
Sudah enam bulan sejak kedatangan Vincent ke dunia ini. Telah melewati berbagai kejadian dan masalah sejak saat itu, namun sekarang hari-harinya tampak tenang. Tidak ada kejadian yang luar biasa dan mengancam nyawanya seperti yang telah dia lalui di awal perjalanannya di dunia baru. Karena hal itu juga, Vincent memiliki waktu banyak waktu untuk belajar, entah tentang dunia baru ini atau tentang kekuatan yang berasal dari game yang dia mainkan.
Berbicara tentang game yang dia mainkan, Vincent mendapatkan beberapa kartu yang bisa dia mainkan di sama depan. Semua item yang dia miliki telah mempelajari, entah itu senjata yang tidak masuk akal yang berawal dari lelucon sampai armor futuristik yang memberinya tingkat kekuatan. Dan bukan hanya satu, setelah dia mempelajari semua yang dia miliki dan melakukan beberapa percobaan dengan petunjuk deskripsi item, dia merasa bisa melangkah lebih jauh jika ada musuh yang kuat datang menghampirinya, hampir percaya diri.
Namun di balik semua hal yang dia suka pelajari, satu hal yang membuatnya agak kesal dan hampir benci.
Berkat statusnya sebagai bangsawan dan kendalinya atas Gehena, hal terburuk datang pada Vincent yang merupakan dokumen, begitu banyak tentang administrasi dan segala hal yang menyangkut statusnya sebagai sorang Baron dan bos organisasi yang dia taklukkan.
Duduk di mansion yang baru dia beli di ibu kota, Vincent menatap setumpuk dokumen di hadapannya dengan pandangan jijik, seolah itu adalah hal yang paling kotor di dunia.
"Aku membenci statusku." Gumam Vincent yang dengan enggan mulai membaca salah satu dokumen yang ada di hadapannya. Vincent juga akhirnya menyadari mengapa atasannya dahulu menjadi seorang pemarah dan menggerutu jika mengenai pekerjaan yang tidak sesuai, itu karena sekarang dia juga merasakan sakit kepala yang atasannya miliki, bahkan lebih dari itu.
Matilda yang berada di ruangan yang sama, memperhatikan pria yang menjadi tuannya sekarang. Wajah di tekuk dalam cemberut, matanya terlihat kesal sambil terus menggerutu tentang hal-hal lain. Ini adalah pemandangan biasa yang dia lihat saat Vincent duduk di kantornya dengan tumpukan dokumen di atas mejanya.
Mudah bagi Matilda untuk mengetahui bahwa Vincent tidak menyukai hal-hal ini, terutama karena Vincent sendiri tidak menyembunyikan ketidaksukaannya.
Dengan inisiatif, Pelacur yang kini berubah menjadi asisten pribadi sekaligus orang yang di beri bertanggung jawab atas organisasi bernama Gehena, berjalan mendekati kursi tuannya. Kedua tangan halusnya menyentuh pundak lebar tuanya dan mulai memijat bahu yang kaku, sesuatu yang akan sangat di hargai oleh tuannya.
"Mungkin lebih baik jika anda beristirahat sejenak, Tuan Vincent." Matilda menyarankan saat dia terus memijat bahu tuannya.
Vincent tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut dan hanya bersandar di kursinya sambil memejamkan mata, menikmati sentuhan yang merilekskan ototnya yang kaku.
"Ide bagus, mungkin liburan panjang- yang sangat panjang bisa membuatku rileks." Jawab Vincent.
"Tuanku tidak mungkin akan lari begitu saja meninggalkan tanggung jawabnya bukan?" Tanya Matilda dengan nada geli.
"Itulah yang aku pikirkan, aku sedang berpikir untuk lari dari semua hal menyebalkan ini dan menikmati diriku sendiri sebelum masalah yang lebih besar datang." Jawab Vincent dengan acuh, membenarkan apa yang di katakan oleh asistennya.
"Berbicara tentang masalah, Lady Celestine telah memberikan telah memberi kita daftar dan bukti terkait dengan orang yang dia yakini sebagai para penghianat di jajaran bangsawan."
