
Melihat pemandangan di hadapannya, Vincent tanpa di sadari menghembuskan napas yang selama ini dia tahan. Dia sedikit merenggut saat melihat kekacauan darah dan daging di hadapannya, tidak mengharapkan hasil seperti ini dari aksi menghujani musuhnya dengan peluru berkecepatan tinggi per menitnya yang dihasilkan dari M134-A2 Vulcan Minigun.
Pandangannya kemudian bertemu dengan dengan sosok yang menemaninya selama ini, seorang wanita yang ingin dia selamatkan. Matilda duduk sambil memeluk lututnya di sudut ruangan, membuat dirinya sekecil mungkin sambil berlindung di balik meja. dilihat dari ekspresinya, kekacauan yang Vincent buat ternyata terlalu banyak untuk Matilda. Wajahnya agak hijau dengan tangan menutupi mulutnya, mencoba untuk tidak memuntahkan isi perutnya saat melihat kekacauan berdarah yang dihasilkan Vincent.
Vincent berjalan menghampiri Matilda, berjongkok di hadapannya sambil menawarkan tangannya.
"Ayo, kita harus pergi dari sini." Kata Vincent.
Matilda menatap tepat ke arah Vincent, ada kengerian di dalam mata Matilda saat dia menatapnya dan Vincent tidak menyalahkannya. Kemudian Matilda dengan gelengan kepala seolah menyingkirkan pikiran yang tidak perlu dan meraih tangan yang di tawarkan Vincent.
Keduanya mulai bergerak dengan Vincent mengganti senjatanya menjadi M4 Carbine dengan drum magazen 150 butir peluru lengkap dengan peluncur granat yang terpasang di senjatanya.
Keduanya bergerak ke arah halaman mansion, dengan membutuhkan lebih banyak waktu daripada saat mereka datang karena banyaknya anggota Eclipse yang menghadang pelarian mereka. Untungnya, meskipun Vincent yang kelelahan dan compang-camping, dia berhasil menyingkirkan setiap halangan yang menghalangi jalannya dengan Matilda yang berlindung di belakang Vincent.
Sesampainya di halaman mansion, Vincent membombardir para anggota Eclipse berserta mansion yang menjadi markas mereka dengan peluncur granat yang terpasang di senjatanya. Membuat kekacauan di sekitar mansion sebelum menembakkan flare gun ke langit yang berfungsi sebagai tanda kepada para pasukan yang dia pesan dari Celestine.
Melihat suar cahaya yang di buat Vincent, Matilda mau tidak mau bertanya-tanya untuk apa Vincent melakukan hal tersebut. Namun pertanyaan terjawab di saat berikutnya ada ledakan yang tidak berasal dari Vincent.
BOM!! BOOM!! BOOOM!!
Tiga ledakan terjadi setelah Vincent menembakkan flare gun-nya. Matilda yang terkejut dengan perubahan kejadian, mencari dari mana arah datangnya ledakan tersebut sambil terus bersembunyi di balik punggung Vincent.
"Vincent! Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Tanya Matilda, nadanya mengandung kekhawatiran. Terutama karena dia tidak ingin mati setelah melihat kekacauan yang dilakukan Vincent dan kekuatan mentah kelapa divisi keamanan Eclipse.
"Bala bantuan." Jawab Vincent tanpa melirik Matilda, dia terlalu sibuk berurusan dengan orang-orang Eclipse yang mendekati mereka berdua.
"Bala bantuan? tetapi- ... Bagaimana?"
"Simpan pernyataan itu untuk nanti. Sekarang, lebih baik kamu bersembunyi atau berlindung sementara aku menahan mereka sebelum bala bantuan tiba di sini sepenuhnya." Jawab Vincent, tidak meninggalkan argumen untuk di perdebatkan. Matilda, meskipun ragu tetap mematuhi perkataan Vincent dan mulai mencari tempat perlindungan.
...XxXxX...
