How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#chapter 28 : Aula Disiplin



"Aiya, tentu sahaja ayah dan Alice sedang berkabung untukku. Bajingan dan jalang itu.....Pastinya hanya berakting berkabung" batin misaki menulis satu barisan peraturan. Dia tersenyum muram dan menyelesaikan satu kertas penuh peraturan.


Semakin memikirkan pasangan yang menyebabkan kematiannya pada kehidupan sebelumnya semakin cepat tulisan tangan misaki. Seolah melampiskan amarahnya. Dengan dorongan dari amarah, misaki menghasilkan tumpukan kertas tanpa ada sebarang energi Qi. Sama seperti yang diperintahkan raja shi.


Misaki menjadi tenang setelah selesai menulis dua keping kertas penuh aturan lagi. Tiba-tiba bau harum khas sup ayam milik koki istana menyerbu indra penciuman misaki "Ini bau sup ayam milik paman Qi!! "


Misaki yang udah lama kelaparan, mengekori bau sup ayam khas milik paman Qi atau koki istana. Diantara makanan istana, sup ayam milik koki istana adalah sup terenak yang pernah dia makan. Sup yang dimasak dengan tumbuhan spritual yang udah diolah sebagai serbuk dan ditambah dengan ayam spritual yang dipelihara di gunung belakang Kolam Teratai Kristal.


Tentu sahaja sup ayam ini penuh energi spritual dan menjadi hidangan paling istimewa di istana. Setiap kali jamuan diadakan sup ayam ini akan disediakan. Tentu sahaja resep dan cara mengolah dirahsiakan. Bahkan ayam spritual di gunung belakang sahaja dijaga dengan ketat. Lebih tepatnya seluruh gunung di belakang Kolam Teratai Kristal dijaga ketat.


...____________________...


Misaki tiba-tiba terbangun dari lamunan dan melihat sekelilingnya. Ada pohon flamboyan di sebelah danau buatan. Di tengah danau terdirinya gazebo beratap biru. Sedikit mengenyitkan alisnya, misaki berpikir siapa pemilik kediaman ini ketika tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


"Putri, kenapa anda di sini?" tanya Mu RuiShen memandang misaki dengan polos.


"... sup ayam" singkat misaki kembali menjadi dingin seperti biasa. Ekspresinya seperti seseorang berhutang seratus emas padanya.


Mengabaikan ekspresi misaki, Mu RuiShen menunjukkan mangkuk kosong di tangannya dan berkata "Maaf putri, tapi supnya udah habis"


Misaki yang melihat wajah Mu RuiShen, gak bisa menahan urat biru yang timbul di dahinya. Entah kenapa melihat wajah di depannya terasa menjengkelkan sehingga seseorang ingin memukulnya.


"I.. iya, gak apa-apa. Putri ini bisa meminta paman Qi untuk memasaknya" balas misaki dengan senyum paksa. Dia benar-benar ingin keluar dari kediaman terkutuk ini dan mengayun pedangnya pada pohon di halaman belakang miliknya.


Dan yang paling menjengkelkan adalah puluhan pasang mata menatapnya di semua sudut. Di atas atap, di celah-celah semak, di atas dan belakang pohon, di koridor dan dibalik pintu kamar. Bahkan di danau buatan juga gak dilewatkan.


"Sepertinya para pelayan ini gak ada kerjaan sampai-sampai jadi tukang ngintip" batin misaki menggertak giginya. Dengan sekali kibasan lengan bajunya, para pelayan yang bersembunyi terekspos.


"Kalian semua pergi ke aula disiplin dan terima hukuman" ujar misaki mengirimkan tatapan mematikan pada para pelayan yang masih syok.


"Y.. yang mulia, kasihanilah kami" serentak tiga puluh lebih pelayan bersujud di depan misaki. Tentu sahaja misaki mengabaikan rayuan mereka dan memaksa semuanya keluar dan menemaninya kembali ke aula disiplin setelah berpamitan sama Mu RuiShen.


