How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#Chapter 21 : Mengenangkan Masa Lama I



Misaki mencubit pipi rubah putih tersebut. Dia bisa merasakan akan meleleh melihat kelembutan rubah satu ini"Kawaii~"


Tanpa sadar, misaki mencubit terlalu kuat sehingga snowy mengeluh kesakitan "Owh.. Owh.." Snowy melompat dari pelukan misaki dan berlari ke punggung blacky tapi blacky mengelak dari meminjam punggungnya.


"JieJie, tega sekali kau... " rengek snowy


Blacky menatap acuh tak acuh Snowy sebelum berkata "Berhenti berakting"


Mendengar bahwa kakak kesayangannya mengacuhkannya. Rengek Snowy semakin kuat "Uwahh!! "


Blacky"... "


Misaki"!!!"


"Cup.. Cup .. Jangan nangis" bujuk misaki menggendong dan mengelus kepala Snowy. Blacky hanya memutarkan matanya dan berlari menuju kearah vila.


Misaki mengikuti dibelakang blacky yang memasuki halaman vila. Dia semakin terkejut ketika melihat bahwa susunan bangunan hampir mirip dengan vila milik kakeknya yang menetap di Suzhou, China.



Misaki mengikuti instingnya dan akhirnya berada di sebuah gazebo yang terpisah dari halaman utama dan hanya ada jambatan sebagai perhubungan.


Dia duduk di sofa bench yang disediakan dan meletakkan snowy yang meringkuk di sisinya.


^^^Sofa bench^^^



Misaki menampung kepalanya dengan tangan bersilang di atas meja ketika bergumam "Haish... Bagaimana keadaan otousan sekarang ya? Ku harap otousan tidak akan terlalu stress dengan kematianku"


^^^otousan お父さん \= bapak, ayah^^^


"Alice-chan.. " lirih misaki membenamkan wajah di lengannya.


...____________...


...Di Kota Osaka...


...25/12/2008...


...9:50 PM...


"Apa anda lapar? " tanya seorang gadis berpakaian mantel berbulu kepada gadis yang duduk di tepi toko dengan baju yang compang-camping dan rambut berantakan.


"Ah!"


"T... tidak"


Lauren kecil mengernyit alisnya ketika menanyakan soalan lain"Kedinginan?" tapi dibalas dengan gelengan.


"Siapa nama anda? " tanya Lauren menutup tubuh pengemis tersebut dengan mantel bulu dari tasnya. Dia bahkan meletakkan sekantong beg plastik berisi beberapa jenis jajan dan minuman di sebelah pengemis itu.


"A.. Alice Tamaki, arigatou gozaimasu" ujar malu-malu Alice merapatkan mantel bulu yang menyelimutinya.


^^^terima kasih:arigatou gozaimasu^^^


"douitashimashite" balas Lauren tersenyum manis.


^^^sama-sama:douitashimashite^^^


Ketika keduanya saling berkenalan, muncul sebuah suara berat memanggil "LAUREN, AYO KEMBALI"


"BAIK" balas misaki kepada ayahnya.


"Alice-san, Ku akan datang kesini lagi. Selamat tinggal" ujar misaki mengengam tangan Alice sebelum meninggalkannya. Alice terpana dengan perbuatan Lauren yang tidak jijik padanya.


..._________________...


Lauren menepati janjinya dan setiap hari mendatangi Alice untuk menjadi teman bicara, memberi hadiah dan mengajari beberapa seni bela diri.


Hubungan keduanya berlangsung hingga lima bulan lamanya. Jika orang lain melihat keduanya, mereka akan terpikir bahwa keduanya adalah adik beradik jika saja keduanya memakai pakaian yang sama berkualitas.


Suatu hari, Lauren baru sahaja kembali dari akademi ketika dia menyadari kalau Alice tiada di tempat yang mereka janjikan. Dia hanya melihat beberapa kesan perlawanan dan menjadi semakin cemas.


"ALICE-CHAN!!! ALICE-CHAN!!! " teriak cemas Lauren mencari-cari di sekitarnya kawasan. Dia menolak gagasan bahwa Alice diculik dan terus mencarinya sampai lewat malam.


Lauren masih terus pencarian sehingga delapan tahun. Dia sangat tertekan akan kehilangan Alice ditambahkan lagi kasus tentang pembunuh bayaran yang menjadi incaran negara tiga tahun lalu.


Lauren secara kasar mengambil laporan yang udah di selidik bawahannya dan menyelidikinya sendiri tetapi sesuatu yang aneh muncul dibenaknya "Apa mungkin Alice-chan diculik untuk menjadi pembunuh bayaran?" gumam Lauren curiga.


