Glorious Life

Glorious Life
1O ∞ Nepenthe



———


“Eoh oppa, Jungkook ada?”


Aku tersenyum tak enak ketika wajah Yonggi muncul dari balik pintu, pria itu setengah terpejam.


Aku berdiri tepat didepan pintu Apartemen Bangtan.


“Masuk saja”


Yonggi membuka lebar pintunya mengisyaratkan untuk segera masuk, aduh! Kenapa aku gugup sih. Sambil tersenyum canggung aku mengikutinya dari belakang.


“Loh Florenzee”


Jin menyapa ku, dia duduk di kursi bersama Namjoon–mereka sedang menonton televisi.


“Florenzee datang!”


Yonggi berteriak kencang sebelum kembali masuk kedalam kamarnya, he? Dia sebegitu ngantuknya ya?


“Mau pergi dengan Jungkook atau Taehyung?”


Tanya Namjoon sambil menguapas buah ditangannya.


“Jungkook”


“Jungkook seperti nya masih tidur”


Tuh kan! Babon itu benar-benar tahu begitu kan aku tidak perlu kemari aku bisa pergi sendiri–menonton evaluasi Undernineteen.


Aku menghembuskan nafas kesal.


“Mau aku bangunkan?”


“Iya, terimakasih”


Jin bergerak menjauhi aku dan Namjoon mempersilahkan aku duduk menunggu Jin yang sedang membangunkan Jungkook.


“ya! Jeon Jungkook bangun!!”


Aku masih mendengar samar-samar teriakan Jin, Namjoon terkekeh pelan menatapku mengisyaratkan aku untuk memaklumi sifat Jungkook.


Lima menit


Sepuluh menit


Cukup!! Babon itu benar-benar cari mati ya!


“Oppa, aku akan pergi duluan ya. Sudah telat”


“tapi Jungkook”


“Biar saja!”


Dengus ku sebal lalu berlalu kearah pintu dengan sebal.


Kecewa? Tentu saja, rasanya menyebalkan tahu kalau diberi harapan palsu seperti ini.


Moodku benar-benar turun drastis, bahkan Sara yang mengomel sepanjang perjalanan hanya kuanggap sebagai angin lalu.


“kamu benar tidak apa-apa?”


“mau bagaimana lagi! Asisten ku lebih sibuk daripada aku! Dasar”


Aku mengomel kesal, menatap tajam Sara dan Michael, mereka berdua tidak bisa menemaniku lagi! Katanya mereka berdua punya banyak hal yang harus diurus.


“salah sendiri! Kenapa banyak skandal!!”


“fuck! Kan salah kalian juga tahu”


Semburku marah, tuhkan moodku benar-benar buruk!


Sara berdecak sebal dan aku terlanjur kesal kepadanya.


“ya! Kamu tidak sadar diri lagi!”


“Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya Sara!”


Sara diam, aku tidak bisa menahan kekesalan ku lagi, tiga hari ini dia benar-benar menyebalkan! Manajer mana yang bisa seenaknya seperti dia!! Apalagi dia terus menyindirku.


“jadi benar karena Calvin!” aku mengusap wajahku kasar.


sialan!


Sara suka dengan Calvin Harris–mereka dekat. Tapi tidak tahu mengapa beberapa hari ini Calvin gencar mengirim pesan, menelfonku.


“Okay! Princess stop..” Michael membalikkan tubuhnya kebelakang–kearahku ketika mobil berhenti tepat di depan gedung MBC. Tidak mau tahu lagi aku bergegas keluar tanpa mendengarkan perkataan Michael membanting pintu mobil dengan keras. Aku berlari masuk kedalam


Dan karena itu aku harus merelakan tubuhku tersandung jatuh.


Gosh !


Ini memalukan dan menyakitkan sekali.


“gwaenchanh ni? dachingeoya?”


Suara Bas itu adalah yang pertama kudengar ketika aku tersungkur.


Yaampun buruk sekali! Aku mendudukkan bokongku, membenarkan masker ku. Lalu mengangguk dan memberikan isyarat–aku tidak apa-apa silahkan pergi kepada pria yang mencoba membantuku.


“Okay iam okay”


Aku panik ketika merasakan nyeri di pergelangan kakiku


I'am done


Ini buruk sekali


Heelsku patah—kakiku terluka. Ini tidak baik ini bencana. Aku meringis tanpa bisa kucegah.


Aku benar-benar menyedihkan terduduk di depan lobby MBC


Hidup ku nelangsa sekali sih! Aku menangisi hidupku yang sial hari ini semuanya tidak ada yang berjalan baik.


“Ya! Ada apa denganmu”


Aku mendongak dan mendapati Pria bermasker dan berpakaian tertutup itu mengulurkan tanganya, membantuku berdiri. Aku tahu siapa dia–suaranya.