Sekitar 300 meter dari mansion, seorang pria berdiri di atas bukit dengan busur di tangannya. Matanya fokus ke arah mansion di hadapannya saat dia menarik tali busurnya secara maksimal. Masuk dalam kondisi hyper fokus, pria itu mengunci targetnya dan melepaskan anak panah dengan hulu ledak di ujungnya. Dampak dari tembakannya meledakkan area di mana panah itu mendarat, membuat kepanikan di jajaran musuh.
Gill melihat ke depan di mana mansion yang menjadi markas dari Eclipse yang telah dia hujani dengan panah bersama rekan lainnya di Rose Order sesuai dengan perintah Celestine. Kemudian pandangannya beralih ke busur di tangannya, sebuah busur yang di berikan Vincent padanya.
Busur yang cukup rumit menurut Gill, dengan lebih bari satu string dan beberapa hal yang tidak di ketahuinya. Namun, untuk masalah kekuatan dan akurasi, Gill terkesan dengan busur yang di berikan Vincent ini. Bukan hanya karena memerlukan lebih sedikit tenaga untuk menarik busur itu hingga maksimal, tetapi juga karena busurnya yang ringan dengan presisi yang mematikan. Dan untuk kekuatannya, busur ini jauh lebih kuat dari busur yang dia miliki.
Vincent menyebutkan nama busur ini, Compound Bow. Busur yang telah di modernisasi untuk mempermudah seorang pemanah.
...XxXxX...
"Kamu membuatku khawatir bodoh." Kata-kata itu terdengar di komunikator Vincent, saat dia masih di garis depan, masih mengulur waktu bagi pasukan untuk mengepung mansion tersebut.
"Kekhawatiranmu di hargai." Jawab Vincent.
"Kamu tahu, aku sedikit takut jika kamu mati." Kata Celestine melalui komunikator yang di berikan Vincent.
"Hee... Apakah itu karena kamu mencintaiku?" Tanya Vincent bercanda sambil menembak musuh yang berlari ke arahnya. Peluru melesat tepat di antara mata lawannya, membuatnya mati seketika dengan lubang di antara kedua matanya.
"Tidak. Aku hanya khawatir jika asetku yang berharga menghilang begitu saja dengan sia-sia." Jawab Celestine membuat Vincent cemberut. Celestine tidak seperti Lisa yang selalu menanggapi leluconnya jika dia ingin, namun Celestine berbeda dan entah mengapa perasaan harga dirinya akan jatuh jika dia melanjutkan untuk menggoda Celestine.
'Sepertinya aku masuk ke dalam kategori alat yang di muliakan oleh gadis ini.' Pikir Vincent dengan sinis.
"Lebih penting lagi, bisakah kamu bertahan? Penampilanmu dari drone yang kamu berikan cukup kurang sedap di pandang." Ungkap Celestine saat dia memperhatikan penampilan Vincent.
"Aku lebih tahan lama daripada yang kamu pikirkan." Kata Vincent datar. Setidaknya kekhawatirannya di hargai, tetapi memberikan komentar seperti itu sepertinya tidak cocok bagi Vincent yang menyerang markas musuh secara langsung. Apakah Celestine menganggap penyerangan ini seperti jalan-jalan di taman? Dia tidak mengerti lagi pemikiran gadis itu.
Butuh waktu beberapa menit ke depan saat pasukan mengepung mansion. Pertempuran telah mencapai puncaknya dan kemenangan jelas berada di tangan Vincent.
Sambil terus membantai kiri dan kanan, Vincent berharap tidak ada musuh seperti kepala keamanan Eclipse yang menyebalkan. Sudah cukup bertemu bandit yang menyamar dengan teknik aneh, kepala keamanan adalah hal lain dalam daftar musuh yang tidak ingin dia lawan lagi.
Kekuatan gila dan ketahanan seperti baja. Apakah dunia ini memiliki hal lain di luar logikanya?
Vincent berharap tidak ada naga atau mahkluk lain yang lebih kuat dari kepala keamanan Eclipse. Jika saja ada 5 pria botak kekar seperti kelapa keamanan, Vincent yakin dia tidak akan bisa bertahan lagi.