How To Return To Modern Dimension

How To Return To Modern Dimension
#chapter 30 : Guzheng Surga



Untuk merasa lebih nyaman sila dengarkan Spring River Flower Moon Night guzheng cover dahulu.


Misaki berjalan kembali ke kediaman teratai biru dengan ekspresi puas. Ketika menginjak masuk gerbang teratai biru, dia disambut oleh meja panjang penuh makanan dan seluruh pelayan kediaman dan an qi yang bersujud "Selamat Kembali Ke Kediaman, Yang Mulia!!"


"..."


"Apa yang kalian lakukan dengan bersujud! cepat bangun!" pekik misaki seperti ibu yang lagi mendispilkan anaknya.


Dibalas dengan pekik misaki, an qi dengan kesal berkata "Iya dong, nenek misaki"


Dipanggil dengan nenek, urat biru misaki timbul "Berani sekali kau An qi... "


"Baik, baik. Putriku yang manis, imut, cerdas dan baik janganlah marah dan cepat mandi. Kami udah menyiapkan jamuan untuk kepulangan yang mulia~ " balas an qi menghiburkan misaki.


"Hmph! Pergi gantung terbalik segera! " hukum misaki kepada an Qi sambil menunjukkan pohon di belakang meja panjang. Seketika ekspresi bercanda an qi rentak. Dengan menyedihkan, dia dipaksa tergantung terbalik oleh beberapa pelayan lain yang terkekeh.


Setelah memastikan an qi benar-benar tergantung terbalik, misaki masuk ke dalam kamar di samping kamar tidurnya. Ruangan itu baru dibina dan terlihat baru. Di dalamnya, penuh dengan kabut putih yang berasal dari air hangat yang di tuangkan kedalam kolam sebesar kolam renang.


Misaki membuka pakaiannya dan masuk kedalam kolam. Kewangian dari daun mint memasuki indranya dan membuatnya semakin relaks. Sekitar setengah jam, misaki keluar dari ruang permandian dengan jubah biru. Di ujung lengan bajunya, siluet burung bangun berterbangan dijahit.


Melihat betapa mempesonakan sosok mungil ini. Salah stau dari para pelayan memuji "Yang mulia sangat cocok dengan pakaian baru ini" dan diikuti oleh pujian lain.


"Kalian bermulut manis. Ayo cepat duduk dan mulai jamuan" balas misaki dengan bangga. Misaki menepati kursi yang berhadapan dengan tempat tergantungnya an qi.


"An qi, apa kau tidak ingin turun dan makan bersama? Jika gak, kami akan mengambil bahagian mu" goda misaki menyumpit sehiris bebek peking dan mengoyangkannya di depan an qi.


^^^Bebek Peking^^^



An qi dengan cepat memotong tali dan duduk di kursi di depannya. Dengan senyum gembira, an qi memegang mangkuk nasinya dan menyumpit Bebek Peking, Ayam Cincang Gong Bao, La Ji Zi dan Fu Yung Hai


^^^Ayam Cincang Gong Bao^^^



^^^La Ji Zi^^^



^^^Fu Yung Hai^^^



...___________________...


Perjamuan berlangsung selama 2 jam lamanya. Ketika misaki kembali kekamarnya, Dia disambut dengan binatang berbulu.


"Ju Wu? Kau keluar dari kediaman kakak kedua?" tanya misaki membelai kepala rubah merah api itu. Yang dielus dengan manja menggosok-gosok kepalanya di telapak tangan misaki.


Setelah bermain sebentar dengan Ju Wu. Misaki membuka jubah luarnya dan memeluk Ju Wu dan jatuh tertidur. Setelah misaki benar-benar tertidur lelap, rubah itu dengan berhati-hati keluar dari pelukan misaki. Matanya menyipit pada wajah misaki dan ekornya gak bisa berhenti bergoyang.


..._____________________...


