
Mansion Justin yang sedang berpikir, begitu juga dengan Cleo.
"Jadi.. Apa rencanamu?" Tanya Cleo.
"Tidak ada.. Aku hanya harus menemukan Vivian" jawab lesu Justin.
"Ya harus ada rencana nya.. Dia saja menaruh uang ini ada rencana nya" tutur Cleo.
"Kau memang tidak sabaran" Justin mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi, terdapat titik merah di ponselnya.
"Itu apa?" tanya Cleo.
"Kau ingat cincin yang pernah kuberikan pada Vivian? Rupanya ia masih memakai nya.. New York" pungkas Justin.
Justin langsung merapihkan barang dan segera menuju kesana. Namun ia tidak sendiri karena Chris serta Vera juga kesana setelah mendapat lokasi dari para hacker yang mereka bayar.
***
Kota New York pagi yang cerah, Justin yang sedang serius mengikuti titik merah diponselnya.
"Apa benar disini?" Tanya Cleo yang hanya mengikuti Justin.
Disisi lain Vera yang sedang memperhatikan CCTV yang terpantau Vivian berada didalam sebuah Cafe.
"Tidak bisa menangkapnya.. Disini sangat ramai.. Akan bahaya ketika nanti FBI tahu" pungkas Vera.
"Ini makin seru.. Akan ku panggil yang lain" balas Chris yang mengambil ponselnya.
"Dengar.. Aku tidak ingin ada keributan, lebih baik.. Tunggu dia berada di tempat sepi" peringatan Vera.
"Aku tidak bisa menunggu, kalau dia sadar semuanya selesai" jawab Chris.
Diluar Justin masih mengikuti tanda merah, namun Cleo langsung menarik lengan Justin untuk bersembunyi diantara dua gedung.
"Ada apa?" Tanya Justin bingung.
"Cafe wendy.. Lantai 2 balkon.. CIA" pungkas Cleo.
(CIA agent rahasia Amerika)
"CIA" ulang Justin ia pun melihat ke arah gedung yang dimaksud, mata Justin menganalisis. Melihat earphones yang selalu dikuping untuk menerima perintah. Justin pun melihat-lihat lagi, namun ia justru menemukan tak hanya 1 agent CIA.
'1. 2. Tidak..' Batin Justin.
Justin kembali bersembunyi, Cleo menunggu jawaban.
"Aku benarkan" tanya Cleo.
"Iya.. Lebih dari 1 mereka ada 5 mungkin lebih.. Pasti mereka sedang memantau.. Cafe wendy" Justin melihat lagi titik merah tanda Vivian berada.
"Siapa yang mau mereka tangkap sampai melibatkan CIA?" Pungkas Cleo.
Justin melihat lagi orang-orang CIA yang masih memantau.
Didalam cafe memang ada Vivian sedang memainkan laptopnya, awalnya Vivian belum sadar tapi ada satu pelanggan yang berada dikasir melihat earphones ditelinga, Vivian melihat dari pantulan layar laptopnya.
Menyadari ada yang tidak beres, tiba-tiba pria di belakang mengeluarkan pistol dari saku belakang. Seketika Vivian bangkit dan membalik meja.
BRAKKK
Meja didepannya langsung berantakan, serta suara pistol terdengar.
CHUNGG.. CAB
Para pengunjung cafe langsung berhamburan keluar Vivian bersembunyi dibalik meja, dan mengeluarkan pistol kecil dari paha nya dan menembakkan dua peluru.
DOR. DOR
Meski tidak mengenai pria tersebut peluru membuat pria tersebut menghindar, saat itu Vivian melempar vas bunga serta barang yang ada didekatnya.
PRAANGG.. CWASSS
Suara pecahan dan barang yang terbentur, memberikan Vivian waktu untuk kabur, ia pun melarikan diri lewat pintu belakang.
Namun bukannya bisa melarikan diri, Vivian tercengang karena ada 10 orang CIA sudah menghadangnya dengan senapan.
"Freeze!!" Perintah anggota CIA sambil menodongkan senapan.
"Sssshh" kesal Vivian ia pun melempar pistol ke tanah dan mengangkat kedua tangan nya.
Tanpa perlawanan Vivian diborgol oleh mereka dan ia dibawa ke dalam mobil.
Mobil melaju sedang dijalan, Vivian duduk ditengah dengan tangan terborgol.
"Are You CIA?" Tanya Vivian dengan hati-hati.
Mereka tidak menjawab, Vivian sadar mereka bukanlah CIA karena ia yakin tidak membuat kesalahan apapun sampai CIA turun menangkapnya.
"Rupanya bukan, aneh sekali bahkan aku tidak melakukan kesalahan apapun" oceh Vivian sambil melihat posisi kunci borgolnya, itu ada dipria sampingnya.
