EX-SOLDIER: In Another World

EX-SOLDIER: In Another World
Perburuan - Part 4



...[Satu hari sebelum pengakuan Matilda.]...


"Apa yang kamu inginkan, Vincent?" Tanya seorang wanita cantik berambut keperakan. Duduk di kursi dengan segelas teh yang mengepul di tangannya saat Vincent memasuki ruangan.


"Aku ingin sebuah pasukan kecil bersiaga dan dapat di mobilisasi dengan mudah." Kata Vincent saat dia berjalan ke arah wanita itu. Duduk di seberang Celestine dan menyalakan rokoknya.


"Dan mengapa aku harus menyediakan itu untukmu?" Tanya Celestine sambil mengangkat salah satu alisnya, penasaran terlukis di wajahnya dengan permintaan Vincent yang tiba-tiba.


"Katakanlah, aku punya firasat yang tajam. Aku akan membutuhkan pasukan pasukan kecil untuk tujuan kita bersama dan itu akan membawa keuntungan bagi keluarga Duke of Mandoze baik dari segi politik atau sosial."


"Apakah ini berkaitan dengan pelacur itu?" Tanya Celestine dan Vincent hanya mengangguk.


"Aku sudah curiga, jadi dugaanku benar bukan? Dia adalah mata-mata." Kata Celestine dengan bangga. "Jadi mengapa kamu butuh pasukan kecil hanya untuk seorang gadis tunawisma?"


"Bukan untuknya. Namun sesuatu yang lebih besar dari itu." Kata Vincent, nada santainya berubah menjadi sekaligus dalam sekejap.


"Dan itu adalah?"


"Organisasi kriminal bernama Eclipse."


"Kami tidak mungkin serius, Vincent?" Tanya Celestine mencoba mencari kebohongan dari perkataan Vincent. "Kamu, serius?"


"Apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda sekarang?"


"Bagaimana kamu mengetahuinya?" Tanya Celestine dan Vincent hanya menunjuk ke arah jendela ruangan tersebut.


"Sebuah drone? Betapa nyaman." Kata Celestine sinis.


"Jadi?"


"Sebuah kesepakatan, aku akan menyediakan apa yang kamu inginkan dengan satu syarat."


"Sebutkan syaratmu."


"Aku ingin akses ke mainan kecilmu itu." Kata Celestine sambil menunjuk drone yang melayang di luar jendela.


"Kesepakatan. Meskipun aku tidak tahu apa yang kamu inginkan dari ini." Kata Vincent sambil mengeluarkan sebuah kacamata khusus dengan empat drone dari inventarisnya bersama dengan sebuah komunikator.


...XxXxX...


...[Kembali dengan Vincent, Waktu saat ini]...


"Kamu mendengar semuanya bukan?" Kata Vincent melalui komunikator yang ada di telinga kanannya.


Vincent yakin Celestine mendengarkan semua percakapan antara dia dan Matilda kerena Drone dan kamera yang Vincent simpan di ruangannya.


("Aku terkejut bahwa firasatmu benar. Betapanya nyamannya memiliki teknologi modern.") Adalah jawaban dari komunikator tersebut. Jelas bahwa Celestine menikmati pertunjukan yang tidak terduga seperti itu dari mainan baru yang di berikan Vincent padanya.


"Siapkan saja pasukan yang kamu janjikan. Aku akan melakukan pembukaan untuk pintu masuk bagi pasukan yang aku pesan."


("Kamu? Sendirian ke markas musuh? Aku mulai mempertanyakan kewarasanmu saat ini Vincent.")


"Aku tidak akan melakukan hal yang begitu berani tanpa jaminan."


("Oh! Dan jaminan itu adalah?")


("Aku bertanya-tanya apa itu? Dan kamu tidak mengeluarkan senjata terbaikmu saat penyerangan di Kota Angelbarrow? Tandai aku terkejut.")


"Saat itu aku memiliki opsi lain. Meskipun keadaan rumit saat itu, aku tidak merasa perlu untuk mengeluarkannya. Namun kali ini, aku tidak punya pilihan lain."


("Baiklah pasukan Duke Mandoze akan segera menyusulmu. Semoga berhasil.")


...XxXxX...


Dua sosok berjalan di jalan setapak yang terbuat dari kerikil di tengah malam. Mereka tidak terlalu jauh di luar ibu kota dan mereka masih bisa melihat cahaya yang dihasilkan oleh kota di kejauhan.


Satu sosok lebih tinggi dari sosok lain yang bersamanya. Keduanya mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka. Tujuan mereka tidak jauh dari sana, hanya beberapa ratus meter. Kedua sosok itu sudah menyadari bahwa mereka sedang diamati dari bayang-bayang di sekitar mereka. Tentu saja, tempat yang mereka tuju dijaga dengan baik; terlebih lagi hari ini.


