
•Malam hari
Ketika malam hari di salah satu kota yang ada di kerajaan Maryam, malam yang dianggap tenang dan banyak yang berpikir tidak akan terjadi hal yang buruk. Malah menjadi malam yang merubah segalanya, malam itu Marquis satu-satunya dari kerajaan Maryam telah menghilang dengan puluhan prajurit yang mati tanpa terluka, yang menjaga kediamannya.
Kota itu menjadi kacau karena Raja dari kerajaan Maryam memerintahkan seluruh isi kota untuk mencari sang Marquis yang dianggap telah diculik atau disandera oleh kerajaan lain, padahal yang sebenarnya terjadi adalah….
***
"Ini lebih mudah dari yang kukira, tapi apa yang membuat Quest ini menjadi tingkat B?," ucap Mal, dia sekarang sedang berdiri diatas Mansion yang ukurannya sangat besar.
Sosoknya yang terkena sinar bulan purnama dan berdiri tepat di bawahnya, menjadi sosok seperti seorang pembunuh yang sangat mematikan.
Bahkan kehadirannya walaupun samar-samar bisa dirasakan oleh ratusan prajurit yang ada di mansion tersebut, mereka merasa kalau mereka sedang diintai oleh Dewa Kematian atau semacamnya.
"Membunuh beberapa orang mungkin tak masalah, King Ancient Dragon pasti akan mengerti kalau itu pertahan diri," ucap Mal.
"「Invisible」,"
❲Invisible-[LV5] digunakan❳
Seluruh tubuh anda tidak akan terlihat selama 5 jam kedepan.
***
Di pintu masuk kedalam Mansion, disana ada 5 prajurit yang sedang menjaga pintu tersebut. Dan juga ada puluhan prajurit yang sedang berpatroli dihalaman Mansion, terlihat walaupun mereka baik-baik saja dari raut wajah yang mereka tunjukkan.
Namun sebenarnya mereka merasakan ada sesuatu yang membuat mereka menjadi tidak merasa aman.
"Hei, lebih baik kita melapor ke ketua. Aku semakin merasa tidak nyaman, pasti akan ada sesuatu yang terjadi," ucap salah satu prajurit yang berada di pintu masuk Mansion, ke prajurit yang berada tak jauh darinya.
"Walaupun aku juga merasa begitu, tapi kau tau sendirikan bagaimana sifat ketua. Dia pasti malah akan memarahi kita karena dianggap membual,"
"Benar juga yah,"
"Sudahlah kita berjaga seperti biasa saja, mungkin hari ini anginnya lebih kencang dari hari-hari yang lain. Karena itu kita merasakan perasaan yang aneh ini,"
Mereka kembali menjaga pintu masuk Mansion, dan mereka hanya menganggap perasaan aneh yang dirasakan oleh mereka itu karena angin malam yang berhembus lebih kencang dari malam-malam sebelumnya.
Namun, mereka salah besar menganggap perasaan aneh yang mereka rasakan itu karena angin malam setelah melihat puluhan Prajurit yang berpatroli di halaman Mansion tiba-tiba terjatuh.
"..."
Tiba-tiba saja didepan pintu masuk Mansion, didepan kelima prajurit yang sedang menjaga pintu masuk Mansion muncul seorang pemuda dengan hawa membunuhnya yang kuat.
"Ingin berteriak meminta tolong?, berteriaklah di alam baka," ucap Mal.
Dia melemparkan 5 jarum biasa yang sudah dilumuri oleh racun tingkat sedang tepat mengenai tenggorokan mereka.
Rasa yang dirasakan oleh mereka ketika pertama kali tertusuk oleh jarum di tenggorokan mereka adalah suara mereka menghilang, sekeras apapun sebanyak apapun mereka berusaha berteriak namun suara mereka sama sekali tidak keluar terdengar.
