Dream World Online

Dream World Online
Episode 59



PLAK..PLAK..PLAK


 


"Tuan Maafkan anak saya,"


Perkataan dari pria paruh baya itu tidak bisa membuat Mal berhenti menampar pipi anak laki-laki nya.


"Sudah berapa banyak perempuan yang kau lecehkan," ucap Mal, dia mengangkat tubuh Pria yang melecehkan pelayan perempuan keatas dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya, ia gunakan untuk memukul dan menampar wajah si pria.


 


"Ada keributan apa ini?," teriak seseorang.


Kerumunan orang yang sedang melihat Mal, sedang menyiksa atau lebih tepatnya menghukum pria yang sebaya dengannya memberi jalan pada beberapa orang tua yang berjalan bersama raja Revichi.


 


"Tuan Note," ucap Raja Revichi, dia langsung kenal siapa orang yang membuat keributan di istananya.


"Bubar dari sini," ucap Raja Revichi.


Namun tidak ada satupun orang yang beranjak pergi dari ruangan itu, mereka sama sekali tidak menghiraukan perintah dari tuan rumah.


 


"BUBAR," bentak Raja Revichi.


Akhirnya kerumunan orang yang berkumpul di ruangan itu pada keluar ruangan, dan sekarang didalam ruangan hanya tersisa beberapa orang saja.


Raja Revichi menghampiri Mal yang sedang memukuli seseorang, dia kenal siapa orang yang sedang Mal pukuli sampai kedua pipinya bengkak sangat besar.


 


"Tuan apa tuan punya masalah dengan anak dari Duke kerajaan saya?," ucap salah satu orang tua yang tadi berjalan bersama dengan raja Revichi.


 


Mal berhenti memukul wajah pria yang melecehkan pelayan perempuan, dan dia melirik kepada orang yang tadi bertanya padanya.


"Apa kau tidak suka?," ucap Mal.


"Tuan Note, tolong maafkan dia untuk saya," ucap Raja Revichi, dia juga berbisik kepada orang tua yang tadi bertanya kepada Mal.


"Tolong maafkan dia," ucap kakek tua, Mal tau siapa kakek tua itu.


"Dia sudah melecehkan banyak perempuan dengan kedudukannya sebagai anak Duke, apa yang akan kalian lakukan jika korbannya adalah anak kalian?," ucap Mal.


Keduanya hanya diam mendengar perkataan dari Mal, sedangkan Ayah dari pria yang Mal pukuli sampai kesadarannya hampir menghilang, hanya terduduk lemas tidak berdaya melihat kondisi anaknya yang sekarang.


 


"Sebagai Ayah, kau sudah gagal mendidik anak mu dengan baik. Patahkan kedua kakinya, dan masalah disini selesai," ucap Mal, dia berjalan melewati orang-orang yang tadi masuk kedalam ruangan bersama raja Revichi, menuju pelayan perempuan yang dari tadi hanya diam melihat.


"Baik," ucap Ayah dari pria yang dipukuli oleh Mal dengan nada tegas.


 


"Berikan pakaian kepadanya, dan aku sekarang sedang dalam misi. Waktuku disini tidak banyak," ucap Mal.


 


"Terimakasih Tuan," ucap Pelayan perempuan sambil membungkuk kepada Mal.


"Harusnya aku yang berterimakasih, karena sudah dari lama aku ingin menghajar orang. Namun karena peraturan, aku tidak bisa menghajar orang yang merendahkan ku," ucap Mal.


 


***


Setelah kejadian itu, Mal dengan 4 raja dari kerajaan yang ada di bagian barat benua Hevia berkumpul di satu ruangan.


Mereka mempunyai masalah dengan kerajaan nya masing-masing, karena itu mereka semua datang kekerajaan Istallica untuk bertemu dengan Mal dan meminta pertolongan untuk menyelesaikan masalah Kerajaan mereka.


Raja dari kerajaan Puru, meminta pertolongan untuk menaklukkan monster Orc lord yang berada di wilayah kerajaan dia.


 


"Untuk sekarang aku tidak bisa menyetujui permintaan kalian, karena aku punya misi khusus yang diberikan oleh King Ancient Dragon. Tapi aku akan mendengarkan kalian, jika aku ada kesempatan aku akan membantu Kerajaan kalian," ucap Mal.


