
Aku terbangun menjelang subuh dan merasakan kepala ku berdenyut, Menoleh kearah nakas dan menemukanmu gelas ku kosong mau tidak mau aku harus mengambil ke pantry.
Semua lampu utama padam hanya ada beberapa yang menyala temaram kurasa yang lain masih tertidur.
Sambil meminum air putih yang baru saja kuambil dari dalam kulkas, Aku meraih tas ku yang ku letakkan di sofa ruang tamu mengecek ponsel ku aku mengambil handphone yang belum ku sentuh sejak aku tiba di korea.
Aku menekan tombol power, saat ponsel ku nyala aku mengerutkan kening ku karena di layar ponsel aku mendapat kan ratusan pesan dan panggilan tak terjawab dari beberapa nomor asing.
aku menyerit kan kening ku bingung, karena penasaran aku membuka salah satu pesan yang paling atas di kirim beberapa menit yang lalu.
Go away from Jungkook , who do u think you are!!! Ku pastikan kamu menjauh darinya go to hell .
Serius aku sedang tidak mimpi kan??
Aku membuka beberapa pesan yang lain dan aku terkejut mendapati hampir semua nya berisi ancaman, aku menggeram kesal bagaimana bisa nomor ku tersebar? Di teror?? Wahhh dan yang paling mengejut kan lagi ada beberapa orang mengirimi ku gambar, gambarku dan Jungkook tadi malam hasil potret yang di ambil diam-diam
Yang diambil dari jarak jauh walaupun samar dan kelihatan blur aku yakin itu aku dan Jungkook sedang berjalan ke lift!
Sialan!!!!
Aku kesal dan marah! Otak ku mulai berpikir mencurigai siapa saja yang mungkin menjadi tersangka karena menyebar nomor ku! Kusumpahkan hidupnya tidak damai!!! Biarkan saja biar sekalian terkena azab:v
Aku menghela nafas lelah dan melemparkan handphone ku ke meja, handphone itu mengenai kota kado dan kotak itu jatuh di karpet bulu putih milik ku.
mataku membulat dan aku tersentak hampir menjerit ketika karpet bulu putihku sekarang berwarna merah darah dan detik berikutnya bau anyir menyeruak!
Aku benci darah sumpah!!! Dan aku juga benci dengan isi kotak itu!!! semuanya yang ada dikotak itu aku benci.
Aku beringsut mundur menajuhi karpet berbulu menaikan kaki ku dengan tangisan tertahan untuk berdiri aku tidak mampu tubuh ku bergetar. Siapa yang tidak takut diancam dengan darah sungguhan? Dan lihat pisau nya-pisau kecil, dari dalam kotak- demi tuhan itu seperti nya tajam sekali.
Aku ingin berteriak memanggil Michael, Karmila ataupun Max namun tidak ada suara yang keluar.
karena tekanan yang terlalu berat itu aku tidak fokus.
"Astaga!!!"
Aku mendengar suara teriakan seseorang dari balik tubuh ku dan setelah itu, aku merasakan diriku di dekap dengan hangat, dan suara teriakan marah Jungkook yang ku dengar.
Aku tidak bisa melihat yang terjadi karena Jungkook menyembunyikan aku di pelukan nya, aku masih mendengar umpatan kesal Taehyung sebelum Jungkook mengangkat ku-menggendong ku keluar dari apartemen.
"Hyung, tolong"
Itu adalah hal terakhir yang kudengar sebelum semuanya gelap.
Kimnds
Reflection :
We got different stars and stories