
---
Aku mendengar pintu apartemen ku terbuka dengan keras, dan menemukan Jungkook sedikit berlari ke arahku. Ketika ia sudah berada di depanku dia memelukku.
Babon kenapa?
"kupikir kamu sudah ke airport" Ucapnya dengan nafas memburu, aku melepaskan pelukannya mengamati Jungkook dengan mata menyipit. Kurasa dia baru saja kembali dari MBC Gayo Daejejeon dan langsung kemari, dia masih menggunakan make up, aku menariknya untuk duduk berdecak tidak suka lalu berlalu untuk mengambil kotak riasku.
"Kamu langsung kemari setelah selesai?"
Tanya ku menghampiri nya dengan kotak rias ditangan ku. Dia mengangguk sembari meminum-minumanku. "Jung itu bekas ku mau kuambil kan minuman yang baru?"
"Tidak usah"
Aku mengangguk saja tidak peduli lalu duduk disampingnya, Jungkook bergerak turun duduk bersila tempat didepan ku. Aku meraih wajahnya menghapus make up di sana.
"Happy new year Zee maaf karena tidak merayakan 00:00 bersamamu"
Aku menyentuh sebelah pipinya mengusap nya pelan "Tidak apa-apa Jung, pukul berapapun sama saja buatku"
Jungkook membuka matanya, membuat ku berhenti mengusap kan kapas dikeningnya dia menatapku dengan mata teduhnya.
"Kenapa menatapku seperti itu sih"
Tegurku risih, mengabaikan tatapan Jungkook aku menuangkan pelembab dipunggung tanganku dan mengaplikasikan nya diwajahnya-sebagai sentuhan terakhir.
"Yaampun melihat mu sedekat ini seperti mimpi tahu tidak" Jungkook menoleh kesamping dengan pipi memerah-hell dia mikirin apa sih. Aku menatapnya curiga. Dia tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi kelinci nya tuhkan dia itu sudah imut dari lahir!
"aku juga"
Aku mengakuinya juga dengan malu, Jungkook memeluk perutku sambil tertawa kecil di sana.
Hal-hal kecil yang dilakukannya membuatku bersemu-Jungkook adalah definisi dari kelemahan ku sekarang.
"Kapan kamu pergi?"
"penerbanganku subuh Jung"
"Kapan kembali?"
Aku mendesah berat, Jujur saja aku tidak memiliki jawaban atas pertanyaan Jungkook yang itu. Ini belum pasti banyak kemungkinan yang bisa terjadi, bisa saja aku menghentikan seluruh aktivitas ku di Korea dan kembali ke LA seperti dulu atau kemungkinan terburuk yang lain. Tapi yang jelas aku ingin masalah ku dan Sara selesai dan kuharap tidak berdampak apapun terhadap diriku, karirku, maupun Jungkook-aku takut menyakitinya.
Jungkook sudah tahu masalahku dan Sara dan respon pertama kali yang ia tunjukkan adalah kekecewaan. Kami baru resmi beberapa hari ini namun masalah terus saja muncul.
"Secepat yang aku bisa"
"Jadi itu waktu yang tidak ditentukan ya"
Nadanya lirih dan sendu, aku bisa menebaknya-dia Kecewa tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk sekarang.
Aku mengusap rambutnya tidak tahu harus berbuat atau bereaksi seperti apa, aku tidak bisa memberikan Jungkook janji-janji manis ataupun menghiburnya.
"Michael hyung dimana?" tanyanya mendongak, aku menatapnya sejenak mencoba memahami perubahan moodnya.
"Dia ada di SM sekarang, katanya sedang meeting"
"Biarkan aku disini sampai kamu berangkat ke airport ya"
Mohon nya, aku mengangguk saja lagipula sulit menolak Jungkook jika pria itu sudah memasang wajah memelas seperti itu.
"mau mandi dulu Jung?"
Dia kelihatan berpikir sejenak sebelum mengangguk sambil berlalu dengan riang menuju kamarku. Tuhkan! Anggap saja rumah sendiri Jung!! Aku mah apa sih
Aku mendengar bel pintu apartemen berbunyi sesaat setelah Jungkook masuk ke kamarku. Ini dini hari siapa yang bertamu selarut itu, tidak mungkin jika itu Michael dia tahu password nya. Jadi dengan banyak asumsi aku berjalan ke depan pintu melihat dulu dari panel monitor-yang kulihat di sana adalah seorang pria aku yakin melihat postur nya yang besar dia berpakaian serba tertutup aku mengerutkan keningku sejenak meneliti dalam diam. Dia bukan orang Korea putusku, jadi aku mendorong sedikit agar pintu terbuka.
"Mckenziee?"
Panggilnya dengan suara senang, aku melihatnya dengan tatapan-siapa kamu.
Dia melihatku aneh lalu membuka masker hitamnya.
Oh shit!!!
Mataku membulat sempurna, dan menatapnya seperti melihat seorang yang benar-benar menyeramkan.
"apa yang kamu lakukan didalam kenapa lama sekali!"
Pria itu-Anwar Hadid. Menggeser tubuhku agar menyingkir dari pintu dan masuk kedalam tanpa permisi.
"kamu pikir sedang apa!"
Teriakku kesal menatapnya tajam, pria itu sudah duduk di sofa tengah dengan santai.
"Mengunjungi pacar ku apalagi"
Ha? Aku geram tentu saja! Dia pikir dia siapa hubungan kami kan sudah berakhir satu tahun yang lalu kenapa dia masih bersikap seperti itu, urat malunya sudah putus ya? Dia tidak sadar diri?
Aku terbahak mendengar perkataananya dia kelihatan tidak suka caraku membalas ucapannya.
"kamu mabuk?"
Aku masih bertanya penuh kesabaran sambil bersedekap dada melihatnya yang kini menaikan kedua kakinya keatas meja! Luar biasa jika tidak ingat Jungkook didalam kamar mungkin aku bisa saja melempari nya dengan vas disampingku. Kurang ajar sekali sih dia.
"Tidak! Kenapa bertanya seperti itu sih, pacar kesini harusnya disambut aku lelah sekali tahu baru selesai pemotretan!"
Aku melongo, serius? Kenapa sifatnya tidak berubah dia ini benar-benar menyebalkan kenapa malah mengomeliku. Aku melempar bantal sofa dan tepat kena sasaran, Anwar mengaduh kesal ketika bantal itu terkena wajahnya dengan keras.
Dia ingin mengomel tapi urung ketika pintu kamarku terbuka menampilkan Jungkook disana dengan tampilan habis mandi-Rambut basah, dia hanya mengenakan kaos putih polos dan training.
"Wow..." Anwar menatapku dan menatap Jungkook berganti dengan menampilkan ekspresi luar biasa bodohnya "Sweety siapa ini?"
Sudah aku tidak bisa bersabar, dengan kesal aku menampar tengkuknya gemas.
"Sweety ndasmu"
Kimnds
Best Of Me :
You're like the whole world to me
Hug me harder and more painfully
That something that we shared
And you can't make it nothing
I hope you don't forget
That you're my