"Hanya bisa mulai menyelidiki dari cabang institusi Blue Moon dahulu" batin lauren membaling file kuning ke atas mejanya dan memijat ruangan antara dua alisnya yang berdenyut.


"Aoi-san, cepat bersiap. Misi kali ini hanya butuh kita berdua sahaja" ujar Lauren dibalas anggukan dari gadis bernama aoi. Aoi adalah bawahan kepercayaan ayahnya. Dengan itu, Lauren juga mempercayai aoi dan menghormati aoi.


...________________________...


Lauren memakai hoodie hitam dan penutup mulut. Aoi ketika melihat Lauren berpakaian santai dia hanya bisa berpikir kalau lauren bukannya ingin melakukan misi tetapi lebih kepada ingin berguling di kasurnya dengan berpuluh-puluh buku di sisinya.


"Lauren-san, apa kau ingin berguling di kasurmu atau melakukan misi? "


"Tentu sahaja melakukan misi!"


"Kau berpakaian seperti akan berguling di kasur dan membaca nove-"


Lauren dengan cepat memotong perkataan aoi dengan berkata "Setelah pulang". Jawapan Lauren tidak memberikan sedikit pun kejutan pada aoi karna dia udah terbiasa sejak dua tahun lalu. Ketika dia baru pertama kali berkerja bersama Lauren.


Aoi dan Lauren menaiki mobil sport Honda NSX dan meluncur menuju salah satu cabang institusi Blue Moon yang tersembunyi. Institusi Blue Moon sangat terkenal dengan bagaimana mereka menempah anak-anak polos menjadi pembunuh berdarah dingin.


^^^Honda NSX^^^



Institusi Blue Moon adalah sebuah keberkatan sekaligus sebuah malapetaka karna mereka bisa memberi pelindungan dan pada saat bersamaan mereka juga bisa menghancurkan sebuah kota dengan kekuatan mereka.


Sesampainya disana, Lauren turun dari mobil dan berjalan menuju gerbang tetapi ditahan dari masuk.


"Siapa?" tanya penjaga gerbang.


"Ku hanya ingin menjumpai wakil ketua institusi Blue Moon"


"Ada urusan ap-" terpotong perkataan penjaga gerbang ketika tiba-tiba dia merasakan aura dingin dan tatapan seperti seekor naga menatapnya.


Kedua penjaga gerbang menelan saliva mereka dengan susah payah sebelum satu dari mereka memberi arahan pada yang lain "Hong, bawa Nona ini ke ruang tamu, ku akan menjumpai ketua"


"Nona, silakan ikuti saya" ujar penjaga gerbang dengan penuh hormat. Lauren tersenyum sinis dari balik penutup mulutnya.


...__________________...


Keduanya memasuki ke sebuah ruangan bernuasana mewah. Di tengah langit-langit atap terdapat simbol khusus institusi Blue Moon. Setiap barang yang ditata di dalam ruangan sangat bernilai. Lauren yang telah melihat pelbagai jenis kemewahan sedikit tertegun.


Lauren duduk di sebuah sofa panjang dan dilayan dengan sepoci teh dan kue kering. Lauren bahkan sempat membaca majalah sementara tunggu wakil ketua yang dia nantikan. Tentu sahaja pelayan yang melihat betapa santainya Lauren tidak bisa menahan dari mengerutkan alis mereka.


Tiba-tiba pintu dibuka dengan diikuti sebuah suara "Nona, ini adalah wakil ketua kami" ujar penjaga gerbang berdiri di belakang seorang wanita yang memakai pakaian latihan.


Lauren hanya menganguk dan kemudian penjaga tersebut meninggalkan keduanya dan gak lupa untuk menutup pintu.


"Ada urusan apa anda meminta kehadiranku" ujar wanita tersebut menatap tajam padanya. Jelas sangat tidak suka diganggu.


"Hanya iseng sahaja" ujar santai Lauren masih membaca majalah. Dia bahkan hanya memandang wakil ketua itu dengan sebelah mata.


"Hahahaha!!! apa sebenarnya tujuan mu? Jangan berbohong"


Lauren membalas"Haah.. wakit ketua, kedatanganku hanya ingin meminta mencari seseorang bernama Alice Tamaki" Ketika Lauren menyebut nama itu, wakil ketua institusi Blue Moon membeku sejenak.


..._______________________...


Catatan penulis :


Alice : Sabar-sabar, ini adalah dugaan semata-mata (╯°□°)╯︵ ┻━┻


Bawahan Alice : Nona ini sangat hebat!! Bahkan bos sangat menghormatinya!! (◞ꈍ∇ꈍ)◞⋆**✚⃞ྉ


Lauren : Apa yang kalian bicarakan? ( ̄^ ̄)


...___________________...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🍵


Vote(harus ikhlas)🙏👇