Glorious Life

Glorious Life
21 ∞ Jungkook



Pagi ku sempurna, melihat Jungkook ada di sisiku ketika aku membuka mata adalah hal yang paling ku sukai sekarang. Aku tidak bisa berhenti tersenyum sambil memandanginya yang masih tidur dengan mulut sedikit terbuka, dia lucu sekali jika begitu.


Heol...


bahkan aku tidak pernah membayangkan hal seperti ini, dulu aku menghindar mati-matian tidak ingin dekat dengan Idol dan sekarang? Damn!


Terimakasih takdir


"morning" Jungkook menyapaku dengan mata setengah terpejam suaranya serak dan itu terdengar seksi buatku.


"Morning" balasku dengan senyuman yang tidak pernah luntur. Dia berguling kearah ku merentangkan tangannya lebar-lebar, aku berguling mendekat masuk kedalam pelukannya.


Persetan dengan malu-malu kucing, aku kan nggak punya rasa malu kalau dengan Jungkook ha ha


Tuhkan nyaman sekali! Dia itu hugable sekali, aku menenggelamkan wajahku di perpotongan lehernya. Dia menepuk nepuk punggungku, dia tidak berbicara namun semua yang dilakukanya tampak manis dimataku -just cuddle in the morning


"Jung.."


"Heem"


"Tidak marah tadi malam?"


"soal apa?"


"itu.." masa harus kuperjelas? Aku mendongak ingin melihat ekspresi Jungkook tapi dia malah menekan kepalaku tidak membiarkan ku melihat wajahnya mengesalkan!


"Tidak suka kamu pelukan dengan Shawn"


"Aku juga tidak suka Barbara menempel padamu"


Perbandingan yang bagus!! dia terdiam sebentar, dia beralih membelai rambutku dan menciumnya beberapa kali.


"Well, karena aku populer, hal seperti itu tidak bisa di hindari"


Aku tertawa, dia jika sedang percaya diri memang begitu.


Luar biasa!! Jungkook tertawa juga, tawanya menyejukkan buatku kkk


"Iya aku tahu, kamu populer"


Kali ini aku sedikit memberontak dari pelukannya, Jungkook membiarkan ku melakukan itu namun tidak melepaskan tangannya yang melingkar di perutku. Aku sedikit mengangkat tubuhku agar bisa melihat Jungkook.


Dia tersenyum tipis sambil menatapku tatapannya membuatku memerah "Jangan menatapku seperti itu"


"Kenapa?, aku kan hanya ingin memandangi pacar ku"


Tuhkan! Dia itu international playboy.


Diperlakukan seperti itu membuatku malu, duhh kurasa aku harus menarik ucapanku yang mengatakan


nggak punya rasa malu kalau dengan Jungkook.


Dia nampak berfikir sejenak "setengah tahun lebih"


"Lebihnya berapa?!"


Aku sebal sendiri, masa dia tidak menghitungnya sih.


"Dua ratus tiga puluh delapan jam empat puluh lima menit"


Katanya membuat ku menoleh. Aku tersenyum lebar dia bahkan tidak melewatkan detailnya. Jungkook memang yang terbaik.


"sayang sekali, sama kamu kook"


Dia tertawa, di perpotongan leherku. Tawanya manis. Aku nggak bisa diam jadi aku mengecup pipinya sekilas dan memberontak melepaskan diri.


Aku Malu


"Kapan kembali ke Korea Kook?"


Demi kenyamanan bersama aku mengalihkan pembicaraan. Jungkook menghela nafas membetulkan posisinya ia kini bersandar pada kepala tempat tidur.


"Siang ini"


Aku tidak suka nada sedihnya, tapi mau bagaimana lagi Bangtan punya jadwal padat apalagi Bighit sedang sibuk-sibuknya mendebutkan Boy Group baru.


"Akan kuantar"


"kamu kan juga akan terbang ke sana"


Dia mendelik kesal kearahku aku tertawa kecil.


"Kurang tepat Kook, aku akan ke China dulu. brian mengancamku agar mengunjunginya terlebih dahulu"


"Wahh anak itu bisa mengancamu ya"


Aku mengangguk mengulum senyum ku, Brian jika sudah mengancam menakutkan soalnya, semenakutkan Jungkook jika sedang merajuk.


Kami mendengar ketukan dipintu dan detik berikutnya pintu terbuka, Sejin Manager Bangtan ada disana menatapku meminta maaf.


"Oke Hyung"


Jungkook tahu dia harus pergi dan aku tidak bisa menahannya lebih lama.


Sejin Oppa, menutup pintu kembali dan Jungkook mengalihkan seluruh atensinya padakku, dia menatapku sejenak.


“So.. aku akan sedikit sibuk kamu tahu kan sebentar lagi Bangtan Comeback?”


Aku mengangguk dia tersenyum lebar “good, jangan bertingkah”


Aku memeluknya sambil tersenyum lebar, hidupku pasti hampa tanpa dirinya.