How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#chapter 53 : Supermarket



Mizuki yang melihat misaki menahan sakit merasa marah dan membentak tabib "Apakah kau bisa pelan-pelan!! Bagaimana kau bisa menjadi tabib dengan perawatan buruk ini!!"


"..." Sebagai tabib yang udah lama berkerja di Kediaman Jenderal Besar, Inilah pertama kalinya seseorang mengejek keterampilan mediasnya. Terlebih lagi, pelayan pribadi Putra Mahkota dengan paksa membuang pilnya dan menggantikan dengan pilnya (LJ)


"Jika gak bisa, bicara aja gak bisa. Gak usah merawat adik ketiga ku. Li Jun juga bisa merawat misaki" Jika tatapan bisa menusuk maka tabib itu udah menjadi butiran debu karna ditusuk ribuan kali. Tabib yang mendengar Putra Mahkota juga mengejeknya terkesiap. Di kediaman jenderal, kedua saudara yang tidak pernah akur ini tiba-tiba bersatu untuk mengejeknya. Jika dia mengatakan ini ke pelayan lain mereka pasti tidak akan mempercayainya.


Raja shi yang dibelakang merasakan keinginan untuk menepuk dahinya tapi dia menahannya "Kedua bocah ini..." Di belakang raja shi berdiri ketiga pelayan pribadi misaki, mizuki dan fang. Ketiganya juga saling memandang dan juga merasakan keinginan menepuk dahi masing-masing.


...______________________...


Selesai membalut seluruh luka misaki, tabib itu berpamitan dan segera keluar dari kamar. Misaki sekarang terlihat lebih menyedihkan. Dari ujung jari hingga ke siku dia dibalut perban dan pipi yang putih dan berlemak itu juga memiliki tampalan kapas. Ditambah, misaki hanya memakai jubah dalam putihnya. Siapa-siapa yang melihat akan merasakan kasihan.


"Apa kau masih sakit?" tanya mizuki mencondong tubuhnya kearah misaki yang bersandar di kepala kasur.


Misaki menolak kepala mizuki menjauh "Ya" Dia menyipitkan matanya dan berkata lagi "Telingaku mati rasa"


"Baik, baik ku minta maaf"


Misaki menatap mizuki dengan sengit dan berkata "Keluar" Suara tidak rendah tidak tinggi tapi penuh akan intimidasi.


Mizuki yang diminta pergi mengernyit alisnya dan memanjurkan bibirnya. Sebelum dia berbicara, misaki menyela lagi "Ku tiada mood untuk ngorbol"


"Misaki, kenapa kau memanggil kakek dengan gelarnya? kau terdengar seperti orang asing" Mizuki jelas mengabaikan misaki dan yang lain juga penasaran akan jawapan misaki.


"Pria tua itu yang pertama kali melukaiku. Bukan sahaja memberi daging hangus pada lenganku, bahkan membuatku kehilangan wajah. Lebih baik ku pergi bermain dengan paman Qi dan paman Lu " ujar misaki penuh akan keengganan.


^^^paman Qi : koki istana^^^


^^^Paman Lu: Penjaga perpustakaan^^^


^^^Sesiapa yang tidak ingat, keduanya ada disebut di chapter sebelumnya.^^^


Fang yang awalnya tidak berbicara tanpa sengaja melihat pancaran niat dendam misaki. Salah satu sifat misaki adalah pendendam. Fang jelas tahu keinginan kuat misaki "Kau akan membalas dendam?"


"Kakak pertama sangat jelas dengan keinginanku" balas misaki tanpa ragu memberitahu keinginannya. Bahkan raja shi dan dua pelayan dibelakangnya terkejut. An qi yang paling dekat dengan misaki sudah mengetahuinya dan tidak terkejut.


..._________________________...


Setelah sekeluarga itu mengorbol ringan, misaki mengatakan dia terlalu letih dan ingin sendirian.


"Baiklah, jika perlu apa-apa, an qi berada diluar"


Misaki mengangguk. Dia melihat ketiganya keluar dari kamar dan membaringkan dirinya di atas ranjang. Misaki menutup matanya dan ketika di buka, pemandangan ruang tamu mewah menyambutnya.


^^^Seperti ini rupa dari set sofa abu-abu bayangan thor



^^^


Dia berjalan keluar dari vila dan tanpa sengaja melihat kedua rubah yang tertidur di gazebo. Memasuki gazebo, misaki duduk di samping kedua rubah yang saling berpelukan dan mengelus kepala mereka. Keduanya yang beristirahat mengerang rendah. Terdengar sangat imut.


Dia benar-benar ingin memeluk kedua rubah itu tapi sayang tangannya masih terluka dan terasa perih. Dia menghela napas dan keluar dari gazebo. Dia memanggil "Ju Wu"


Misaki memanggil beberapa kali tapi bahkan siluet rubah itu tidak kelihatan. Misaki mengangkat sebelah alisnya dan berkeliling sambil memanggil Ju Wu.


Setelah beberapa menit memanggil tapi tiada balasan, misaki mengerutkan dahinya dan berpindah masuk ke dalam pagoda "Apa Ju Wu ada di dalam pagoda?"


Setelah menjelajah sekeliling lantai dasar, misaki masih tidak menemukan Ju Wu dan naik ke tingkat kedua.


Misaki menaiki anak tangga satu-persatu. Misaki belum naik ke tingkat dua jadi dia sangat penasaran sekali dengan tingkat kedua. Sesampainya di tingkat kedua, kelihatan sebuah pemandangan yang membuat misaki terdiam membeku.


"Supermarket... wow...pertama kali aku lihat dalam pagoda ada supermarket"


..._______________________...


Catatan penulis:


TLG: Jauh berbedakan dari novel lain kan!? Di novel lain senjata atau obatan tapi ini supermarket o(≧∇≦o)


Misaki : Apa itu sesuatu yang harus dibanggakan (눈_눈)


TLG: ( ̄^ ̄)...


...__________________...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🙏


Vote(harus ikhlas)🦊😘


Sekalian vote thor di Lomba Update Tim