Tangan cepat Vivian mengambil pisau kecil pada pria satu nya lagi dan menusuk bagian paha area kelemahan orang. Melihat temannya ditusuk ia mencoba membalas namun Vivian menendang dengan kakinya.
BUGH
Lalu Vivian mencekik pengemudi dari belakang dengan ikatan borgol nya. Kaki nya tak diam sungguh mengacau membuat sipengemudi bergerak kesana kamari, dan pada akhirnya..
BRUAAAKK
Mobil yang milik CIA menabrak pinggiran jembatan penyeberangan, tidak berhenti mobil yang terhempas kencang turun mengikuti gravitasi, seperti slow motion Mobil terjatuh dari ketinggian 2 meter.
BRAKKK
Mobil jatuh ke jalan dibawahnya yang dalam keadaan miring, bagian depan mobil pun hancur serta kaca tak terhindarkan juga pecah.
Vivian terbangun dengan cepat, ia menahan sakit tangannya, dan kepalanya akibat benturan.
Matanya melihat bensin yang mengalir keluar, didepan kap mobil api sudah membakar.
"Aisshh" kesalnya ia mencoba bangkit karena posisi mobil yang miring membuat seisi orang didalam berantakan tak karuan.
Vivian merogoh salah satu kantung pria yang tak sadarkan diri didekatnya dan mendapatkan kunci borgolnya ia pun segera keluar sebelum api merambat bensin.
Namun karena mobilnya miring ia kesusahan untuk membuka pintu, dengan hentakkan kaki nya ia mendobrak pintu.
BRAK
Pintu mobil terbuka paksa, dengan deru nafas terengah-engah Vivian mencoba keluar.
"Hahh.." Lenguh Vivian berjalan menjauhi mobil baru lima langkah mobil tersebut sudah terbakar.
DUARRR
Mobil meledak karena bensin bocor serta api yang dengan cepat menghanguskan mobil, hingga membuat Vivian menghalau matanya dengan lengannya.
Ada pria yang hanya sekedar lewat, melihat itu juga tak percaya bahkan melihat wanita itu baik-baik saja.
Vivian menghampiri orang yang memandangnya karena tak percaya.
"Do you want to help me?" Pinta Vivian menunjukkan tangan yang terborgol dengan memberikan kunci.
Tanpa berkata pria tersebut yang tak tahu apapun membantu Vivian membuka borgolnya.
"Thank You" ucap Vivian lalu membuang borgol tersebut ditempat sampah dengan santai.
Ia berjalan dengan kaki pincang mendekati sebuah mobil yang menyala untuk mengantar meski bukan taksi Vivian akan mengeluarkan uang. Padahal wajahnya tidak baik-baik saja karena luka.
Vivian membuka dan langsung menaiki mobil tersebut tanpa curiga.
"I Will pay, You can-" ucapan Vivian berhenti saat ingin memberikan uang dolar yang diikat yang jumlahnya 1 juta dollar.
Ternyata ada seorang pria yang dikenal Vivian ia menatapnya.
"Sudah lama bukan?" Sapa Chris dengan smirk nya.
"Ternyata.. Ini ulahmu" pungkas Vivian.
Tanpa menjawab mobil melaju membawa Vivian, dari kejauhan Justin melihat Vivian yang memasuki mobil hitam.
Justin sudah memantau apa yang terjadi, ia pun bergegas untuk mengikuti dengan pistol ditangan nya.
Ia pun juga memasuki mobil nya, dan memberikan perintah pada earphones nya.
"Dimana?" Tanya Justin.
"Aku sudah diposisi" jawab Cleo yang sedang memantau target dari senapannya.
"Aku dibelakang nya" jawab Justin.
"Ya.. Aku melihatnya" jawab Cleo.
"Tembak" perintah Justin.
CHUNG
Satu tembakkan mengenai mobil bagian depan dekat roda itu meleset namun membuat pengemudi nya kaget.
DRANK
Didalam mobil berguncang.
"Apa yang kau lakukan? Menyetir dengan benar!!" Pekik Chris.
"Maaf bos.. Seperti ada yang mengenai mobil" maaf sisopir.
CHUNG..
Satu tembakkan lagi kena ban mobil tersebut, seketika anak buah nya panik dan membanting stir ke kiri. Vivian reflek memegang erat pegangan.
BRAKKK
Mobil menabrak tempat sampah dari besi membuat bagian depan rusak parah, bahkan pengemudi langsung tidak sadarkan diri.
"Aishh.. Siàlãn" umpat Chris.
Itu adalah kesempatan, Vivian langsung membuka pintu mobil dan melarikan diri dari sana.
"Sungguh menyusahkan!!" Frustasi Chris ia keluar dari mobil.
CHUNG..
TANG.. TAKK
Kaget Chris yang tak tahu peluru dari mana bertubi-tubi datang. Chris langsung masuk dalam mobilnya lagi untuk menghindari penembak runduk.