"Terima kasih kepada rumah bordil yang kita miliki, sepertinya para orang bodoh itu begitu percaya diri dengan membocorkan informasi yang mereka miliki kepada pelacur belaka." Tambah Vincent dengan sinis.
Terima kasih kepada Eclipse dan berkat bisnis ilegal mereka, Vincent memiliki sarana untuk mendapatkan informasi yang bagus. Salah satunya adalah rumah bordil yang kini menjadi miliknya dengan banyak perubahan di sana-sini. Awalnya dia ingin menutup divisi tersebut, namun Matilda menyarankan untuk tidak melakukannya karena keuntungan yang akan mereka dapatkan dan Vincent setuju, namun dengan banyak perubahan. Dia membuat rumah bordil memiliki banyak aturan dengan banyak penjaga yang siap melemparkan pelanggan yang berani melewati hal yang dia tentukan, itu semata-mata karena dia berempati pada Matilda dan tidak ingin nasib yang sama terjadi di kemudian hari.
Dari beberapa divisi yang di tinggalkan Eclipse, ada satu divisi yang Vincent tutup tanpa berpikir banyak dan itu adalah Divisi obat-obatan dan narkoba. Dia menutup hal itu tanpa peduli karena dia tahu akan banyak kerugian yang akan di terima daripada keuntungan. Sementara itu, ada juga beberapa yang di pertahanan dan juga di reformasi ulang agar sesuai dengan selira Vincent sendiri.
Kembali ke waktu sekarang, Vincent sepertinya merenungkan sesuatu yang membuat Matilda penasaran.
"Ya."
"Apakah anda memikirkan sesuatu?"
"Ya, sesuatu seperti itu namun bukan masalah pekerjaan." Jawab Vincent yang membuka salah satu matanya dan mengangkat kepalanya untuk melihat Matilda.
"Apa itu jika aku boleh tahu, Tuan?"
"Sesuatu yang dunia ini miliki." Kata Vincent. "Katakan kepadaku, dunia ini memiliki banyak ras bukan?"
"Ya." Jawab Matilda yang sedikit bingung ke mana arah pembicaraan ini.
"Beberapa memiliki bakat alami juga bukan?"
"Ya." Sekali lagi Matilda menjawab dengan singkat.
"Katakan kepadaku, di luar sana ada ras yang terlahir menjadi seorang prajurit bukan?"
"Tentu saja, tetapi apa yang Tuanku inginkan dengan hal tersebut."
"Sebuah rencana perekrutan untuk mencari pengguna bakat atau 'material art', seni bela diri itu menyebalkan untuk menjadi musuh namun akan sangat bagus jika menjadi sekutu. Tidak masalah dari ras apa mereka berasal, apakah itu manusia atau bukan tidak menjadi masalah. Satu hal yang aku inginkan hanyalah bakat mereka dan kerja sama mereka. Jika mereka memberikan kesetiaan, itu akan jauh lebih di hargai."
"Tetapi mengapa?"
Vincent hanya mengeluarkan sebuah dokumen dari lacinya dan memberikannya pada Matilda. Membaca dengan cepat apa isi dokumen tersebut sampai akhirnya mata Matilda melebar.
"Tidak mungkin. Anda mengumpulkan kekuatan untuk ini?" Tanya Matilda tidak percaya.
"Benar. Ternyata musuh dari sekutu yang aku miliki di sini bukan ikan kecil di kerajaan ini. Itu sebabnya aku membutuhkan banyak kekuatan, juga sarana untuk melepaskan stres dengan perjalanan bisnis- atau kamu bisa menyebutnya liburan agar terdengar menyenangkan."
Matilda menghela napas setelah mendengar kata-kata Vincent. Dia sempat bertanya-tanya pada awalnya mengapa dia bersikeras untuk mengambil alih Eclipse daripada menghancurkannya, dan setiap kali dia bertanya pada Vincent, dia hanya menjawab 'Hanya sebagai asuransi', hal yang tidak di mengerti Matilda.
Namun saat dia membaca dokumen yang di berikan padanya, ternyata tuannya lebih dari siap untuk mengantisipasi masalah yang akan datang.
Sesuatu yang akan tuannya katakan, untuk membereskan semua omong kosong yang harus di bereskan untuk menyimpan kemenangan yang pasti.