Glorious Life

Glorious Life
2O ∞ After Party



Aku sebal setengah mati ketika menyadari banyak selebriti lain yang terang-terangan mendekati BTS. Bahkan ada beberapa yang terang-terangan mendekat kearah Jungkook, aku mendengus kesal ingin sekali mengatakan pada yang lain kalau Jungkook itu milikku tidak ada yang boleh dekat-dekat.


"So?"


Aku menoleh sejenak kearah Shawn yang berada disampingku, sedang memainkan gelas cocktail nya. Sepanjang acara Shawn menempel kepadaku, aku risih tapi tidak bisa melakukan apapun.


"Apa?!"


Mood ku jelek, si Mendes tahu moodku jelek namun masih terus menempel padaku! Aku kan ingin sendirian.


"Woww slow down"


Slow down ndasmu Shawn, aku menahan nafas mataku memicing melihat kini Jungkook menepel dengan salah satu selebriti wanita mereka sedang berfoto, walaupun ada Namjoon dan Hoseok oppa tapi tetap saja!! Mereka lengket bung!!


Kurasa Shawn tahu alasanku uring-uringan dia terkekeh geli.


"itu pacarmu? Yang mana?"


"Yang sedang menempel itu!"


Balasku tanpa sadar, dan Shawn tertawa ngakak, dia tidak sopan sekali sih! Terus-terus tertawa seperti itu. Aku tahu aku terlalu menyedihkan tapikan tidak harus menertawaiku seperti itu.


"Jadi.." Shawn merangkul ku menarik ku menempel pada tubuhnya "Sejak kapan kamu punya pacar setelah Anwar"


Sumpah aku ingin men sleding Shawn! Aku menghempaskan lengannya sebal melotot padanya, dia itu satu spesies dengan Cameron dan hampir satu ras dengan Anwar! Mereka menyebalkan.


"Sudah lama" Jawabku cuek, aku melihat Jungkook diujung sedang menatapku dan aku memberinya isyarat untuk mendekat, "Disini dulu" aku menarik lengan Shawn mencegahnya ngeluyur! Aku butuh Shawn agar tidak ada yang curiga jika nanti aku mengobrol dengan Jungkook. He he he:v


"Apa!!" Shawn yang paham maksud terselubung ku mendelik kesal kearah ku. Aku mengabaikannya


"Hi" aku menyapa Jungkook, dan dia tersenyum lebar lalu matanya melirik Shawn, dia tersenyum sopan kelihatan bingung bagaimana menyapa.


"Jeon Jungkook"


Jungkook membungkuk sedikit sebelum mengulurkan tangannya, dia itu terlalu sopan, seorang Mendes itu tidak perlu terlalu disopanin ngelunjak nanti dia.


"Shawn Mendes" Shawn menjabat tangannya, mereka berdua bersalaman. "Jadi ini pacarmu?"


Aku mengangguk sambil tersenyum cerah, akhirnya aku bisa mengakui Jungkook!!!


Kami berbincang bersama dengan damai sebelum tiba-tiba Medusa datang menghampiri kami dan berdiri menempel dengan Jungkook.


Apa-apaan!! sok kenal sekali, oke biar ku perkenalkan dia adalah Medusa nama lainya adalah Barbara Collins-dia adalah Model? Dan sekarang dia baru saja merilis singel pertamanya dia Newbie!! dia luar biasa menyebalkan dulu hingga sekarang, jika dikatakan musuh bukan juga intinya dia itu suka mengganggu hidupku.


"Jeon Jungkook.." dia memanggil Jungkook dengan suara yang dibuat-buat. Aku mendengus kesal menyebut namanya saja tidak bisa!! Sok-sokan akrab. "Ups, I don't see u guys, hi Shawn and hi Florenzee, btw congratulation for ur Grammy"


Aku tersenyum paksa. Aku ingin sekali mengatainya! Tapi tidak sopan apalagi banyak orang yang mengawasi gerak-gerik kami "Thanks"


"ngomong-ngomong hari ini kalian serasi sekali"


Barbara tersenyum menyebalkan dia bergelayut dilengan Jungkook. Tolong!! Hentikan aku agar tidak berbuat kasar, sumpah aku ingin menghempaskan tangan tidak sopannya itu.


Jungkook tidak nyaman! Tapi dia tidak bisa menepis maupun menolak.


"Terimakasih" Shawn tersenyum tipis, paham dengan situasinya,


Aku mengepalkan tanganku, bahaya!


Terimakasih Medusa telah memberi ku alasan untuk membantaimu. Bagaimana bisa dia berkata di depan mukaku mengataiku Couple padahal tahun kemarin saja dia ngebet ingin dekat dengan Shawn!


"wah kenapa aku baru dengar ya, sayang sekali, tiba-tiba aku jadi ingat kurasa seseorang ingin sekali gelar itu sebelumnya"


Shawn terbatuk karena ucapanku dan Barbara menatapku dia harusnya menangkap sinyal peringatan dari ucapanku jika dia cerdas.


"Ah benarkah maafkan aku kurasa aku membaca berita yang salah" Dia kelihatan sok menyesal


Aku menarik sudut bibirku keatas, bergerak maju menggapai lengan Jungkook dan menghempaskan secara kasar lengan Barbara yang bergelayut disana.


"apa yang kamu lakukan?!!"


"Hanya menyingkirkan yang membuatnya tidak nyaman"


Balasku acuh aku menarik Jungkook untuk kebelakang ku.


"berani-beraninya, kamu pikir siapa dirimu?"


Aku tertawa kecil, jenis tawa yang dibuat-buat "Aku Florenzee u know me and..." aku mendekatkan wajahku kesamping wajahnya "and i am sorry for telling u, if I'm her lover, he's my boyfriend and stops being close to him he doesn't even know who you are"


Aku tersenyum puas, berbalik dan meraih lengan Jungkook dan Shawn menyeret kedua pria itu menjauhi virus.


"oh shit, i need wine to calm my mind"


Shawn bergumam ketika kami baru berjalan beberapa langkah "u are so amazing"


"Trimss"


Aku melihat Shawn berbelok kearah lain kurasa dia benar-benar butuh Wine. Dia perlu asupan setelah menghadapi medusa


Aku menoleh kearah Jungkook yang dari tadi hanya diam.


"Jung"


"Yes"


"kamu baik?"


Dia mengangguk lalu merangkul pinggangku berjalan kearah anggota Bangtan yang lain.


"Lihat siapa yang datang.. yaampun kamu tambah berani ya"


Hoseok Oppa menyambut kami dengan senyuman lebarnya, aku tersenyum lebar juga menyadari keposesifan Jungkook.


"Tidak takut tersebar?"


Tanya Jimin dengan was-was


Jungkook menggeleng, "Namjon Hyung berkata jika area ini ekslusif bebas dari wartawan and.."


"and?"


Ulangku menatapnya dia menarikku menghadapnya, kedua lengannya melingkar di pinggangku, dia tersenyum sambil menatapku berbinar "spend time with you"