“Jung” aku menangis seperti anak kecil. Jungkook memeriksa kakiku “bagaimana bisa tahu itu aku”


Jeon! Aku tidak mau meladeninya. Inikan karena dia!


“Ayo ke rumah sakit”


Aku menggeleng, tidak mau! Aku mau menonton Undernineteen! Aku kan sudah janji dengan mereka.


Dia kelihatan tidak setuju dengan ide ku. “Jeon nonton dulu baru ke dokter”


Menghela nafas pasrah dia kelihatan mau mengabulkan permintaanku.


Jungkook melepas kedua Heels sialan yang melekat dikakiku dengan diam.


“Naik”


“ha?!”


“Naik kepunggungku kita terlambat”


Dan tanpa berpikir panjang aku naik ke punggung Jungkook.


Gengsinya nanti saja! Pokoknya ini demi mereka–Undernineteen.


Kami masuk ke studio setelah mendapat izin dari staf.


“Jung benar mau menggendongku”


Aku  meneguk  ludah ku  sendiri melihat lautan manusia didepan ku.


Oho! Bagaimana bisa sampai ke depan?


Dengan masih menggendongku Jungkook merengsak maju dan tidak sedikit yang berteriak sebal karena menerobos. Aku mengeratkan peganganku dilehernya dan semakin menunduk karena hampir semua orang menoleh kearah kami–karena ketidak biasaan yang mereka lihat. Panggung didepan terang–Team dance sedang tampil dengan lagu her.


“Jung”


“wae?”


“kurasa ini tidak baik”


“sudah terlanjur”


Jungkook menurunkanku hati-hati didekat pagar pembatas aku bertumpu pada pagar pembatas dengan Jungkook dibelakangku.


“Wah! Pacar kamu manis sekali, jadi dukung siapa?”


Gadis disampingku menoleh kearahku. Walaupun wajahku benar-benar tidak terlihat aku benar-benar kikuk dan tegang jika ada yang mengenaliku dan Jungkook disini.


“Aku dukung semuanya”


Gadis berseragam sekolah itu mengangguk lalu melihat kedepan kembali.


Lampu panggung menyala terang lebih terang dari sebelumnya dan aku melihat mereka kali ini giliran team Love me right


“how?” Jungkook bertanya dengan suara keras diantara hiruk pikuk sekeliling kami.


“I love them!”  Aku berseru keras “Gotcha!!! So cool!”


Jungkook sedikit tertawa dari balik maskernya, kami berada di antara puluhan penonton—Undernineteen. Dan aku berharap tidak ada yang menyadari aku disini—dengan kegilaanku.


“Yaaa!!!!!”  aku berteriak kencang tanpa memedulikan apakah tenggorokan ku akan sakit setelah ini.


“Hati-hati”


Jungkook memarahi gadis dibelakangnya yang merengsak maju membuat kami terdorong kedepan. Sangat dekat—aku dan Jungkook.


“aku akan tinggal hingga acara berakhir”


“No ini benar-benar tidak kondusif”


“please” aku berbalik dan menemukan wajah Jungkook sangat dekat.


Jantungku


Ini tidak baik tidak sehat untuk jantungku.


“Okay”


Tiga puluh menit kemudian acara berakhir, semua ada dipanggung melakukan Encore.


Aku melihat Eunhyuk Oppa turun dari panggung menghampiri aku.


“Wah jadi benar kamu disini ya, kukira Jinsung bercanda”


Beberapa orang mulai mencurigai aku karena kedatangan Eunhyuk.


“Jung jangan membuka maskermu”


Ingatku pada nya Jungkook mengangguk.


“Naik”


Jungkook mengangkat ku hingga tubuhku berhasil naik ke pagar, Eunhyuk menangkap ku membantuku turun dengan hati-hati.


Setelah memastikan aku mendarat dengan selamat, Jungkook ikut melompati pagar pembatas dan seketika riuh.


“tunggu sebentar ya”


Aku menerima uluran Eunhyuk yang membawaku naik keatas panggung. Jungkook kelihatan tidak rela namun tetap membiarkan ku naik keatas. Dipapah Eunhyuk.


“Noona!”


Mereka berteriak senang dan aku tersenyum. Eunhyuk menyerahkan Mic kepadaku.


“Kejutan” aku tersenyum dan penonton yang sebelumnya bersiap keluar studio menoleh “kalian hebat hari ini, kalian melakukannya dengan baik”


Riuh dan terdengar teriakan-teriakan.


“jangan menyesal, kenapa menangis?”


Aku bertanya setengah terkekeh. Melihat beberapa dari mereka menangis.


Lucu sekali sih, masih bisa menghibur orang padahal aku juga dalam kondisi tidak baik. Aku melihat Jungkook dibawah panggung menatapku dengan khawatir. Untuk sejenak aku terbuai dengan tatapan itu.


Kimnds


Nepenthe : something that can make u forget grief and suffering