Kedua sosok itu mendekati gerbang besi besar. Yang lebih kecil mengetuk dua kali, menunggu beberapa detik, lalu akhirnya mengetuk tiga kali lagi. Gerbang segera terbuka, memperlihatkan seorang pria kecil gemuk. Dia botak dan matanya mirip mata babi.


"Kamu tahu kodenya, tetapi aku diberitahu untuk tidak mengharapkan siapa pun hari ini." Dia berkata dengan suaranya yang serak. Sosok berjubah yang lebih kecil melepas tudung mereka, memperlihatkan seorang wanita pirang muda yang cantik dengan mata ungu tua.


"Butuh waktu sedikit lebih lama dari yang diperkirakan, tetapi bisa dibilang aku berhasil menyelesaikan misiku." Seringai licik muncul di wajah pria seperti babi itu.


"Oh, itu baik Matilda. Ketika aku mendengar kamu meninggal, aku benar-benar sedih. Sejenak aku berpikir bahwa aku harus mencari ****** kecil lain untuk melayaniku." Wanita itu tampaknya tidak mendaftarkan komentarnya atau jika dia melakukannya, dia tidak mengakuinya. Sosok yang lebih besar bergeser sedikit di bawah jubahnya.


"Apakah mereka semua ada di sini?" Dia bertanya dengan ekspresi tabah.


"Ya… kau tahu mereka tidak akan menyukainya. Bahkan jika kau berhasil, kau memaksa mereka mengadakan rapat darurat, menyebabkan mereka membatalkan atau menunda proyek penting…"


.........


Keduanya masuk ke dalam mansion dengan Vincent yang di seret oleh dua orang yang Vincent anggap sebagai penjaga mansion ini.


Sepanjang perjalanan mereka di mansion, Vincent tidak bisa menyembunyikan rasa jijiknya dengan lingkungan yang ada. Vincent bisa mendengar jeritan samar wanita dan tawa pria datang dari atas mereka dan makin dalam mereka turun ke ruang bawah tanah mansion, makin buruk jadinya. Jeritan dan tangisan itu sepertinya berasal dari dinding itu sendiri seolah-olah mereka telah menyerap suara-suara itu selama bertahun-tahun.


'Tempat ini membuatku muak.' Pikirannya menjadi gelap ketika matanya tertuju pada wanita muda di sebelahnya sekali lagi. 'Apakah ini tempat kamu menjalani seluruh hidupmu, Matilda? Awalnya, aku pikir organisasi ini bisa dieksploitasi, tetapi ini… ini membuat saya ingin membakar semuanya.'


Mereka berjalan terus dalam keheningan sampai mereka sampai di ruang bawah tanah terdalam dengan gaya bangunan yang tampak tidak pada tempatnya.


Vincent melihat ada lima orang duduk di meja bundar dengan empat orang berjaga di setiap sudut ruangan.


"Ah Matilda, senang bertemu denganmu. Sayang sekali jika kami kehilanganmu." Kata salah satu orang yang duduk di kursi.


'Jadi semua petinggi organisasi ada di sini, total lima dengan empat elite dari divisi keamanan Black Robe. Sesuai dengan yang diharapkan.' Pikir Vincent saat Matilda berbicara dengan para petinggi.


Vincent yang tangannya di ikat dengan mulut yang di bungkam tidak di anggap sebagai ancaman bagi orang-orang di ruangan ini. Terlebih lagi, dia di jaga oleh dua orang yang tidak melepaskan pandangan mereka dari Vincent sementara Vincent sendiri mendengarkan percakapan mereka.


Butuh beberapa menit dan obrolan mereka selesai. Matilda melihat ke arah Vincent dan mulai berjalan, kemudian dia melepaskan penutup mulutnya dengan Vincent yang menyeringai setelah penutup mulutnya di buka.


Salah satu elite 'Black Robe', cabang divisi keamanan dari Eclipse sepertinya menyadari hal itu dan berusaha bergerak untuk menutup jarak. Hanya karena insting murni, pria yang pernah menyamar sebagai bandit itu menyerang Vincent karena kepalanya membunyikan alarm berbahaya, namun sayang dia terlambat saat Vincent berbicara.


"Assault Mode: Activated." Dengan mengatakan itu, seketika tubuh Vincent di selimuti armor futuristik dari ujung kepala hingga ujung kaki, memantulkan belati yang menyerang lehernya.


Helm tanpa celah dengan dua lampu berwarna biru milik Vincent melirik orang yang menyerangnya, dan yang terjadi selanjutnya adalah pria itu terbang oleh pukulan Vincent dengan kekuatan yang besar berkat armor yang di pakai Vincent.


"Nah, sepertinya semuanya telah berkumpul. Saatnya melakukan pembersihan." Kata Vincent saat armornya mengeluarkan dengungan lembut sebagai tanda dari mesin yang beroperasi dengan dua soket berwarna biru sebagai mata pada helmnya berubah menjadi merah.