Setelah itu, mereka berlima terjatuh karena tubuh mereka menjadi sangat lemas karena racun yang ada di jarum tersebut sudah menyebar ke bagian tubuh mereka yang lain.
"Matilah dengan perlahan, seperti yang lainnya," ucap Mal, dia berjalan melewati lima Prajurit yang tergeletak di lantai pintu masuk Mansion, sebelum masuk kedalam mansion dia mengambil jarum yang tadi dia lemparkan untuk menghilangkan bukti pembunuhan, dia juga melakukan hal yang sama pada prajurit yang berpatroli di halaman Mansion.
"Master, aura membunuh master meluap-luap keluar. Orang biasa pun pasti bisa merasakan aura membunuh milik Master," ucap Rin, suaranya terdengar dari tangan kiri milik Mal.
"Kenapa begitu?, bukankah aku sudah menggunakan skill Invisible dan menggunakan jubahku," ucap Mal, jubah yang dimaksud oleh dia adalah Jubah RED CLOAK DRAGON yang salah satu kelebihannya adalah menghilangkan aura keberadaan.
"Aura membunuh milik Master sangat kuat, sehingga jubahnya tidak bisa sepenuhnya menghilangkan aura keberadaan Master," ucap Rin.
"Lebih kuat?, jangan bercanda Rin. Aku baru membunuh 16 orang saja, dan 16 orang itu adalah mereka," ucap Mal.
Benar apa yang dikatakan oleh Mal, selama ini di benua Hevia dia baru membunuh 16 orang saja, 16 orang itu adalah orang-orang atau prajurit yang barusan dia bunuh dengan racun. Tapi dia tidak mengerti, kenapa Rin bilang kepadanya Aura membunuhnya lebih kuat daripada jubah tingkat Legend miliknya.
"Kemungkinan besar itu karena Master baru menyerap ribuan atau puluhan ribu Soul manusia, karena itu aura membunuh Master sangat kuat. Dan Master adalah perwujudan dari Dosa kerakusan," ucap Rin.
Jika memang benar dia menyerap puluhan ribu Soul ketika berada di Hidden Area, Mal tidak lagi bingung kenapa statistik nya naik sangat tinggi.
"Itu mudah Master, benar," ucap Rin menjawab semua pertanyaan Mal.
***
Dengan santainya dia berjalan mengelilingi Mansion yang besar itu, bahkan dia sudah beberapa kali berpapasan dengan pelayan yang bekerja di mansion. Namun tidak ada satupun yang menyadari kehadirannya, dan melihat sosoknya.
Karena Mal sudah menghilangkan aura membunuh yang meluap-luap keluar dari dalam tubuhnya, yang tanpa dia sadari.
Dan juga menggunakan skill Invisible.
Dan akhirnya Mal telah sampai di depan pintu besar, yang didalamnya adalah kamar dari sang Marquis yang harus dia tangkap dan dibawa kepada King Ancient Dragon.
"Ada yang aneh, harusnya dari informasi yang kudapatkan dia tinggal sendirian disini, karena keluarganya sudah mati. Namun di dalam sana ada 5 orang," ucap Mal, sebelum masuk kedalam kamar Marquis dia mengecek Map terlebih dahulu dan di Map dia melihat ada 5 titik merah atau titik yang menunjukkan itu adalah orang, ada di dalam kamar tersebut.
Pintu kamar terbuka, dan Mal melihat kalo sang Marquis target dia sedang tertidur di ranjangnya. Namun dia tidak melihat 4 orang lainnya, yang seharusnya berada didalam sini.
"Hee, Assassin's. Sepertinya dia sudah tahu kalau hidupnya terancam, tapi bagaimana dia bisa tahu?," batin Mal, dia sekarang sudah tahu 4 orang lainnya adalah Assasins yang menjaga keselamatan sang Marquis.
Dan benar saja, tiba-tiba ada 4 orang berpakaian serba hitam yang wajahnya tertutup oleh topeng putih polos tiba-tiba muncul dan mengelilingi ranjang sang Marquis.
