̄^ ̄)
Mizuki (Kabur) : TIDAK AKAN ADA KUCING DI DALAM MIMPIKU MAUPUN KENYATAAN!!!!!!
ヽ(`Д´)ノ
Misaki yang merupakan kucing garang berada di demensi lain dan bersin tanpa akhir. Tidak mengetahui bahwa semuanya berbicara tentangnya.
...______________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)♥️👍
Komen(kalau mau)💬🍵
Vote(harus ikhlas)🙏👇
IG : crystallotus_
FB :crystallotus_