Glorious Life

Glorious Life
O6 ∞ Serendipity



People be starvin'


And people be killin' for food with that crack and that spoon


But these rich mothafuckas, they stay eatin' good


Brian menatapku dengan seringannya membuatku malas namun tetap menatapnya menantang, dia merangkul ku sambil terus melakukan rap.


Aku mendorong nya menjauh


Droppin' wage livin' good


Holdin' steel Glocks, but you been a bitch, suck a thick cock


Fuck a Crip walk, hit the strip like in Bangkok


Aku menaikan alisku, menunjukkan wajah songongku dihadapan Brian. Bagaimana pun juga aku masih kesal pada adik sialan itu. Aku melakukan rap dengan sepenuh hati dan mencoba menjadi keren.


Never ever see me have a trip 'bout a lil' broad


See me on the TV screamin', "Bitch, you a damn fraud"


And you don't wanna fuck with a chigga like me


Brian sedikit berlari untuk menghampiriku. Merangkul ku sekali lagi dan menarik diriku kearah tempat duduk artis.


When I pull up in that Maserati


Better duck 'fore ya brain splatter on the concrete


I'ma hit you with that .45, bullet hit yo neck round the bow tie


Lookin' like a thriller, film a bitch


I'ma go right back with the clip and I know you be shakin'


Don't test me or I might just click at yo noggin


Kearah Bangtan mencoba menjadi profesional. Namjoon kelihatan suka sekali dengan Brian membuat ku menatap mereka malas. Pada bait terakhir aku melepas rangkulan Brian dan kembali ke stage utama, menghampiri Zed yang sedang memainkan perangkatnya.


Man, I don't give a fuck about a mothafuckin' po


I'ma pull up with that stick and hit yo' motherfuckin' do'


Man, I don't give a fuck about a mothafuckin' po


I'ma pull up with that stick and hit yo' motherfuckin' do', yeah


"Hongkong, make some noise"


Zed dan Brian berada disisiku ketika musik berganti menjadi pelan dan lampu padam.


Kami sedikit tergesa turun panggung. Sara sudah menyambut ku dengan Selimut hangat ditangannya.


"Good Job"


Sara menepuk bahuku mengarahkan ku ke tempat duduk bersama Brian dan Zed.


Ngomong-ngomong Brian marah padaku bahkan dia tidak mau duduk di sampingku.


"Brian Immanuel"


Aku mendengus kesal tidak sabar lagi lalu menendang kakinya. Zed bahkan harus mengangkat kakinya agar tidak menjadi sasaran ku. "Kemari kamu!"


Brian menatapku malas, ketika Zed ingin berdiri dan berpindah dari sampingku Brian mencegahnya dengan menarik ujung kaosnya.


"Ohmy! Guys stop it"


Zed kesal sendiri lalu mulai mengabaikan kami dan berfokus pada penampilan klimaks monsta x


Okay I'am done !


Masa bodoh! Terserah si Kepala Batu daripada mengurus Brian lebih baik aku menikmati MAMA hari ini.


Aku melempar tatapan tajam kearah Brian lalu mataku fokus pada layar monitor didepan ku di sana beberapa Back dancer Sunmi membuka kancing kemejanya ! Gosh! Wah!! Hiburan aku suka sekali


Hehehe


Ketika aku khusyuk menonton tiba-tiba mataku di tutup dengan kurang ajarnya, astaga padahal hampir-hampir selesai dan....


"iam old enough!!!"


Kesal ku dan kudengar Zed terbahak.


"No no no"


Brian tahu-tahu sudah berada di sampingku. Aku meronta kesal dia tidak tahu malu sekali sih ! Umurku sudah dua puluh tahun dan Brian? Hell adik kurang ajar!


"Get your hands off my face Brian!"


Aku memelototi nya, dia duduk manis di sampingku tanpa meras bersalah menggeser duduknya hingga Zed sekarang berada diujung kursi.


Aku malu sekali! Apalagi kini kami menarik perhatian yang lain tanpa terkecuali. Bahkan Jeon Jungkook terang-terangan menatapku dengan tatapan mengejek! Apalagi wajah Taehyung yang bisa dibilang menyebalkan.


Daripada tensiku naik lebih baik aku mengabaikan mereka.


Menit berikutnya aku melalui dengan damai. Namun aku melupakan sesuatu-aku lupa meminum obatku.


"Bri" aku mencubitnya membuatnya mengaduh dan menatap ku kesal.


"What else now!?"


What the fuck!


"I will report you to mom Watch out"


Aku marah padanya! Adik kurang ajar berani sekali membentak ku. Aku menendangnya dan untungnya aku menggunakan Jens panjang memudahkan ku untuk mengangkat kakiku dan menendangnya hingga ia bergeser ke ujung.


