
Tanpa terasa Mereka akhirnya sampai ditempat yang dituju. Sebuah acara reuni. Sudah banyak yang berdatangan di acar tersebut. Agung memarkirkan mobilnya tak jauh dari pintu keluar tempat acara tersebut.
Nina pun melepaskan sabuk pengamannya, begitu juga dengan Agung. Lalu Mereka keluar dari mobilnya. Eko terlihat langsung menghampiri Agung.
" Ehm, Akhirnya Kalian datang berdua." Ujar Eko.
" Apaan sih. Kita kan memang selalu bedua. Iya kan Nin?" Agung bertanya pada Nina.
Nina hanya memutar kedua bola matanya.
Saat memasuki pintu. Nampak sosok Adelia yang langsung menghampiri Agung dan memeluknya. Agung terlihat langsung syok dan terkejut. Sedangkan Nina memilih melanjutkan langkah kakinya. Sedangkan Eko terlihat bingung. Dia memandang Agung dan Nina secara bergantian. Dan akhirnya memilih mengikuti Nina.
" Hei. Tunggu!" Teriak Agung langsung melepaskan pelukan Adelia.
" Kenapa Kau memutuskanku secara sepihak?" Tanya Adelia terlihat kesal tanpa peduli ada banyak orang disekitarnya.
" Itu masa lalu Del.Tidak baik mengungkitnya sekarang."
" Tapi bagiku itu belum selesai Gung." Ujar Adelia membuat Agung kesal.
" Tapi bagiku itu sudah selesai Del. Maaf." Jelas Agung seraya beranjak. Namun Adelia masih mengikutinya. Agung pun menoleh dan terkejut.
" Kenapa Kau masih mengikutiku?" Tanya Agung.
" Aku yakin Kau masih mencintaiku." Sahut Adelia terlihat kekanak-kanakan. Agung langsung menggaruk-garuk keningnya. Dia pun berhenti.
" Aku sudah mempunyai kekasih." Ucap Agung.
" Aku tidak percaya." Sahut Adelia.
" Buktinya Kau datang dengan sahabat-sahabatmu."
Agung sejenak berpikir untuk menghindari wanita yang dulu pernah dalam hidupnya itu. Adelia terlihat merasa puas saat Agung terdiam dan seperti kalah telak atas ucapannya tersebut.
" Kau salah. Aku datang dengan kekasihku." Ujar Agung seraya menunjuk Nina yang sedang mengambil minuman dan berbincang-bincang dengan Riri.
Adelia terlihat terkejut dan masih tidak percaya. Dia pun menggeleng-gelengkan kepala.
" Aku tidak percaya. Nina kan sahabatmu." Jelas Adelia.
Nina dan Riri terlihat terkejut melihat Agung dan Adelia datang menghampirinya. Agung membuat Riri terlihat terkejut. Agung sangat berubah. Dari caranya berpakaian bahkan gayanya. Dia terlihat seperti CEO muda.
Agung pun langsung menggandeng tangan Nina.
" Tolong katakan padanya. Bahwa Kau kekasihku." Ujar Agung seraya matanya mengisyaratkan perintah.
" Iya Kita sedang berkencan." Ujar Nina membuat Adelia bahkan Riri dan Eko yang tidak jauh dari Mereka pun langsung terkejut. Eko menghampiri Agung.
" Selamat." Ucap Eko membuat Adelia cemberut.
" Thanks bro." Sahut Agung. Dan tidak jauh dari Mereka, Dimas terlihat memperhatikan Nina.
" Apa Kau masih tidak percaya? " Tanya Agung ke Adelia.
Adelia pun kesal dan melangkah pergi. Sedangkan Nina hanya menghela nafas panjang dan langsung melepaskan tangan Agung.
" Jangan mencuri kesempatan dalam kesempitan." Bisik Nina membuat Agung tersenyum. Dan Nina pun langsung melangkahkan kaki menuju tempat duduk. Begitu juga Riri, suaminya dan Eko. Dimas yang datang sendiri terlihat hanya memperhatikan Nina dari jauh.
" Apa Kau tidak ingin menghampiri sahabat masa kecilmu." Bisik Agung.
" Siapa?"
" Dimas." Sahut Agung membuat Nina langsung teringat Dimas. Dia pun memperhatikan sekitar. Dimas terlihat sedang memandang kearahnya.
" Sepertinya Dia sedang marah padaku." Ucap Nina.
" Aku tidak peduli." Sahut Agung.
Nina pun menatap tajam Agung.
" Kau sangat tega!"
" Kau baru tahu?" Agung menjulurkan lidahnya mengolok Nina.
To Be Continued