
Setelah dua puluh menit terbang, mizuki dan misaki mendarat di halaman milik fang. Keduanya bisa melihat fang yang membaca gulungan kertas tidak terganggu dengan kehadiran keduanya.
"Kakak pertama" sapa misaki pertama turun dari pedang dan menghampiri fang di meja batu.
Fang meletakkan gulungannya menjauh dan menggosok kepala misaki "Kemana sahaja kalian berdua pergi?"
Mizuki melompat dan duduk diatas dahan yang cukup kokoh di samping meja batu. Dia meletakkan lengannya di belakang kepala dan kakinya diayunkan "Hanya berjalan-jalan di istana"
Fang sedikit mendongak karna pohon yang mizuki berbaring tidak terlalu tinggi dan bisa naik dengan sekali lompatan "Melihat pangeran tampan?"
Mizuki yang sedang bersantai di atas dahan tersedak. Dia menatap marah fang dan berkata "Pangeran apa?! Ku hanya pergi melawat A-jing sahaja!! Kenapa juga ku harus melihat seseorang yang lemah dariku!!?"
"..." Misaki yang berada di samping keduanya hanya membisu dan merasakan bosan melihat keduanya bertengkar. Dia berjalan keluar diam-diam tanpa menganggu keduanya yang mulai terbakar api amarah.
...___________________...
"Apa harus masak ikan asam manis atau ayam tumis? Ck, ck, dimana sih an qi?"
Tiba-tiba angin semilir meniup rambut misaki dan muncul an qi di udara nipis "Putriku~" An qi sekarang kelihatan seperti wanita dengan pakaian pelayannya.
"..."
"Oh, berganti menjadi wanita lagi?"
"Putriku, bukan ku yang ingin memakainya tapi mendiang ratu yang menyuruhku berpakaian seperti wanita. Ku hanya melaksanakan perintah aja" An qi berakting sedih bahkan misaki bisa melihat lampu pentas yang menerangi an qi. Misaki mengernyit alisnya dan menghela napas.
Misaki memegang tangan an qi dan berkata dengan senyum lembut "Berhenti berpura-pura. Ayo temankanku memasak"
Walaupun perkataan dan ekspresi tidak selaras tapi an qi merasakan dia akan mimisan. Betapa imutnya putrinya ketika tersenyum. Tiada wanita lain yang bisa dibandingkan putrinya yang imut dan indah.
"Putriku, kau benar-benar akan membunuhku dengan keimutanmu. Percayalah, kedepan nya Putriku harus memakai cadar atau akan ada seseorang menganggumu"
Ekspresi misaki luntur dan dia berkata dengan marah "Berhenti berbicara omong kosong dan cepat bantuku memasak!!" Misaki menarik lengan pakaian an qi dan menyeretnya masuk ke dalam dapur.
..._______________________...
Di malam harinya, di aula keluarga meriah dengan perjamuan untuk mizuki. Makanan jamuan di sponsor oleh misaki, an qi dan para koki kediaman sementara hiasan di perjamuan di sponsor oleh Nyonya Besar dan pelayannya.
Jamuan dilakukan kecil-kecilan dan dihadiri oleh beberapa teman mizuki dan Nyonya Besar. Misaki dan fang tidak memiliki teman di Kekaisaran Langit dan juga Raja Shi. Ketiganya merupakan orang tertutup dan malas menjalinkan persahabatan.
Misaki seumur hidupnya hanya memiliki satu teman baik sementara yang lainnya dia anggap teman sepasukan atau teman sekelas dan tidak lebih. Sementara itu, fang tidak memedulikan tentang persahabatan. Dia hanya memedulikan keuntungan dan kerugian dalam satu persahabatan. Raja shi juga tidak memiliki begitu banyak teman. Ketika dia tiba di benua Dongchi, dia hanya melihat seseorang yang ingin menjalankan bisnis dengannya bukan berteman seperti teman-temannya di benua Ying Hua
^^^Benua Ying Hua : Jepang^^^
..._____________________...
Perjamuan berlangsung selama 3 jam, ketika selesai, misaki kembali ke kamarnya dan mandi ketika tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
Misaki membuka dan terkejut dengan kehadiran Situ Nie. Dia membuka mulut dan berkata dengan datar "Jenderal Besar? ada apa anda kesini"
"Apa besok pagi kau akan mengikuti mizuki untuk berlatih pagi?"
"Latihan pagi... Ikut" Misaki menganguk. Situ Nie menghela napas lega dan mengucapkan selamat malam sebelum meninggal halaman tamu. Misaki hanya menganguk dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Putriku, apa yang jenderal besar katakan?" tanya an qi mengayunkan kakinya. An qi tidak memakai jubahnya dengan benar dan terlihat semberono. An qi bisa dikatakan pria cantik. Dia memiliki bahu dan pinggang yang sempit. Di ujung mata rubahnya ada tahi lalat berwarna merah yang merupakan tanda kecantikan an qi sendiri.
"Latihan pagi...."
"Berhenti mengayunkan kaki mu!! dan pakai jubah mu dengan benar" Misaki tiba-tiba merasakan jengkel dengan kelakuan an qi walaupun sebelumnya dia udah terbiasa melihatnya.
An qi jelas terkesiap ketika mendengar bentakan misaki, dia berkedip matanya bingung dan memanjurkan bibirnya "Yang mulia~ kau membenciku!!"
"Ark! Yang mulia tidak menyukai ku lagi. Lebih baik ku mati daripada diperlakukan salah" An qi mengelap setitik air mata di ujung matanya dan memalingkan wajah dengan cemberut. Misaki yang di sisi lain memiliki wajah bergaris-garis hitam.
"AN QI!!!" teriak misaki bergema di seluruh halaman sebelum memuntahkan seteguk darah dan pingsan.
"Putriku!!"
..._______________________...
Catatan penulis :
TLG: An qi, kau membuat pekerjaan yang baik dengan membuat misaki pingsan
( ̄▽ ̄)ノ
An qi : Makasih (◞ꈍ∇ꈍ)◞
Li Jun : Percayalah, Putri ketiga tidak lama lagi akan diserang penyakit jantung jika an qi berada di dekatnya (눈_눈)
Xiu Yang : Li jun! jangan mengutuk Putri ketiga ∑(゚ロ゚〃)
Mizuki:... an qi cepatan beritahu rahsianya untuk membuat seseorang pingsan terlebih marah ⊂(・▽・⊂)
Fang: Mizuki!! saudara apaan lu!! malah bertanya kepada pelaku yang membuat misaki pingsan
ヽ(`Д´)ノ
Raja shi :Ku benar satu hal. Keduanya akan membuat orang pingsan karna amarah
( ̄ー ̄)
Situ Nie : Cucuku! gimana bisa pingsan? (*゚ロ゚)
Su Lun : Seseorang cepat panggil tabib!! Σ(‘◉⌓◉’)
Snowy : Jiejie, kenapa pelayan Master malah gak dipukul (・_・ヾ
Blacky : Salah fokus lu snowy
( ̄^ ̄)
Ye Lin : Master masih hidupkah? jika dia gak selesaikan misi, gw bakalan mati ni!! (┳◇┳)
Ju Wu : Jangan dong!! siapa yang bakalan ngelus buluku ∑(゚ロ゚〃)
...________________...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)♥️👍
Komen(kalau mau)💬🍵
Vote(harus ikhlas)🙏👇
IG : crystallotus_
FB :crystallotus_