
Situ nie yang diledaki dengan kesombongan misaki mengeluarkan lingkaran di belakangnya. Lingkaran itu berwarna biru langit yang bermaksud Situ Nie berada di Kaisar roh tingkat menengah.
"Kaisar roh..."
"Aiya, Jenderal Besar Situ benar-benar tidak memberi keringanan pada junior ini. Xia Wen adalah pusaka tingkat tinggi. Tidak tahu apakah bisa juga melawan Kaisar Roh" Misaki berbicara sambil mengelus pedangnya. Setiap kali misaki mengelus pedangnya, jalur biru dipinggirannya bersinar cerah.
^^^Xia Wen : Nama pedang milik misaki ^^^
^^^Xia: Ceria dan bersinar bagaikan cahaya matahari^^^
^^^Wei: Berharga^^^
Situ Nie merasakan harga dirinya diinjak oleh misaki dan berteriak "Anak sialan, kalau kau berani bertarung diluar" Situ Nie menghilang dari udara tipis. Misaki menyipitkan matanya dan juga menghilang dari udara tipis.
..._____________________...
Di lapangan pertarungan, keduanya berdiri berlawanan arah. Satu berbadan kekar dan tinggi dan satunya lagi berbadan mungil dan pendek. Beberapa pelayan dan prajurit yang melihat keduanya muncul dari udara tipis dan berdiri di lapangan pertarungan terkejut dan bingung.
Anak mungil itu terlihat setinggi 9 atau 10 tahun. Dia memakai pakaian ringan dan tidak memiliki banyak lapisan kain. Itu lebih mirip seperti pakaian pertarung. Tubuh mungil itu memancarkan aura kesombongan. Tapi itu bukan fokus utama mereka, Mereka bisa melihat keduanya akan segera bertarung.
Semuanya khawatir misaki akan terluka dan ingin membawanya turun dari panggung tapi sayang sekali array pelindung udah diaktifkan dan membuat mereka tidak bisa naik ke panggung.
"Kau!..."
"Ada apa Jenderal Besar Situ? Apa kau takut?" Misaki menyeringai
Jenderal Situ yang melihat misaki menyeringai, meludah dan berkata "Ciuh! siapa takut!! "
Misaki tidak menghiraukan ekspresi Situ Nie dan kembali dengan ekspresi dinginnya. Dia meluncur kedepan dan mulai menyerang. Keduanya sangat kuat dan gerakan mereka lincah. Penonton hanya bisa melihat cahaya merah dan biru saling menabrak.
Karna arus elektrik bisa mengalir melalui besi dan juga salah satu elemannya adalah petir maka dia udah mempersiapkan rencana ini. Menempelkan Xia Wen pada pedang Situ Nie dan menyalurkan energi petir kedalam pedang untuk membuat jenderal situ kesetrum listrik.
Akibat terlambat menyadari rencana misaki, Situ Nie akhirnya kesetrum listrik tapi itu hanya bertahan untuk beberapa detik sebelum dia bangkit kembali.
Sudut mulut misaki berkedut melihat rencananya tidak mampa "Ku udah membuatnya kesetrum listrik tapi kenapa dia udah secepat itu membaik?"
Situ Nie bangun dari berlutut. Kesetrum listrik membuat detak jantungnya tidak beraturan yang membuatnya kesakitan sehingga berlutut tapi itu hanya beberapa detik sebelum detak jantungnya kembali normal "Hanya permainan anak-anak sahaja, tidak bisa menghentikan ku seorang jenderal besar"
Misaki masih memakai ekspresi dingin dan berkata di benaknya "Dia jenderal besar, tentu sahaja dia pernah merasakan kesetrum listrik. Kalau tidak bagaimana dia bisa mendapatkan 35 kemenangan"
Misaki mendengus kasar dan mengumpulkan qi-nya. Dia bisa melihat bola api yang semakin membesar di tangan Situ Nie. Bola api itu akhirnya berhenti membesar ketika ukurannya hampir menutupi setengah panggung yang luasnya hampir seluas empat buah rumah.
"The first stage of nirvana fire: The ball of hell fire" Bola api itu dengan cepat meluncur kearahnya misaki.
Misaki mengangkat pedangnya dan berkata "Turbulent Ocean of Roses" Jalur pedang yang awalnya biru berubah warna menjadi hijau dan ribuan kelopak mawar memenuhi array sehingga penonton di luar tidak bisa melihatnya. Situ Nie juga kewalahan untuk melihat misaki dan tanpa sengaja tergores oleh kelopak mawar.
Situ Nie menebas kelopak mawar yang menyerangnya dan serangan kejutan misaki. Misaki hanya fokus menyerang Situ Nie dan membiarkan kelopak mawar setajam pisau itu memotong-motong bola api sehingga menjadi potongan kecil batu.
..._________________________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)β₯οΈπ
Komen(kalau mau)π¬π¦
Vote(harus ikhlas)ππ