Glorious Life

Glorious Life
23 ∞ Ellen Show



Bohong!


Bohong kalau aku nggak khawatir dengan ketenaran Bangtan saat ini, mereka begitu terkenal mereka berpengaruh sekarang, bukannya aku tidak suka itu terjadi bukan! Aku hanya takut. Jika dipikirkan lagi semakin besar nama Bangtan semakin besar juga godaan kedepannya aku tidak munafik, pasti banyak sekali yang ingin dekat dengan Bangtan ketika mereka berada dipuncak seperti sekarang. Akan ada banyak orang yang mendekati mereka dan aku takut Jungkook akan berubah seiring waktu.


“apa yang sedang kamu pikirkan?”


Tersentak aku menoleh kearah Jungkook, memberinya tatapan seolah aku baik dan mendengarkannya.


“Tidak ada”


Jawabku membuat Jungkook mengubah posisi duduknya dia turun dari sofa dan bersimpuh di atas karpet menggenggam tanganku erat, dia menciumnya berulang kali. Tapi itu tidak menenangkan kegundahan hati ku.


“Hei..” dia menyentuh pipiku mendorong pelan agar menghadapnya “katakan ada apa?”


“Just..”


Dia kelihatan menunggu aku melanjutkan kata-kata ku, tapi aku tidak ingin menjawab lebih banyak.


Jungkook menghela nafas dan aku mengalihkan pandanganku ke segala arah asalkan tidak menatap matanya, aku tahu dia pasti kecewa akan sikapku.


“kemari”


Dia meraih tanganku dan menarikku duduk disampingnya, aku turun dari sofa dan langsung berhamburan ke pelukannya. Dia tidak berbicara apapun hanya mengusap punggung dan mengecup keningku berkali-kali.


Aku bahkan berpacaran dengannya hampir setengah tahun dan masih ragu karena hal seperti ini, aku malu tapi tidak bisa mencegah kekhawatiran ku, melihat Jungkook bersama Hasley akhir-akhir ini cukup menggangguku katakan aku adalah pacar yang over protective tapi itu kenyataannya aku tidak rela dia tertawa dengan gadis lain walaupun aku tahu Jungkook bukan tipe orang yang seperti itu.


“akhir-akhir ini aku sedikit khawatir..” putus ku, aku akan mulai terbuka dan menceritakan kekhawatiran ku hal-hal yang menggangguku dengan Jungkook “karena Bangtan luar biasa aku takut kamu akan berubah seiring waktu”


Jungkook tidak berbicara apapun, pria itu memelukku semakin erat, dan aku ingin menangis. Entah karena alasan konyol apa.


“akan banyak orang di masa depan yang akan mendekati kamu”


Aku malu mengatakannya tapi aku harus mengatakannya.


“are u jealous?” tanya Jungkook hati-hati, pria itu mengurai pelukan kami kedua tangannya menangkup wajahku.


“lebih dari itu”


“Hei, lihat aku”


Aku menatap manik matanya mencoba mencari apa yang sedang dirasakan Jungkook.


Jungkook menatapku lama. Pria itu menciumku dengan perasaannya, dan kali ini keraguan ku untuk sementara hilang tergantikan dengan rasa membuncah bahagia. Jungkook bukan pria yang romantis tapi aku tahu dia tidak perlu seperti itu karena hanya dengan tatapan dan tingkahnya  dia akan menunjukkan semua hal kepada ku.


“Wah...” aku terkejut dan Jungkook melepas tautan kami, aku menyembunyikan wajah memerahku di leher Jungkook. Malu berhadapan dengan anggota bangtan yang lain. “yeokshi.. Jungkook sudah dewasa ya”


Hoseok oppa membuatku malu sumpah, aku memberontak dari pelukan Jungkook dan berlari keluar dengan wajah memerah diiringi tawa menyebalkan member Bangtan.


“dari mana saja sih”


Karmila menyambut ku dengan wajah menggodanya dan aku mengabaikannya “yaampun ada apa dengan lipstik mu” dia terkejut secara dramatis dibuat-buat membuatku kesal.


“terus saja seperti ini, akan ku potong gajimu” Karmila cekikikan selagi membenarkan Lipstikku.


Hari ini aku memiliki jadwal yang sama dengan Bangtan—Tampil di Ellen show.


Kami berada di Los Angles, Bangtan baru saja merilis album baru nya Boy With Luv—bersama Hasley. Dan mereka hari ini melakukan come back stage yang kedua.


“and tonight, we are having your favorite, talented and beautiful singer, Florenzee Hwang!!!" Ucap Ellen dan penonton pun bersorak. 


Aku berjalan dari backstage dan naik ke atas panggung the Ellen Show sambil menyunggingkan senyum lebar ke arah penonton yang heboh dan riuh meneriakan namaku


Ellen memeluk ku sebentar dan  mempersilakan aku untuk duduk di sofa yang tepat di tengah-tengah panggung.


“BTS!!!!”


Mereka saling menyapa aku tersenyum saja tidak tahu harus bereaksi seperti apa, jujur saja jantung ku berdegup kencang.


“Wait what's wrong girl?” Ucapan Ellen membuat ku waspada kami baru saja duduk dan Ellen sudah melempar pertanyaan bahaya seperti itu. Keriuhan di studio seketika meredup.  “Can't you just stop smiling?” Lanjutnya.


Aku tertawa pelan, berusaha tidak terpancing


"I can't. My fans here it's amazing," jawabku jujur. Seketika penonton kembali  ribut lagi. Aku senang sekali melihat fans ku dan army bersisihan di bangku penonton mereka kelihatan kompak sekali army dengan membawa army bomb mereka dan fansku yang membawa poster berikut lightstick putih.


“Okay” kata Ellen sambil ketawa juga. “So, how are you zee?”


“I'm good” jawabku dan tiga puluh menit berikutnya kami—Aku, Ellen dan Bangta, memulai perbincangan ringan.


“ngomong-ngomong apakah kalian pernah bertemu sebelum ini”


“Yes!” aku dan Jungkook menjawab secara bersamaan dan saat itu juga, aku menyadari bahwa aku keceplosan.


“Kami bertemu beberapa kali di korea dan diluar negeri”


Namjoon segera menimpali, dan aku sedikit lega.


“Luar negeri?”


“Yeah.. kami pertama kali bertemu saat Bangtan shooting di saipan”


“dan aku sedang photoshoot saat itu”


Aku menambahi perkataan Jimin.


“jadi kalian berteman mulai saat itu?”


“lebih tepatnya kami mulai berteman saat bertemu disalah satu awards di korea”


Ucap Namjoon Oppa menerjemahkan ulang perkataan Yonggi oppa.


“ah i see, banyak rumor tentang kamu dan Jungkook bagaimana pendapat kamu tentang itu?”


Aku melirik Bangtan hati-hati, Jungkook sepertinya juga sama berhati-hati denganku tidak menyangka topik ini akan diangkat.


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dan kurasa Namjoon oppa peka dan paham dia berinisiatif menjawab pertanyaan Ellen.


“Ah, mungkin karena kami berteman baik dengan Charlie saat itu dan u know what i mean kami berteman dengan lingkaran pertemanan Charlie”


“do u have girlfriend?”


Kami terkejut untuk sejenak, mereka bingung mau menjawab apa dan aku juga bingung.


“Yess? Pardon me?”


“do u have girlfriend guys?”


Lalu tiba-tiba Army berteriak Me dengan keras membuat kami teralihkan.


Thanks god, Thanks Army!


kimnds


bisa kali gaes di vote dan komentar