Glorious Life

Glorious Life
16 ∞ Am I Wrong



Tap Vote 🌟 terimakasih


———


Mckenzee chose Jungkook in the quick question Ellen gave.


“She's have a new” Anwar said on the Ellen Show.


Many people assume that they are indeed dating!


So we are waiting for confirmation from both agencies.


•••


Aku berulang kali menghela nafas gelisah. Michael yang berada disampingku merasa jengkel namun aku tidak perduli.


“Lima menit lagi”


Aku menoleh sejenak kearah Michael lalu berdiri melihat semua orang mulai bersiap-siap.


“Clear”


Aku setengah lega Ketika aku melihat Max —Asisten Michael yang baru— menyembulkan kepalanya dari balik  pintu dan mengintruksikan agar kami bersiap keluar.


Karmila – stylistku yang baru merapikan sekali lagi mantel tebal yang membungkusku dan topi hitam kesayangan ku–dari Jungkook.


Untuk terakhir kalinya aku menghela nafas dan memantapkan hatiku. Biasanya untuk keluar bandara tidak serumit ini namun karena suatu alasan yang aku tidak ketahui secara pasti semuanya menjadi rumit, aku tidak tahu mereka mendapatkan informasi dari mana tentang kedatangan ku ke Korea—yang benar-benar sudah dirahasiakan. Namun aku yakin ada yang salah disini.


“Don't worry, aku melihat mereka sepertinya bukan haters kok”


Max menepuk bahu ku pelan yang kubalas senyuman tipis dari balik maskerku.


“here we go”


Ketika pintu terbuka lebar aku melihat dan mendengar teriakan mereka meneriakan sesuatu yang tidak bisa kutangkap dengan jelas. Kupikir aku harus meminta maaf kepada yang lain karena keributan yang ku buat ini, ada ratusan orang didepanku membentuk lautan manusia.


“hanya sebentar bertahanlah, kita bisa pindah ke jalur VIP”


Karmila menyemangati ku dari belakang Michael dan Max ada di kanan dan kiriku, sepuluh orang disiagakan disekitarku dan yang lainya mencoba menerobos lautan manusia itu dan membuka jalur untukku.


“Look here!!!”


“florenzee”


“Bitch go away”


“Tell me zee”


“Give me clarification!!!”


Menulikan pendengaran ku aku berjalan cepat kearah jalur VIP, tubuhku terdorong kekanan kekiri Max dan Michael berusaha keras agar aku tidak tertarik oleh penggemar.


“Please we need space”


Dua puluh menit


Kami baru bisa keluar dari bandara, setidaknya aku harus bersyukur tidak ada drama yang terjadi.


Karmila membukakan pintu van untukku dan melihat dia didalam—Jungkook kelelahan aku tahu dia sakit, aku melihatnya dengan mata sembabku.


“aku akan ada bersama Michael jika kamu membutuhkan aku”


Karmila sedikit berbisik sebelum menutup pintu van kelihatannya dia tidak mau mengusik tidur Jungkook.


Max naik ke kursi kemudi lalu menjalankan vannya, dan aku masih betah dengan kebisuanku yang melihat Jungkook tertidur dikursi sampingku.


“Dia baru pulang dari SMA”


Managernya BTS— Sejin yang duduk di kursi depan memberitahu ku tanpa perlu kutanya.


Ah pantas saja, dia bahkan belum berganti pakaian dan menghapus make up. Aku jadi merasa bersalah.


Dia membuat pergerakan kecil, aku was-was sungguh sebenarnya aku belum siap mengatakan kejelasan tentang kami kepadanya.


“Waeso?”


aku luluh, dan aku menangis tanpa sebab mendengar suaranya.


Aku tidak menjawab.


Jungkook menoleh dengan wajah lelahnya, dan kelihatan terkejut melihatku menangis.


“Wae wae wae”


Jungkook panik lalu menghadap ku, dia menarik lembut kedua tanganku.


Aku menggeleng, namun malah semakin menangis keras.


Konyol!!


“hyung, ada apa sebenarnya?”


Jungkook menuntut penjelasan dari Managernya yang duduk didepan.


“Aku baik Jung”


“lalu kenapa menangis”


Dia kelihatan mau menangis juga,


Aku menggeleng lagi dan Jungkook menarik ku kedekapannya.


“Sudah jangan menangis aku tidak marah lagi kok, beberapa bulan tanpa kamu aku rindu”


Jungkook menepuk-nepuk punggungku membuatku mengeratkan pelukanku. Bagaimana bisa aku marah pada pria sepertinya sih.


“maafkan aku ya jung”


Kataku sesenggukan, dia sepertinya menangis juga karena aku merasakan bahu ku basah.


sisa perjalanan menuju Apartemen, kami habiskan untuk menangis bersama.


Kimnds


Am I Wrong :


I'm not really wrong