
Sudah berapa bulan? Intinya ini sudah lama sekali bagiku untuk tidak bertemu dengan Jungkook, kami sama-sama sibuk, dia dengan project comeback-nya dan aku dengan Tour Amerika yang tidak memiliki jeda.
Hari ini aku pulang ke rumah—Jungkook.
Korea tidak banyak berubah, sama seperti dulu.
“Jungkook dimana?”
Namjoon Oppa kelihatan sekali terkejut melihatku berdiri dibelakangnya dengan koper besar. Salahku juga sih tidak ke Apartemen dulu menaruh barang, aku memang langsung menuju ke Gedung Bighit setelah pesawat mendarat.
“di Ruang latihan, tidak pulang dulu?”
“Ini aku pulang” kataku tersenyum lebar dan Namjoon Oppa hanya terkekeh geli. Aku melambai padanya dan berjalan ke ruang latihan Bangtan.
Bagaimana ya reaksi Jungkook melihatku? Aku tidak memberitahunya aku akan datang. Aku tersenyum lebar tampak seperti orang bodoh. Bahagia pokoknya.
Aku mendorong pintu ruang latihan sambil memanggil Jungkook senang.
“Jung...kook”
Lengkinganku berubah memelan ketika melihat bukan hanya Jungkook yang ada disana, ada bangtan tapi itu bukan masalahnya ada orang lain lagi dia—Hasley. Aku tahu siapa dia. gadis itu tengah bercengkrama dengan anggota Bangtan yang lain—wahh dan mereka dekat sekali.
Selama beberapa bulan ini apa yang aku lewatkan?..
“kamu datang”
Hoseok menyambut ku dan aku tersenyum tipis, Jungkook kelihatan bingung dia menjauh dari Hasley dan mendekati aku.
“Hi, kenapa tidak memberi tahuku”
Tanyanya menarik aku kedalam pelukannya dia memelukku erat menggoyangkan kekanan dan kekiri aku tersenyum tidak bisa menutupi rasa bahagiaku karena perlakukan manis Jungkook.
“ingin memberi kejutan tapi sepertinya aku yang terkejut” bisikku pelan aku mendongakan kepalaku untuk menatapnya, Jungkook mengerutkan alisnya.
“kenapa?”
“Geunyang”
“jawaban seperti apa itu, gadis nakal”
Jungkook menyeringai dan mengecup wajahku berkali-kali.
“Apaan sih Jung, lepaskan”
Aku memberontak, malu tapi mau.
“Geumanhe” Taehyung Oppa tiba-tiba sudah berada disamping kami dan memisahkan kami paksa. “Sudah lama sekali” dia memelukku tanpa permisi mengangkat ku sambil bergoyang kekanan kekiri.
“Hyung.. ini pacarku!!”
“Sudah tahu”
Jawab Taehyung cuek, dia menurunkanku lalu merangkul ku menuju sofa yang ditempati Hasley.
“well, Florenzee nice to meet u”
Hasley berdiri memeluk ku sebentar, aku tersenyum tipis membalas pelukannya. “so, u know bangtan too?”
“Yeah.. and u? What are u doing here?”
“We have project together”
“Waw...” aku melirik Jungkook tajam kenapa dia tidak memberitahuku tentang ini “i think it would be good..u and bangtan”
“Thank you”
“Sudah makan belum?”
Tanya Jin dari sudut ruangan dia mengangkat Cup ramen dan aku suka!! Yeokshi Kim Seokjin Oppa jjang!!
“belom”
Aku senang dan mengabaikan Jungkook yang berada di sampingku.
Jin oppa menyerahkan cup ramen itu pada ku.
“ aigoo.. hati-hati masih panas”
Jungkook duduk disamping ku kedamaianku Lenyap,
Jungkook sedang mencoba membujukku sepertinya, pria itu bersandar dibahuku dan memainkan jari-jari ku.
“Jung..”
Aku menatapnya penuh peringatan ketika pria itu dengan berani mengecup leherku.
Jungkook itu berbahaya!!
“apa”
Lihat!! Bagaimana bisa dia bertanya dengan muka polos seperti pantat bayi itu. Dia itu devil
“Sedang makan tidak lihat!”
“kalau tidak sedang makan berarti boleh?”
Aku menatapnya sebal dia tertawa saja.
“Terserah”
Aku meletakkan cup ramen itu dimeja dan Jungkook sudah siap dengan air minum ditanganya entah didapat dari mana.
Aku meneguk air itu, belum sempat aku selesai minum tiba-tiba aku merasakan tenggorokan ku dikecup. Pelakunya sudah pasti si devil
Karena Jungkook aku memuncratkan semua air dimulutku.
Jeon Jungkook sialan tahu saja bagaimana mencari kesempatan dalam kesempitan
“Ya!!! Jeon Jungkook”
Aku menggeram kesal mengusap kasar air minum yang tumpah disekitar mulutku dan kini baju depanku basah.
Nice..
“Kook kamu menganggunya lagi?!!”
Jin oppa sudah berteriak marah menghampiri kami.
“basah semuakan Jung” aku kesal namun tidak bisa marah, aku melirik kaosku yang basah untung warnanya hitam.
“bawa ganti baju?”
“Bawa dikoper! Kopernya sudah dibawa turun Sejin oppa!”
Aku menjawab pertanyaan Jungkook dengan tidak s.e.l.o.w
“kenapa menjahili pacarmu terus si kook”
Jin oppa masih mengomel, Jungkook berdecak kesal lalu meraih tanganku menarikku keluar tanpa pamit dengan yang lain.
Aku tidak bertanya, dan Jungkook sepertinya tidak ingin menjelaskan kepadaku.
Pria itu membuka pintu dan menarikku masuk kedalam, tanpa kata mendudukkanku di sofa kecil disudut ruangan, setelah itu Jungkook sibuk sendiri membuka laci-laci.
“pakai kuhitung sampai lima, empat.. tiga..”
Dia berbalik menyodorkan, Oversize hitam super duper besar kepadaku. Dia berbalik membelakangi aku, dan aku bergegas mengganti pakainku.
“belom jung!!”
“Dua.. satu”
Dia berbalik dan aku mencoba menarik turun kaos itu yang belum sempat kukenakan dengan benar, dia terkekeh pelan lalu mendekati ku. Aku mundur penuh antisipasi, aku jatuh terduduk kembali disofa.
“Jangan menatap ku seperti itu dong Jung”
Dia tidak tersenyum, dia hanya menatapku dengan mata hangatnya itu. Dia berniat menggoda ku atau bagaimana.
kimnds
bisa kali gaes vote dan komentar