Dream World Online

Dream World Online
Episode 70



Sekarang ini Mal, sedang berusaha membuka sebuah peti besar yang dia dapatkan dari menggali tanah yang tak jauh dari tempat kemunculan Ghost perempuan Annie yang memberikan nya Quest untuk menghilangkan kabut.


 


Di dalam peti tersebut, ada reward dari menyelesaikan Quest yang diberikan oleh Annie. Namun sayangnya Mal masih tidak bisa membuka peti tersebut karena Quest dari Ghost perempuan bernama Annie masih belum sepenuhnya selesai, setelah mencobanya dan tidak bisa dibuka, Mal langsung memasukkan Peti tersebut ke dalam Inventory nya, yang disana ada banyak item-item berharga yang didapatkan oleh Mal dari Gacha


 


"Urusan disini sudah selesai, sekarang tinggal menyelesaikan Quest dari King Ancient Dragon. Ngomong-ngomong batas waktunya berapa hari lagi ya?," ucap Mal, karena penasaran dengan batas waktu dari Quest yang diberikan oleh King Ancient Dragon. Mal membuka sebuah Fitur, yang disana ada semua Quest sedang dijalankan oleh Mal.


 


 


 


__________---------_________


                   •[QUEST]•


1.[Main Quest]-Kebenaran Dream World


2.[Special Quest-{A}]-Ancient Dragon


3.[Special Quest-{B}]-King Ancient Dragon


4.[Hidden Quest-{?}]-New Territory


5.[Spesial Quest-{S}]-Adamantite Annie.


___________---------_________


 


 


 


Mal menekan Quest nomer tiga, Quest dari King Ancient Dragon.


 


 


 


**


★Special Quest King Ancient Dragon★


Grade: B


King Ancient Dragon meminta anda menangkap Marquis dari kerajaan Maryam.


Reward:


•?????


⌛: 2 hari, 21 Jam.


***


 


"Untungnya aku sudah mempunyai informasi tentang Marquis itu dari Raja Revichi, semuanya akan baik-baik saja jika aku mengikuti rencana yang sudah kubuat,"


 


Mal menutup Hologram Quest nya, dan berniat untuk pergi dari Hidden Area ini, menuju kerajaan Maryam untuk sesegera menangkap Marquis dari kerajaan tersebut.


Karena sepertinya dia telah membuat sebuah kesepakatan dengan bangsa lain yang isi kesepakatan tersebut membahayakan benua Hevia, oleh karena itu King Ancient Dragon, sampai-sampai harus membuat perintah untuk menangkapnya.


 


"Itukan?,"


"「Invisible」," ucap Mal.


 


Lagi-lagi ada yang membuat Mal harus lebih lama lagi berada di Hidden Area tersebut, dia melihat ada seorang kakek tua yang pakaiannya compang-camping keluar dari dalam batang pohon yang besar.


 


***


"Akhirnya aku bebas,"


"Sudah tahun berapa ini?,"


 


Kakek tua yang baru keluar dari batang pohon yang besar tersebut melihat-lihat area di sekitarnya, sambil menarik-narik jenggot putihnya yang panjang.


 


"Hahahaha,"


Dia tertawa terbahak-bahak, sambil berguling-guling di tanah. Hampir 5 menit lamanya dia tertawa lepas sambil berguling-guling.


 


"Akhirnya kerajaan busuk-," ucap nya dengan sangat senang, namun perkataannya terhenti karena melihat ada bilah Dagger berwarna emas yang hampir menyentuh lehernya.


"Ini sudah runtuh," sambungnya dengan suara yang pelan, dan wajahnya langsung berkeringat.


 


***


 


Mal mengikat tangan Kakek tua yang ada di Hidden Area bersamanya, dengan tumbuhan rambat yang banyak tumbuh di tembok-tembok.


Tak lupa, dia juga mengecek Batang pohon tempat kakek tua tersebut tiba-tiba keluar dari dalam sana. Namun sayangnya dia sama sekali tidak menemukan apapun di batang pohon tersebut, walaupun dia sudah menebangnya.


 


"Kau ini siapa?," ucap Mal sambil tersenyum dan mengarahkan Daggernya ke leher kakek tua yang sekarang sedang terbaring di tanah dengan kaki dan tangannya yang terikat.


 


"Anak muda, apa begini sikapmu terhadap orang tua?," ucap kakek tua.


 


 


"Baiklah kalau kau tidak mau mengatakannya," Mal semakin mendekatkan Daggernya ke leher Kakek tua itu. Dia sekarang benar-benar berniat untuk membunuhnya.


Melihat kalau anak muda yang ada di depannya itu benar-benar berniat membunuhnya, dia langsung memberitahukan siapa dia sebenarnya.


 


"Aku Alchemist dari kerajaan ini, karena aku mencoba bereksperimen aku disegel di pohon tersebut. Tapi sekarang segelnya sudah lepas," ucap Kakek tua itu, dari raut wajahnya ketika berbicara Mal sudah bisa tau yang dikatakannya adalah kebenaran.


 


Walaupun begitu, dia masih tidak ingin membuka tali yang mengikat tangan dan kakinya. Dia mempunyai niat yang jahat kepada Kakek tua itu, karena dia mengatakan kalau dia adalah seorang Alchemist.


