Glorious Life

Glorious Life
O9 ∞ Kalospia



Semakin hari, aku dan Jungkook semakin dekat. Berkali-kali aku menghindarinya dan menolaknya namun pria itu gigih. Lihat saja! Sekarang pria tidak tahu malu itu duduk disampingku tengah meminum Coffe hangat sambil menatap keluar—Jalanan Seoul yang tampak sedikit penuh.


“Jung, kamu benar-benar ya!”


Dia menoleh sambil menatapku dengan mata indahnya itu! Aku tidak Bisa menyelesaikan kalimatku.


Tidak Fokus!!!


Sara dan Michael menahan tawa mereka dari bangku depan! Aku mendengus melotot kearah Sara yang kedapatan melirik kami dari kaca spion.


“Eunhyuk, sudah menunggumu didalam mau ditemani?”


“Tidak usah, kamu membantu Michael saja”


Sara mengangguk mengerti, Michael menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah gedung–Asrama Under nineteen.


Jika bertanya mengapa aku disini, jawabannya adalah karena Eunhyuk meminta tolong–Fyi, kami satu agensi karena HW menyerahkan semua jadwal ku di Korea kepada SM.


“Serius Jung!, Kamu tidak punya jadwal lain” tanyaku memastikan, Jungkook mengangguk masa bodoh lalu keluar, aku menghela nafas lalu ikut keluar dari dalam mobil.


Jungkook menghampiri ku dan mendorong ku bergegas masuk kedalam gedung karena Udara lumayan dingin.


Kami berjalan lumayan cepat menyusuri lorong-lorong. Aku mendengar musik terputar dan suara-suara riuh—Para trainee sedang latihan—


“Kita kemana?”


Tanya Jungkook, melihat ku membuatku pintu demi pintu disepanjang lorong.


Gedung ini terlalu besar, aku bingung ruangan mana yang digunakan Eunhyuk.


Aku hanya ingat Eunhyuk menyuruh ku menemuinya di studio didekat lorong utama. “Jadi kamu tidak tahu dimana ya?”


Aku menoleh kearahnya dengan wajah tolol ku.


Hehehe


Jungkook menghembuskan nafasnya kelihatan mencoba bersabar.


Aku membuka studio disampingku dan disambut teriakan terkejut beberapa detik kemudian. Didalam ruangan itu terdapat banyak trainee yang sedang latihan–kurasa.


“Maaf, aku tersesat”


Aku membungkuk meminta maaf menyadari kecerobohan ku, sebelum sosok yang kucari-cari memanggil ku dari ujung ruangan.


Nah itu dia!


Aku menarik Jungkook masuk, pria itu menurut saja ketika kutarik ke depan Eunhyuk.


“Annyeonghaseyo”


Jungkook menyapa, pria itu membungkuk sopan didepan Eunhyuk.


“Jeon Jungkook–ssi?”


Eunhyuk memastikan Jungkook mengangguk menurunkan maskernya “Wohhh”


Eunhyuk menepuk bahuku keras sekali membuat ku meringis kesal maksudnya apa sih! “Ya!”


“Sorry.. hanya terkejut”


Tawanya kecil, Jungkook mengusap bahuku yang ditepuk Eunhyuk–dia prihatin atau mau mengejek ku sih. Ekspresinya ituloh


“Jadi kenapa memanggil?”


“Itu..mau jadi pelatih untuk hari ini tidak? Ah lebih tepatnya Special Guest”


Eunhyuk mendekat kan wajahnya kesamping telingaku berbisik pelan. Aku mengerutkan keningku.


Pelatih? Special Guest?


“Untuk mereka?”


Tanyaku balik, mengedarkan pandanganku woahh yang benar saja! Aku tidak percaya diri melatih mereka walaupun hanya sehari.


Aku menggeleng tanpa ekspresi menatap Eunhyuk, yang kini menangkup kedua tangannya–memohon.


Melatih peserta Undernineteen adalah sesuatu yang besar, mana berani aku.


“Please tega kamu dengan oppamu?”


“Tega”


Balasku malas, Eunhyuk meninju bahuku membuatku mendelik sebal.


“Hei. Coba saja Eunhyuk Sunbaenim kan percaya kamu bisa”


Hell, kelinciku yang imut yaampun Jungkook manis sekali sih dengan wajah seperti itu. Kenapa aku baru menyadarinya ya.


Apa yang baru saja kupikirkan? Kelinci imut? Ha gila! Dia itu Babon besar!  Aku benar-benar gila!


Tidak waras!!