Raja dari kerajaan lainnya mengerti, karena sebagai utusan (Mal) harus mendahulukan tugas yang diberikan oleh atasan (King Ancient Dragon) terlebih dahulu. Setelah mereka semua raja mengatakan masalah yang terjadi dikerajaan mereka, mereka semua keluar dari dalam ruangan meninggalkan Raja Revichi sendirian.


 


"Lalu apa masalahmu?," ucap Mal sambil membuka kotak kecil yang tadi diberikan oleh Raja dari kerajaan Eufo, sebagai permintaan maaf karena anak dari Duke kerajaan Eufo melecehkan seorang pelayan perempuan dan diketahui oleh Mal.


 


"Tuan Note, masalah saya masih ada di kerajaan Maryam. Mereka ternyata diam-diam menculik warga Istallica, saya ingin meminta ijin untuk menyerang kerajaan Maryam," ucap Raja Revichi dengan penuh amarah.


 


"Api ku semakin kuat saja, bahkan berlian pun bisa terbakar tanpa sisa. Namun seperti biasa, manaku langsung turun sampai ke 20% setelah menggunakan nya," batin Mal.


"Tuan Note?," ucap Raja Revichi keherenan karena pertanyaannya sama sekali tidak ditanggapi oleh Mal.


"Kerajaan seperti apa yang tidak akan dilindungi lagi oleh bangsa Ancient Dragon?," tanya Mal.


 


Walaupun itu tidak ada hubungannya dengan permintaan yang Raja Revichi minta, Raja Revichi tetap menjawab pertanyaan yang Mal berikan kepadanya.


 


"Kerajaan yang tidak patuh dengan peraturan dan perintah bangsa Ancient Dragon," jawab raja Revichi.


 


"Lalu apakah ada peraturan dari bangsa Ancient Dragon untuk tidak berperang?," tanya Mal.


 


"Tidak ada , tapi…,"


 


Mal berdiri dari duduknya, dan dia berjalan menuju kepintu keluar ruangan.


 


"Kami tidak melarang peperangan, itu terserah Kerajaan mana saja yang mau berperang atau tidak. Asalkan kalian berani bertanggung jawab atas apa yang terjadi dimedan perang," ucap Mal sebelum keluar ruangan.


 


 


〖Anda menyebabkan perang antara kerajaan Istallica dan kerajan Maryam〗


〖Fame Point -1.000.000〗


 


"Shit, aku hanya mengikuti peraturan-peraturan yang diberikan oleh Loli naga itu," ucap Mal kesal karena kehilangan satu juta Fame point.


 


Seorang pelayan perempuan yang ada di pinggir pintu masuk ruangan keherenan karena melihat orang yang dia tunggu berbicara sendiri.


 


"Tuan," ucap pelayan perempuan yang tadi Mal tolong mencoba menyentuh pundak Mal.


 


Namun, insting Mal berkata lain. Ketika dia mendengar suara 'Tuan', dia langsung menghilang menjauh kedepan. Karena dia sama sekali tidak merasakan ada kehadiran orang lain selain Raja Revichi.


 


Dan pelayan perempuan yang Mal tolong tadi hanya memegang angin, karena dalam sekejap Mal tiba-tiba menghilang didepannya.


 


"Eh ternyata kau, aku pikir siapa," ucap Mal melihat pelayan perempuan yang tadi dia tolong ada di pinggir pintu masuk dan masih menggunakan pakaian pelayan yang sudah sobek namun tertutup oleh jubah merah milik Mal.


 


"Apakah dia memang seorang pelayan?, aku sama sekali tidak bisa menyadari kehadirannya," batin Mal waspada dan memiliki spekulasi yang bukan-bukan terhadap pelayanan perempuan yang dia tolong.


Seperti pembunuh yang menyamar menjadi pelayan yang dikirimkan oleh kerajaan Maryam untuk membunuh dirinya.


 


"Kenapa kau tidak mengganti pakaian mu?," tanya Mal, dia masih tidak berani untuk mendekat ke pelayan perempuan yang ada di depannya.


 


Seperti bisa membaca pikiran Mal, pelayan perempuan tersebut berlari mendekat kepada Mal. Hal itu membuat Mal semakin waspada dia sudah bersiap menyerang pelayan perempuan tersebut dengan memegang gagang Dagger miliknya yang ada dibelakang punggung nya.


 


Namun apa yang dia pikirkan, sama sekali tidak terjadi. Karena sipelayan perempuan tersebut sebelum sampai kepada Mal, dia langsung membungkukan badannya dan berteriak keras.


 


"Tuan tolong latih saya," ucap nya dengan suara yang lantang.