
———
“Jung” aku memanggilnya dengan pelan, Jungkook menoleh ke arahku menatapku ingin tahu Kalimat selanjutnya yang ingin kukatakan “Tidak pulang?”
Dia menggeleng, sambil menyeruput secangkir coklat hangat–milikku. “aku akan tinggal, Doktermu bilang kamu perlu diawasi”
He? Diawasi?
“aku tidak apa-apa pulang sana nanti hyung–mu khawatir”
“Shireo, aku sudah ijin Namjoon Hyung kok nanti aku pulang kalau kamu sudah tidur. Apartemen kita hanya berbeda lantai”
Dia keras kepala, dan aku cukup waras untuk tidak melanjutkan perdebatan kami. Setelah evaluasi Undernineteen Jungkook menjadi anjumma cerewet menyeret ku pulang ke apartemen, memanggil dokter, menyuruh ku menghabiskan makan malam ku yang sebenarnya sudah tidak bisa dikatakan makan malam karena sekarang hampir jam sebelas malam.
“Kamu tidak mengantuk Jung?”
Tanya ku kembali sambil meliriknya, Jungkook sedang menatap keluar balkon, yang pintunya terbuka lebar,
Aku mengeratkan selimut yang membungkus diriku karena angin malam Seoul cukup dingin–apalagi pintu balkon dibiarkan terbuka dan jangan lupakan ini bulan Desember suhunya minus derajat.
“Kamu mengantuk?” tanyanya berdiri bergerak menutup pintu balkon namun tidak menutup kordennya. Dia duduk kembali disampingku.
“Iya” jawabku pendek. Jungkook menarik ku mendekat padanya, menempatkan kepalaku di bahunya. Dia menepuk-nepuk ku seperti bayi. Dan entah mengapa aku tidak menolak perlakuannya.
Kami diam sesaat, namun aku penasaran akan sesuatu–sesuatu yang menggangu ku akhir-akhir ini.
“Jung kita ini apa?”
Tepukan nya berhenti untuk sejenak, namun detik berikutnya dia berpindah membelai rambutku–membuatku tidak fokus.
“menurutmu apa?”
Dia menjawabnya dengan pertanyaan juga, aku menghela nafas aku ingin kami berbicara serius. Kami dekat–namun tidak wajar jika itu hanya hubungan bisnis, atau teman benarkan?. Aku tidak ingin terlalu berharap tapi disisi lain Aku ingin kepastian tentang perilaku nya kepadaku.
“Ingat kita bertemu di Saipan?” pertanyaan Jungkook membuatku mengerut tidak paham.
“Iya ingat, kamu bersama Jimin sedang makan”
Aku memutar ingatan itu kembali–Jungkook dan Jimin sedang Lunch, dan mereka melihat ku juga disana sedang pemotretan bersama Sean.
“aku mulai menyukai mu saat itu”
Mulutku kering, tidak siap dengan pengakuannya yang tiba-tiba. Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa jadi aku diam.
“Saat mendengarmu akan debut di Korea, wahhh aku tidak bisa berhenti tersenyum aku mulai bertanya tentangmu kepada Taehyung Hyung kamu tahu kan dia itu fans garis keras kamu”
“aku juga tahu kamu fans garis keras siapa” sindir ku, aku tidak bermaksud apa-apa kok. Hehe hanya ingat saja beberapa komentar di Instagram ku akhir-akhir ini–yang menyebutkan tentang Jungkook lebih cocok dengan siapa.
“Heol, jadi kamu tahu itu?”
He? Aku terkejut dengan nada bicara ku sendiri, aku benar-benar tidak berencana membicarakan itu dengan nada kesal kok.
Jungkook tertawa kecil tepat di samping telingaku. Tawa nya membuat ku tersenyum tipis.
“Kamu cemburu?”
“Buat apa”
“padahal aku berharap kamu cemburu”
Nadanya berharap, tapi menyebalkan jika mengingat topik yang sedang kami bahas. Bukannya aku tidak suka pada wanita itu, tapi menyebalkan jika banyak orang mulai membanding-bandingkan kami. Aku tidak sepolos dia, kuakui itu. Hollywood keras dan kotor gais!
Aku tidak menyangkal itu. Dia Dewi Korea dan aku Devil dari Hollywood.
Dia suci aku penuh dosa kkkk
“Lupakan saja!”
Aku membuang muka.
“Hei lihat aku”
“Tidak mau ngapain harus melihat mu”
Jungkook menangkup wajahku tiba-tiba, memaksaku menoleh kearahnya. “Seperti Taehyung Hyung yang menjadi penggemar mu, aku juga seperti itu”
Dia menatapku dalam, jantungku! Tidak baik kami terlalu dekat, dasar Babon besar! Sekarang aku tahu kenapa dia dijuluki Playboy internasional oleh para fansnya.
“Iya iya aku tahu kok!”
Menyerah adalah yang paling aman buatku, aku mendorong Jungkook menjauh dia tertawa lagi lalu bergerak memelukku erat.
“Kamu dan dia berbeda”
“Tahu kok Jung”
Jungkook membelai rambutku menyembunyikan wajahku di dadanya. Mataku mulai berat ngomong-ngomong nyaman sekali sih elusan si Jungkook.
“Ini hari pertama kita ya”
“Iya”
Kimnds
Pied Piper :
I will lead you don't be afraid because I love you, you are my guilty pleasure