“Nah dengarkan pacarmu! jangan sok sibuk begitu aku tahu kamu sedang free”


Aku melotot dan Jungkook menyunggingkan senyum kecilnya. Dan berbisik pelan. “Belum resmi hyung, sebentar lagi pasti”


He? Sekarang aku percaya rumor tentang motto yang mengatakan  Jungkook ambisius itu benar!!


Army! 


“Ok! I will do it!”


Pasrah ku dengan setengah hati, Eunhyuk meninju udara tersenyum senang lalu berlalu kearah Staf sebelum itu ia mengacak rambut ku.


“I am jealous"


Jungkook berbisik disampingku, sambil membenarkan rambutku yang baru saja di acak-acak oleh Eunhyuk Oppa. Aku meliriknya tanpa berminat membalas.


“Zee, aku benar-benar tidak suka, hanya aku yang boleh melakukan nya oke, seperti ini atau ini”


Jungkook mengacak-acak rambutku hingga berantakan lalu memperbaiki nya lagi.


Dasar tidak waras


“Oke”


Jawabku acuh, lalu mengikuti staff yang menuntun ku keluar dari studio latihan–Dance Team.


“Serius!” Jungkook menempel seperti perekat, dia mengayunkan tanganku terus menerus seperti anak kecil.


Yaampun aku ingin mencubitnya!


Aku masuk kedalam Hall yang cukup besar suasananya riuh karena banyak orang–para Trainee.


Aku tahu kok acara Survival Undernineteen, namun tidak pernah membayangkan akan menjadi special guest mereka hari ini


Seorang Staf menghampiri ku lalu menyerahkan Mic untukku.


Mereka–para traniee Belum menyadari keberadaananku yang memang berada dibelakang


“Serius ya hanya boleh kepadaku, promise”


“Iya serius promise, minggir”


Aku mendorong nya menjauh dariku, Jungkook mengerucut kan bibirnya kesal dan aku terkekeh. Kiyeowo sekali sih dia. Jungkook menjauh dariku dan duduk dibelakang dengan muka kesal.


Eunhyuk ada disampingku ketika kamera kembali dinyalakan, kami berjalan ke depan diikuti seruan terkejut para Trainee.


“Tahu gitu aku akan dandan!”


Ujarkku berbisik kesal kerah Eunhyuk. Aku baru menyadarinya jika pakaian ku terlampau santai.


“Santai saja”


Kami berdua berdiri tepat dihadapan para Trainee, aku memperhatikan Eunhyuk yang mulai berbicara.


Aku tidak fokus! Karena Jungkook terus saja memperhatikan ku, Babon itu berniat menggodaku ya!


Awas saja!


Eunhyuk sedikit menyenggol ku ketika ternyata dia sudah selesai berbicara dan bersiap meninggalkan aku dengan para Trainee.


“annyeonghaseyo, jeoneun oneul Florenzee Hwang teugbyeol geseuteu-ibnida. mannaseo bangawoyo.”


Aku tersenyum lebar, dibalas dengan tepuk tangan dan riuh dari arah para trainee. Aku melirik Jungkook sekilas memastikan pria itu baik-baik saja. Bagaimanapun juga aku yang membawanya kemari jadi aku harus memastikan Jungkook nyaman.


“Eunhyuk Oppa, berbicara banyak tentang kalian, menjadi seorang Trainee sulit iya kan”


“Ne!!”


“Rap Team?...” aku mengedarkan pandangan ku menyapu seluruh ruangan. Aku menghadap barisan para Rap. “Tahu Rich Brian?”


“Tahu!!”


Aku tersenyum sebelum melanjutkan berdiri ditengah dengan senyumanku “Dia adikku.. Brian dulu juga harus bekerja keras untuk mencapai impiannya. Walaupun ditentang habis-habisan anak itu tetap bertahan jadi kuharap kalian semua yang berada di Rap Team menjadikan perjalanan karir Brian menjadi sebuah motivasi, baik untuk Rap Dance atau Vokal. Kalian berada disini karena kali dianggap mampu namun selalu ingat kedepannya semua akan bertambah sulit, aku tidak Bisa menjamin seratus persen semua sesuai impian kalian, hanya kalian yang menentukan nasib kalian sendiri, bertahan atau keluar...”


Aku menarik nafas dalam “My dream isn’t to become the ‘best’ it’s to be someone who I’m not ashamed to be, aku mengatakan itu kepada diriku sendiri setiap hari. Kuharap kalian juga tidak akan lupa Your identity dan alasan mengapa kalian berusaha sejauh ini!, Janji tidak akan menyerah ya Pinky promise ”


“Ne! promise”


Aku tersenyum lagi diakhiri kalimat, Jungkook menatapku kali ini pria itu berdiri ikut bertepuk tangan membaur bersama para Trainee.


Kimnds


Kalopsia : the delusion of things being more beautiful than they really are