"Ck.. ck.. siapa sebenarnya kalian coba untuk menipu?! Apa kalian pikir Putri ini gak bisa merasakan kehadiran kalian!! " marah misaki pada pelayan yang berjalan lesu dibelakangnya.


Siapa sahaja di kalangan istana gak kenal dengan nama besar aula disiplin. Aula disiplin udah lama terkenal dengan metode hukumannya.


Untuk kesalahan kecil, mereka harus menyalin peraturan sebanyak 200 helai atau 500 helai tanpa sebarang Qi. Sementara kesalahan besar, mereka yang bersalah akan dipukul dengan papan 300 kali di bawah cahaya matahari terik atau jiwa mereka akan disiksa dan dihancurkan.


Istana Kerajaan Seribu Lotus bukannya istana biasa tetapi lebih mirip seperti sekta besar. Dimana seluruh pelayan bisa membaca, menulis, berkultivasi dan berlatih pedang, tangan kosong, alkimias, pengrajin, ramalan dan ilusi. Setiap pelayan yang masuk, jiwa mereka akan diikat dengan kontrak jiwa untuk mengelakkan pemberontakan atau pengkhianatan dan bisa membedakan antara penyusap atau pelayan kontrak jiwa.


...___________________...


"Kalian semua akan menyalin peraturan 300 kali di aula samping. Jika ketahuan ada yang berani menggunakan Qi untuk menyalin akan ditambah 200 kali!" perintah misaki setelah kelompok mereka tiba di depan aula besar disiplin.


Misaki menganguk puas dan masuk ke dalam aula besar disiplin. Dia kembali duduk di depan mejanya dan menyambung menyalin peraturan.


...-Dua hari kemudian-...


Misaki menyelesaikan satu kertas penuh peraturan sebelum ambruk. Selama dua hari terakhir, misaki gak kembali ke kediamannya atau pergi ke aula keluarga melainkan menginap di Crystal Dimensional Necklace. Selama di Crystal Dimensional Necklace, Misaki beristirahat untuk 30 menit dan kembali ke realiti untuk menyambung menyalin peraturan sebelum an qi akan membawa nampan penuh makanan.


Secara singkatnya, misaki gak memiliki masa istirahat dengan baik dan hampir berakar pada bantal yang dia duduk. Ketika dia menyelesaikan salinan terakhir, misaki ambruk tertidur di atas meja dengan lingkaran panda di matanya.


Setelah tiga jam tertidur, Misaki bangun dan masuk kedalam Crystal Dimensional Necklace untuk mandi dan berpakaian. Setelahnya, misaki berjalan ke dapur kerajaan.


..._________________...


Sesampainya di dapur kerajaan, misaki mencari sesuatu yang bisa dimakan dan alhasil tiada. Misaki udah melewatkan jam makan pagi dan siang . Wajar sahaja kalau dia lapar, bahkan dia belum berkultivasi sehingga periode puasa.


Misaki menggulung lengan bajunya dan mengambil bahan-bahan mentah untuk dibersihkan dan dipotong sebelum dimasak. Sekitar sejam memasak, misaki menghasilkan Mie Dandan, Tāngyuán dan Jus buah delima


^^^Mie Dandan^^^



^^^Tāngyuán^^^



^^^Jus buah delima^^^



Bau harum dari Mie Dandan berhasil memikat pelayan di sekeliling dapur dan aula keluarga. Semuanya dengan penasaran menyerbu masuk ke dapur dan terperanjat melihat misaki yang duduk di meja batu makan semangkuk mie.


Semuanya menelan saliva sendiri sebelum melihat satu sama lain. Dalam sedetik, dapur kembali kosong dan sepi. Semuanya melarikan diri karna takut dibawa ke aula disiplin seperti kelompok pelayan dua hari lalu.


...__________________...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🍵


Vote(harus ikhlas)🙏👇