
Setelah Situ Nie secara paksa menarik semula bola-bola api, perisai tanah itu kembali ke dalam bumi dan tanah kembali datar seperti tiada tanah yang bergerak dan membuat perisai. Di balik kerumunan, seorang wanita paruh baya berjalan dan naik ke atas panggung.
Ekspresi wanita paruh baya ini datar tapi tidak bisa menyembunyikan tatapan sengit di kedua matanya. Ketika dia berbicara, suara itu lembut tapi mengandungi ketegasan seorang pemimpin "Situ Nie, apa kesalahan yang barusan kamu lakukan"
Situ Nie diam mematung dan juga kerumunan terdiam membisu. Misaki yang melihat situasi terkejut menyadari identitis wanita ini. Dalam sesebuah keluarga besar hanya ada dua posisi sahaja yang bisa membuat seluruh pelayan terdiam. Satu Kepala Keluarga dan yang kedua ialah Nyonya Besar.
..._____________...
Tidak menerima sebarang balasan membuat wanita paruh baya itu bertanya ulang dengan sedikit lebih keras. "Situ Nie, apa kesalahan yang barusan kamu lakukan!"
Masih tidak menerima balasan wanita paruh baya itu membentak Situ Nie "BERLUTUT!!"
Misaki terbelalak melihat Situ Nie benar-benar berlutut. Melihat pria tua yang ingin membunuhnya barusan, bergementar ketakutan dan mirip seperti anjing taat benar-benar tontonan memuaskan. Dia benar, wanita paruh baya ini pasti adalah istri sah Situ Nie juga nyonya besar di kediaman ini.
Nyonya besar kembali bertanya"Situ Nie, apa kesalahan yang barusan kamu lakukan"
Akhirnya, Situ Nie mengigit bibirnya dan berbicara terbata-bata "A.. aku.. melukai... melukai anak tanaka" Sesiapa yang mendengarnya pasti bisa mendeteksi keenggaan dalam nada suaranya.
Nyonya besar menyipitkan matanya kearah Situ Nie sementara tangannya memberi kode untuk Raja shi membawa pergi misaki. Raja shi yang menerima kode nyonya besar menghampiri misaki dan menggendong anaknya. Raja shi cepat-cepat turun dari panggung dan meminta fang untuk mencari tabib.
...__________________...
"Mengapa?"
Jenderal situ terdiam seketika sebelum menjawab pertanyaan isterinya "D.. dia.. punca... Fengfeng...mati"
Nyonya besar yang menerima balasan seperti itu terbelalak dan membentak Situ Nie "OMONG KOSONG!!"
"FENGFENG BERUSAHA MELAHIRKAN ANAK ITU DAN KETIKA FENGFENG MENINGGAL KAU MALAH MENYALAHKAN ANAK YANG TIDAK PERNAH MELIHAT WAJAH IBUNYA!!! APA KAU SENGAJA MEMUSNAHKAN HARAPAN FENGFENG!!"
Situ Nie yang dibentak dengan keras terkejut dan melihat tatapan istrinya. Tatapan itu menunjukkan kejengkelan, kemarahan, kesedihan dan kekecewaan. Itu bercampur aduk dan membuat dada Situ Nie sesak. Dia mengigit bibirnya dan baru menyadari kesalahan fatalnya.
Dia benar-benar bodoh dan malah mendendam pada seorang anak kecil. Jika dipikir-pikirkan lagi, anak itu bahkan tidak seperti anak yang ceria sebaliknya dingin dan terlihat sedikit kesepian. Jika dibandingkan dengan kedua saudaranya, maka anak itu lebih menyedihkan.
Matanya mulai memerah karna menahan air mata. Dia sungguh merasa bersalah "Maaf"
..._____________________...
Dengan tempat misaki, sang empunya sedang dirawat oleh tabib untuk membalut luka-lukanya. Terutama di lengannya yang setengah terkena luka bakar dan goresan pedang.
"Ahh!! pelan, pelan... sakit" rintih misaki. Bagaimanapun, dia terluka oleh api yang mengandungi qi. Dia bahkan harus minum pil untuk mempercepatkan penyembuhan. Dia bukan sahaja kalah tapi menderita luka bakar dan membuat lengannya menjadi daging hagus.
..._____________________...
Catatan penulis :
Misaki : Hahaha!! melihat pria tua itu menjadi anjing taat benar-benar memuaskan kekesalan aku!! o(≧∇≦o)
Fang: Syukurlah jika kau menyukainya. Lebih dekat lah dengan Waipo dan bisa melihatnya setiap hari (\=´∇`\=)
Mizuki: Gak apa-apa. Siapa suruh waigong yang mengatakan kau anak bencana. Bisa memuaskan kekesalan kau benar-benar padan dengan berlututnya waigong
(・ω・)つ⊂(・ω・)
Raja Shi :...
Situ Nie :...
Nyonya Besar :...
Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu
Like(Gratis)♥️👍
Komen(kalau mau)🙏💬
Vote(harus ikhlas)🦊😁
Sekalian vote thor di Lomba Update Tim