Glorious Life

Glorious Life
O8 ∞ Limerence



Aku meluruskan kakiku lalu merebahkan diri di atas ubin, keringatku sudah bercucuran hampir membasahi seluruh pakaianku pagi ini.


Mataku terpejam, sembari mencoba mengatur nafas.


Satu menit


Dua menit


Pada menit ketiga Barulah setelah itu nafasku tenang, kubuka perlahan mataku untuk menatap luasnya lapangan basket.


"Sangat melelahkan ya?" Gumam Seseorang yang tak jauh dariku.


Aku menoleh mendapati seseorang yang amat kukenal sekaligus orang yang ingin kuhindari-Jeon Jungkook berdiri tak jauh dariku ia menggenggam sebotol air mineral.


"What are you doing in here?" tanya ku bangun kemudian duduk bersila.


Ia tersenyum kecil melempar kan botol minum itu kearahku, lalu berjalan mendekat.


"I'm in here..." ujarnya tak menyelesaikan kalimatnya, aku membuka botol minum itu dan bersiap meminumnya "to see my future"


Tersedak!


Tentu saja!, Okay! Jungkook benar-benar berbahaya dengan candaanya!


Jadi aku pura-pura tidak mendengar perkataananya tadi dan melanjutkan minum ku hingga habis setengah.


"Kenapa disini?"


Tanyaku sinis, dia terkekeh. Hidupku seminggu tanpa Jungkook tenang setelah pengakuannya Minggu lalu-kami tidak bertemu. Jelas seratus persen aku menghindarinya dan dia punya jadwal dengan Bangtan.


"Inikan fasilitas umum untuk penghuni apartemen ini"


"Aku tahu! Maksudku bukan itu"


Aku gemas sendiri melihat wajah polosnya. Dia membungkuk hingga wajahnya tepat di depanku membuat ku mundur tidak siap akan gerakan tiba-tiba itu.


"Geunyang"


Jungkook menjawab seenaknya, lalu duduk di depanku, menatapku tanpa tahu maksudnya.


Aku mengalihkan pandanganku kemana saja asal kan menghindari kontak mata yang dilakukan Jungkook.


"Kenapa berolahraga sekeras ini aigoo"


Keluh Jungkook menarik handuk yang tersampir dipundak ku, pria itu mengusap keringat diwajahku-Astaga.


"Kook"


Aku mencoba menepis tangannya namun gagal, pria itu keras kepala.


Aku menunduk dalam tidak berani mendongak


"Bagaimana kabarmu seminggu ini?"


"Baik"


"Nope"


"Jahat sekali kamu! Bahkan aku tidak bisa tidur nyenyak karena kamu"


Dia berhenti menyeka kali ini ia menangkup kedua tanganku dan membuat ku mendongak menatap nya tanpa sadar. "dan aku belum mendengar jawabanya"


"Kook..aku tidak tahu"


Jungkook menatapku dalam, mengusap rambutku yang basah tanpa rasa jijik.


"Aku tahu, maaf ya caraku mengungkapkan nya tidak romantis sekali"


Aku menggeleng bukan itu maksudku, aku hanya belum yakin dengan perasaanku sendiri-dan meragukan Jungkook. Ini terlalu cepat buatku. Kami baru akrab lagi setelah beberapa tahun berlalu,


banyak yang harus dipertimbangkan.


Dejavu


Rasanya seperti dulu, aku juga tidak tahu kenapa sekarang aku tidak berani melangkah terlalu pengecut untuk mengambil keputusan.


"kamu tahu maksudku, kita perlu mempertimbangkan banyak hal terutama dirimu"


Aku beralih menyentuh tangannya, mengusap nya sambil menatap Jungkook yang terdiam membisu. Kami bukan anak kecil lagi, jadi kami harus memikirkan semuanya secara matang. Karena berkomitmen itu tidak mudah.


"aku dicampakkan lagi ya?"


Suaranya rendah, Jungkook kelihatan kecewa wajahnya murung.


Dan entah mengapa aku tidak suka wajah murungnya itu apalagi tatapan sendunya.


"Kook, jangan salah paham kita bisa pelan-pelan"


Jungkook menatapku sejenak sebelum tersenyum paksa.


"ahhh aku tahu kok. Ngomong-ngomong Taehyung Hyung ingin bertemu."


Jungkook berpura-pura ceria-seakan tadi itu tidak ada apa-apa. Tidak terjadi apa-apa diantara kami.


"Taehyung oppa?"


"Oppa?"


Jungkook mendelik tidak suka mengulang perkataannya dengan sebal. Aku mengangkat bahu masa bodoh lalu berdiri berjalan menjauh.


"Hei! Florenzee Hwang kamu harusnya memanggilku Oppa juga bagaimanapun kan aku lebih tua satu tahun darimu"


Dan sepanjang perjalanan, Jungkook merengek, menempel kepadaku seperti anak kecil. Dan yang bisa kulakukan hanyalah-mencoba bersabar.


Kimnds


Limerence: The state of being infatuated with another person.