
Ditengah amarah Justin dilantai atas Cleo berseru untuk memanggil Justin.
"Bos.. Lihat lah dikamar.. Ada uang" panggil Cleo dari lantai atas.
Justin malas merespon ditambah kekesalannya belum mereda.
"Apa maksudmu?" Tutur Justin yang sambil berjalan ke lantai atas.
Dan benar saat masuk ke kamar terdapat dua koper terbuka yang berisi uang dollar yang senilai 5 juta.
"Apa ini?" Bingung Justin.
"Semuanya dollar, dan aku menemukan ini juga diatas uangnya" Cleo memberikan sepasang anting wanita terbuat dari berlian bentuk daun.
"Anting?" Justin mengambilnya.
"Siapa--"
"Vivian tadi kesini?? Ini anting yang dia kenakan saat pernikahan. Cepat cek CCTV, dia pasti gunakan Chris untuk pengalihan" Justin sudah menebak nya.
Anak buahnya datang membawa laptop dan memperlihatkan CCTV. Dan satu anak buah lagi yang terlihat menyesal.
"Maaf Bos.. Aku kehilangan nya, Nyonya Bos tadi kesini" minta maaf pria tersebut.
Masih belum puas hanya dengan perkataan anak buahnya, Justin ingin melihat langsung CCTV, Disana terlihat Vivian yang menaiki tembok.
Flashback On
Vivian selesai menemui Vera ia langsung ke mansion Justin tapi tidak lewat pintu depan, artinya ia mengendap-endap untuk masuk sambil membawa dua koper berisi uang.
Dengan memanjat Vivian tiba dilantai dua, ia melihat Chris ada diluar, Vivian langsung menyembunyikan diri karena Justin keluar untuk menemui Chris. Itu seperti tamu tidak diundang.
Dirasa sudah aman Vivian masuk ke dalam kamar dan menaruh dua koper tersebut, lalu mengeluarkan anting miliknya dan ditaruh diatas tumpukan uang tersebut.
"Kalau begini, Justin akan tahu kalau ini dariku" monolog Vivian lalu segera meninggalkan kamar tersebut sebelum Justin mengetahuinya.
Tak terduga ada satu anak buah Justin yang melihatnya keluar dari kamar, Vivian mulai panik.
"Hi.. Aku meninggalkan barangku didalam" sapa Vivian yang mendekat.
Anak buah nya yang ingin mengabari lewat walkie, sebelum itu terjadi Vivian menendang walkie tersebut tanpa mengenai tubuh pria itu.
TAK.. CRAKK
Walkie itu terlepas dari tangan pria itu dan jatuh ke lantai satu, Vivian memundurkan langkahnya lalu segera pergi.
"Sorry about that" nyengir Vivian.
Pria yang kebingungan antara ingin menyelamatkan walkie nya atau mengejarnya. Akhirnya pria itu kehilangan Vivian yang ada didepan matanya, dia sudah berhasil kabur.
Flashback Off
Justin melihat rekaman CCTV-nya dibuat tak percaya, bagaimana bisa anak buahnya dikalahkan oleh wanita.
"Melihat kemampuan nya.. Itu bukan tendangan biasa, jika kepalamu yang kena, kepalamu bisa retak" tutur Cleo.
"Iya nih.. Dia sangat lihai" Justin terus melihat video CCTV tersebut.
"Sudah selesai" seru Cleo dilaptop satu nya lagi setelah menganalisis suara.
"Sungguh 99% ini asli.. Mateo" kaget Cleo setelah mendapat hasil nya bahkan memperlihatkan codingan pada Justin.
"Asli katamu?" Justin dibuat kaget lagi.
"Iya, aku sudah periksa, ini suara Mateo dengan pria tidak dikenal, rekaman ini asli diambil saat bertelfon lewat ponsel" jelas lagi Cleo.
"Bréngsëk jadi Mateo selama ini pelakunya" umpat Justin ia memejamkan matanya erat dia sungguh stress.
"Kita harus bagaimana? Kau akan balas dendam? Tetap saja Vivian putri Mateo, benar yang di katakan Chris" ucap Cleo hati-hati.
"Aku sendiri yang akan menangkapnya, istriku kabur" pungkas Justin wajahnya serius.
***
Vivian menggeret koper ia sudah tiba dibandara, tiket sudah ada ditangannya ia sedang mengantri untuk masuk ke pesawat. Dalam setengah jam ia sudah berada di pesawat yang sedang terbang.
Di tempat lain yaitu tempat Vera yang memantau anak buahnya.
"Ketemu" sahut salah satu anak buahnya.
Vera langsung menatap, seharusnya dia tidak perlu mengumumkan nya begitu karena ada anak buah Chris.
"Kau yakin?" Geleng kecil Vera menatap anak buahnya yang tidak paham maksud nya.
"Ye?" Bingungnya.
Vera menghela nafasnya namun sambil mendekat melihat komputer.
"Apa maksudnya?" Tanya orang Chris.