Zed mendelik sebal lalu berdiri menggeser aku, jadi sekarang posisi Zed berada diantara aku dan Brian.


Aku menghembuskan nafasku kesal dan meraih botol minum disampingku dan meminumnya hingga tersisa setengah. Pokoknya aku marah pada Brian.


"Aku masih punya jadwal..."


Zed berbicara entah kepada siapa tapi yang jelas pria itu bersiap berdiri. "Aku pulang, dan kalian berdua!! Awas saja jika masih bertengkar" dia menunjuk kami berdua dengan tatapan memperingatkan.


Aku mengangguk malas. Zed Berhigh five dengan Brian sebelum memelukku sebentar dan turun dari stage dan ternyata ia sudah ditunggu oleh manajer nya.


"Mau pulang duluan juga? Kamu kan masih sakit"


Brian bertanya padaku dan aku membuang muka mengabaikan nya biar saja!


"Okay! Whatever"


Hening, hingga Bangtan kembali berjalan kestage setelah menyelesaikan penampilan mereka.


Taehyung sudah duduk disampingku dengan senyum sumringah nya namun aku terlalu malas untuk sekedar membalas senyuman itu. Namjoon mengamati aku sejenak lalu dia menggeleng geli.


"apa lihat-lihat"


Aku mendelik sebal kearah Jimin, yang dibalas senyuman lebar.


"Zee"


"Apa sih!!"


Jungkook yang memanggil ku tertegun akan respon ku yang jauh dari kata sopan.


Taehyung yang berada disampingku menutup wajahnya terbahak.


Aku mengucap syukur dalam hati karena panggung benar-benar redup.


"Do not care about her, she's is crazy" gumam Brian yang masih bisa kudengar dengan jelas.


Jungkook mengulurkan tangannya kearah ku, dia menyodorkan botol kecil berisi obatkku dan aku mengumpat dalam hati menyadari ketololanku.


"Minum"


Aku meraih botol itu mengeluarkan isinya dan memasukan kedalam mulutku, lalu minum dari botol minum yang disodorkan Taehyung.


"Terimakasih"


Aku malu namun menatap Jungkook yang mengangguk kecil. Pria itu kembali menoleh kedepan.


Kalau dipikir-pikir akhir-akhir ini aku dekat sekali dengan Bangtan padahal dulu aku benci sekali berdekatan dengan mereka, bukan karena apa-apa hanya saja aku takut setengah mati pada fans mereka.


Brian menyenggol ku membuatku tersadar dari lamunanku.


"Kenapa?"


Tanyaku dan kulihat beberapa orang berwajah sedih. Lalu aku melihat Twice kembali ke tempat duduk dengan tangisan mereka.


Lalu aku mendengar nama Bangtan dipanggil lagi untuk menerima-Daesang.


Wajah mereka terkejut, aku juga terkejut namun tetap bertepuk tangan dan refleks berdiri.


Mereka bertujuh menuju ke stage utama memberikan speech.


Uljima


Aku menangis tanpa sadar, Brian menepuk punggungku membawaku ke pelukannya membuat tangisanku teredam.


Aku tidak mengerti diriku sendiri, rasanya sakit melihat mereka-BTS menangis di sana. Jangan lupakan Taehyung yang tersedu-sedu memeluk Jungkook.


"Sis, kurasa kamu tidak baik"


Brian menarik ku berdiri masih dengan memelukku dia menuntunku turun untuk menuju backstage.


Sara menyambut ku dengan khawatir bergegas menuntunku masuk stage. Sebelum aku mencapai pintu ruang tungguku aku mendengar langkah kaki berderap, Aku berbalik untuk sekedar melihat wajah mereka, Taehyung masih menangis-lebih parah.


Aku menatap mereka memberi semangat seperti yang lain. Brian menyambut mereka dengan pelukan kecil.


"You work hard! Congratulations man"


"Congrats!"


Aku menyemangati tanpa suara kepada Jungkook yang menatapku dengan mata sembabnya.


"Zee"


Tubuhku terdorong kebelakang ketika Jungkook menubrukku dan menangis keras di pelukanku.


Terkejut?


Tentu saja ! Apa yang aku harapkan.


Ini tempat umum demi tuhan tapi aku tidak tega melepaskan pelukannya. Aku malah ikut menangis bersama Jungkook. Tidak tahu kenapa.


"Kamu bekerja keras kook"


Aku menepuk punggungnya pelan, berulang kali hingga tangisan Jungkook mereda.



Kimnds