 


"Apa yang kau lakukan sampai-sampai membuatmu dirimu disegel?," tanya Mal, dia mencoba mencari informasi lebih banyak tentang kakek tua yang ada di depannya.


 


 


***


Dulu di kerajaan Alse ada seorang Alchemist muda, yang sangat jenius. Alchemist muda jenius tersebut bernama Feng, dia lahir dari kalangan orang biasa atau rakyat jelata.


Kerajaan-kerajaan lain sering datang menemui Feng untuk membeli obat-obatan ataupun ramuan yang dia buat. Bahkan mereka sering menawarkan Feng untuk bekerja di kerajaan mereka, dengan iming-iming gaji yang sangat besar.


 


Melihat kerajaan-kerajaan yang lain mencoba merebut pemuda jenius di bidang Alchemist dari kerajaan nya.


Raja dari kerajaan Alse juga menawarkan Feng untuk menjadi seorang Alchemist kerajaan, tentu saja dengan gaji yang tinggi.


 


Namun Feng menolaknya, karena tujuannya menjadi Alchemist adalah untuk membantu orang-orang yang ada disekitarnya. Dia juga tidak mau dikekang aturan, ataupun menjadi aset suatu kerajaan.


 


Karena geram tawaran yang dia berikan di tolak mentah-mentah, raja dari kerajaan Alse pun bertindak dengan cara yang kasar. Dia menyandera orang tua Feng, dan memaksa dia untuk bekerja di kerajaan Alse jika mau orang tuanya dilepaskan.


Feng menerima pekerjaan itu karena tak ingin orang tuanya kenapa-napa, selama 10 tahun dia bekerja sebagai Alchemist Kerajaan Alse. Dan suatu hari, karena sudah muak dengan sistem pemerintahan dan sudah tidak kuat melihat kekejaman Raja Alse.


Dia membuat sesuatu, yang seharusnya tidak dibuat olehnya dengan dibantu oleh anak perempuan raja kerajaan Alse, yang sudah sepakat untuk bekerjasama meruntuhkan kerajaan Alse.


***


 


"Namun sayangnya, sebelum kami berhasil membuatnya. Putri Giovani mati karena terlalu banyak mengeluarkan Api persembahan," ucap Kakek tua, dengan wajahnya yang hampir menangis.


 


"Karena eksperimen ku diketahui oleh penjaga Hutan, aku disegel olehnya di batang pohon tersebut," sambungnya sambil melihat ke batang pohon yang sudah tempatnya keluar, yang sudah ditebang oleh Mal dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian.


 


"Andai aku punya satu kesempatan lagi untuk bisa bertemu dengan Putri Giovanni, aku ingin meminta maaf karena terlalu memaksakan nya," ucap Kakek tua, dia sekarang benar-benar mengeluarkan air mata namun masih bisa-bisanya dia tersenyum lebar kepada Mal.


 


Rin, tiba-tiba saja keluar dalam wujud anak kecil berpakaian maid dengan api berwarna hitam keunguan yang ada di telapak tangannya.


 


"Kau mencoba untuk memanggil bangsa Iblis, asal kau tau, eksperimen mu sama sekali tidaklah gagal. Iblis berhasil dipanggil, namun setelah beberapa tahun kedepan," ucap Rin.


 


Mal menjadi teringat dengan cerita dari Ghost perempuan Annie, dia mengatakan kalau dia dan teman-temannya petualang nya mati karena melawan sosok yang tidak bisa dilawan oleh mereka.


 


"Itukan, Api persembahan," ucap Kakek tua mencoba berdiri karena melihat Rin tiba-tiba muncul dengan di telapak tangannya ada api berwarna hitam keunguan, namun dia sama sekali tidak berhasil.


 


"Aku bisa menemukanmu lagi dengan orang yang ingin kau temui itu," ucap Rin, dia mengepalkan tangannya dan api berwarna hitam keunguan menghilang.


 


"Benarkah?," ucap Kakek tua, dia mencoba mendekati Rin dengan cara merayap di tanah.


Melihat keinginan yang sangat besar dan kuat dari kakek tua itu, Mal tersenyum jahat dan merasakan kalau dirinya sudah menang untuk mendapatkan nya sebagai aset pribadi miliknya.


 


"Tunggu Rin," ucap Mal, dia berbisik kepada Rin.


"Ok?," ucap Mal, dia membuat angka nol menggunakan jari telunjuknya dan jempolnya.


 


"Master adalah orang yang paling buruk," ucap Rin.


 


Walaupun dia merasakan ada niatan jahat dari pemuda yang memakai topeng kepala Naga berwarna biru, namun kakek itu tidak terlalu memperdulikannya karena keinginannya itu benar-benar dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.


 


"Aku akan mempertemukan dengan dia, tapi apa yang akan kau berikan kepada masterku sebagai imbalannya?. Karena memanggil orang yang sudah mati, itu sangat menyusahkan," ucap Rin, dia membalikan badannya melihat kepada Mal.


 


"Apapun itu akan kuberikan," ucap kakek tua dengan tegas.


Rin tersenyum ketika mendengar perkataan dari kakek tua, begitu juga dengan Mal. Dia juga tersenyum dari balik topengnya.


 


Rin kembali berbalik badan,


"Seperti menjadi budak Masterku?," ucap Rin.