"Ini ada nomor dibalik kalung nya, aku sudah mencari nya.. Ternyata itu adalah koordinat tempatnya berada di hutan sebuah kuil" terang orangnya.
"Tidak menyangka itu dekat hutan" tutur Vera.
"Kita kesana" ujar Vera yang langsung pergi, bahkan anak buah Chris memberikan kabar ke Chris.
Sesampainya di kuil sudah malam, tanpa izin mereka menyisir bagian kuil yang tidak terlalu besar.
Vera mengunjungi kuil belakang, dan ia melihat seperti bangunan tidak pernah di pakai, ia pun masuk.
Rasa suram didalam pun menyelimuti, ruangan itu kosong, namun Vera melihat ada lambang teratai dengan macan itu lambang organisasi milik ayahnya.
"Tidak ada apa-apa disini" tutur Vera kebingungan.
Namun ada yang aneh dengan lantai kayu tersebut, terlihat warna kayu yang berbeda.
"Warna nya berbeda.. Apa di sini" tutur Vera yang langsung menyuruh anak buahnya menerangi ruangan.
Mereka pun membongkar lantai kayu tersebut dan benar saja terlihat ada brangkas tuas pembukaan berbentuk bulat yang berada dilantai.
"Disini ternyata" lega Vera melihat sudah kebahagiaan ada didepan matanya. Tiba saat itu Chris datang melihatnya.
Baru tuas nya diputar kekanan tiba-tiba sebuah panah muncul.
SHING.. ***
Panah tersebut mengenai salah satu anak buah mereka.
"Aaakk" ia kesakitan sambil memegang kakinya.
Vera berhenti membuka, sepertinya ada sesuatu yang salah, Vera tanpa pikir panjang lagi memutar kiri, dan tembok yang ada lukisan nya bergetar ke dalam.
Ia mendekati lukisan ditembok, dan mendorong kuat, lalu terbukalah lantai menuju ke ruang bawah tangga ujung nya yang sangat gelap.
"Tunggu.. Kau yakin?" Tanya Chris.
"Kalau kau takut, pergi.. Dasar pengecut" pungkas Vera yang mengambil peralatan seperti senter dan stik bisa menyala dalam gelap.
Vera pun masuk menuruni tangga, tangannya tak lupa menerangi ruang dengan senter.
Saat sampai dibawah tanah hanya ada satu ruang yaitu sebuah brangkas ukurannya besar. Vera tersenyum senang ternyata brangkas nya tidak mitos semata ayahnya memang meninggalkan harta nya.
"Ayo buka.." Antusias Vera yang mengeluarkan kunci milik nya dan melihat ada disebelah kiri tembok yakin itu adalah pas dengan kunci ditangannya.
"Tunggu.. Ini apa?" Tunjuk Chris melihat sisi tembok sebelah kanan.
Vera menghampirinya terlihat bentuk tempat kunci untuk membuka brangkas.
"Kenapa ada dua?" Bingung Vera.
"Aku sangat tidak suka ini" dingin Chris.
"Vic!! Kau yakin ayah tidak menitipkan kunci apapun? Kenapa ada dua?" Ketus Vera pada kakaknya.
"Aku tidak tahu, kau pikir ayah akan percaya padaku untuk menjaga salah satu kunci?" Kesal Victor.
Salah satu anak buah Chris mendekati untuk melihat pola kunci, namun ia mendekat ke Chris.
"Bos.. Kurasa harus mencari kunci pasangan nya, jika dilihat.. Ini model yang unik sulit untuk membuat duplikat, meski bisa dibuat membutuhkan waktu 1 bulan bahkan bisa lebih" terang anak buahnya.
"Ada lagi menyulitkan.." Frustasi Chris.
"Kau sengaja kan? Cepat buka" dingin Chris berbicara pada Vera.
"Aisshhh... Aku hanya punya satu kun-- tunggu.. Kalau aku punya satu.. Kau tidak. Artinya Vivian menerima kunci satunya lagi" Kalimat pertama Vera meninggi namun ia menelaah pemikirannya yang logika.
"Vivian di mana?" Tanya Chris pada anak buahnya.
"Itu.. Orang kita kehilangannya" ragu anak buah nya.
PLAK
Satu tamparan dipipi anak buahnya, suara itu cukup nyaring karena ruangan yang ada dibawah tanah. Vera juga terkejut melihat yang terjadi.
"Oy.. Fokus!! Aku membayarmu mahal bukan untuk jawaban itu, temukan dia" Chris menggertakkan giginya sambil memukul kecil dengan kepalanya tangan dibahu kiri anak buahnya.
"Mohon maaf boss.. Aku akan temukan dia" tunduk anak buahnya.
"Justin dimana?" Tanya Chris.
"Dia masih di mansion nya" jawab anak buahnya.
Brangkas rahasia sudah ketemu namun ada masalah lain, ternyata ada satu lagi kunci yang belum diketahui oleh Vera.