Keesokan malamnya, misaki memakai pakaian biru abu-abu dan mengikat rambutnya dengan pita yang serasi dengan pakaiannya. Gayanya serdahana tapi tidak bisa menutupi keanggunannya.


Misaki cenderung ke arah kecantikan dingin berbanding dengan keimutan. Wajar sahaja, ketika di kehidupan sebelumnya, dia bagaimana bunga di atas tebing. Tiada yang berani mendekatinya dan hanya bisa berdiri diatas keindahan yang lain.


"Putriku, anda ingin kemana? " tanya an qi ketika memasuki ke kamar misaki. Misaki dengan santai menjawab "Kediaman Teratai Merah"






Misaki memasuki gerbang dan disambut oleh seruan para pelayan"Selamat datang yang mulia"


"Mn, dimana kakak pertama?" balas misaki memberi isyarat untuk semuanya bangun.


"Yang mulia Putra mahkota berada di halaman belakang"ujar salah satu pelayan. Misaki menganguk dan berterima kasih dengan wajah datar.


Misaki melangkah ke halaman belakang dan melihat kakak pertamanya melamun menatap bulan. Tatapannya tidak bernyawa dan dilapisi kabut putih.


"Ka.. kakak pertama"


Fang tersentak dari lamunannya dan mengendar pandangannya dengan linglung. Matanya terpaku pada sosok mungil berpakaian warna biru abu-abu.


Fang tersenyum lembut dan memanggil misaki "Misaki, kemarilah"


Misaki menganguk dan berjalan kearah fang. Dia duduk disebelah fang dan menatapnya dengan mata berbinar "Kakak pertama~ kapan latihan ku akan dimulai!! "


"Mn, sekarang juga bisa dimulai" fang menjulur tangannya dan muncul guzheng melayang depan mereka.



"Ini adalah Guzheng Surga. Diperbuat dari White Wood dan Heavenly Flower. Guzheng Surga adalah tipe ofensif dan defensif" jelas fang.


"Apa guzheng ini akan digunakan?" tanya misaki dengan senyum penuh makna.


"Bukan" fang melambaikan lengan bajunya dan guzheng Surga menghilang.


"..."


Fang berdiri dan berjalan masuk gazebo. Dia memanggil misaki yang masih cemberut di meja batu "Kemari dan duduk disini"


"En" Misaki melangkah masuk gazebo dan duduk di depan guzheng biasa dan mendengar perjelasan fang.


Sambil memberi perjelasan, fang memberi contoh dengan memainkan satu lagu. Setiap senar yang dipetik menghasilkan sebuah alunan indah. Itu sebentar lambat sebentar cepat. Seperti namanya, lagunya benar-benar membuat seseorang terpukau.


Saat giliran misaki untuk mempraktikkan, Fang membantu misaki untuk mempraktikkan awal lagu. Itu tidak semudah kelihatan dan misaki membuat banyak kesalahan.


Pada keesokannya, Misaki berhasil mempraktikakkan awal lagu dan Fang menyuruhnya untuk melakukan berulang-ulang kali.


Pada hari ketiga, misaki bahkan tidak bisa berhenti melakukan kesalahan setelah masuk kepertengahan lagu. Bahkan fang harus memberi contoh berulang kali pada misaki.


Pada hari keempat, misaki hanya berhasil 20% dari keseluruhan lagu yang dimana membuatnya stress sehingga membentur kepala di dinding. Wajar kalo kecepatannya bermain sangat lambat, selama 22 tahun dia hidup, bahkan satu alat musik sahaja dia gak pernah pegang. Setelah dia mulai masuk ke dalam markas, ayahnya mendaftarkannya ke Akademi militer yang dimana setiap harinya bergelut dalam ilmu persenjataan, ilmu hukum, beladiri, kepemimpinan, dan sebagainya.


..._____________________________...


Maaf kalo ada typo atau perkataan melayu


Like(Gratis)♥️👍


Komen(kalau mau)💬🍵


Vote(harus ikhlas)🙏👇


jumpa di next chapter yah


maaf kalo lambat UP