"Player?," batin Mal.
Sang Marquis terbangun, dan dia melihat 4 Assasins yang menjaganya sedang mengelilingi ranjangnya. Dia langsung mengerti kalo ada yang orang yang mengancam keselamatannya, karena itu dia langsung memegang pedang miliknya yang disimpan di bawah bantal.
"Dimana orang itu?," tanya Marquis pada keempat Assassin.
Namun sayangnya keempat Assassin itu tidak menjawab pertanyaan darinya, mereka terlihat sedang sangat bersiaga dengan tangan mereka yang sudah memegang gagang Dagger yang masih ada di belakang punggung mereka.
"Selamat malam Marquis," ucap Mal, dia sekarang memperlihatkan sosoknya kepada 5 orang yang ada di kamar tersebut.
"Siapa kau?," tanya Marquis.
"Saya adalah utusan dari bangsa Ancient Dragon, yang diperintahkan untuk menangkap anda," ucap Mal dengan nada sopan.
Namun nada bicaranya tiba-tiba berubah, dan dia juga sudah mengeluarkan Dagger The Poison King dan Dagger Vgold Dagger.
"Lalu apa yang dilakukan oleh keempat pendatang disini?," ucap Mal dengan nada bicara yang sangat mendominasi, dari nada bicaranya keempat Assassin itu tahu kalau pemuda yang di depannya tidak menyukai keberadaan mereka disini.
Dan yang paling membuat mereka heran, kenapa pemuda yang ada di depan mereka bisa tahu kalau mereka adalah seorang pendatang (Player).
"Tidak usah repot-repot memikirkan bagaimana caraku bisa tahu kalau kalian adalah seorang pendatang, hanya dengan melihatnya saja aku sudah tahu," ucap Mal.
Bagaimanapun juga perbedaan seorang Player dan pendatang hanya ada di kursor hijau yang ada di kepala mereka, walaupun mereka berempat bersembunyi di dalam bayangan malam hari tapi Mal masih bisa melihat kursor mereka. Karena itu sebelum dia menunjukkan dirinya, dia mengganti title nya terlebih dahulu menjadi title 'FAKE NPC' agar kursor hijau di kepalanya menghilang.
"Bunuh dia," ucap Marquis ketakutan setelah mendengar pemuda yang memakai jubah merah dan memakai topeng biru kepala naga mengatakan kalau dia adalah orang yang di
perintahkan oleh bangsa Ancient Dragon untuk menangkapnya.
Karena 7 hari sebelumnya dia mendapatkan informasi dari orang yang berjubah hitam, kalo ada seorang yang akan datang untuk membunuhnya.
7 hari itu, sama ketika harindimaja Mal mendapatkan Quest untuk menangkap Marquis itu.
"Apa kalian ingin menjadi musuh bangsa Ancient Dragon?," ucap Mal pada keempat Assassin, namun sayangnya perkataan dia sama sekali tidak memundurkan niat dari keempat Assassins tersebut untuk menyerang Mal.
"Bodoh," ucap Mal sambil menggelengkan kepalanya.
"Ketahuilah, apa itu perbedaan kekuatan," sambungnya.
"「Restraint」," ucap Mal.
❲Restraint-[LV3] digunakan❳
Membuat lawan tiba bisa mendekati anda selama 6 detik lamanya, namun anda juga tidak menyerang selama 6 detik.
Tiba-tiba saja tubuh Mal mengeluarkan Cahaya biru, dan keempat Assasins yang sedang mendekat kepadanya tidak terpental ke belakang seperti terkena efek knockback.
"Aku, akan bertanya sekali lagi,"
"Apa yang kalian lakukan disini?, dan apa kalian punya hubungan dengan dia?," ucap Mal dengan tegas sambil menunjuk pada Marquis yang hanya duduk di ranjangnya.