
"Kau pernah dengar istilah 'Pendatang' tidak?," tanya Mal pada Ghost perempuan yang bernama Annie itu.
"Pendatang?. Yang kau maksud adalah orang yang tidak bisa mati dan mempunyai kemampuan yang lebih unggul dari kita seorang Pribumi bukan?," ucap Annie, berbalik bertanya kepada Mal.
"Ya, dan bukan kita. Hanya kau saja," ucap Mal.
"Hanya aku?," ucap Annie masih tidak mengerti dengan maksud perkataan Mal.
Setelah berpikir sejenak akhirnya Annie, bisa mengerti dengan maksud perkataan Mal.
"Apa kau jangan-jangan seorang,"
****
Untung saja ada Dragon bersamanya, Mal tidak perlu berlama-lama membuat kuburan, untuk mengubur tulang belulang manusia yang berserakan di tanah.
"Ngomong-ngomong bagaimana caranya aku menghilangkan kabut ini?," ucap Mal sambil membawa tulang belulang manusia untuk dikuburkan di tanah yang sedang digali oleh Dragon.
"Jawaban pertanyaan mu adalah jawaban mengapa Kerajaan Alse runtuh," ucap Annie yang sekarang sedang duduk di
atas kepala Dragon.
Mal melemparkan tulang belulang yang dibawa kelubang yang digali oleh Dragon.
"Aku bisa kesini karena Embryo ku, sepertinya ada sebuah petunjuk atau sesuatu yang membuat Embryo ku menunjukan tempat ini," ucap Mal membuka sarung tangan, tangan sebelah kirinya dan menunjukan Tato berwarna hitam yang ada di tangannya kepada Annie.
"Itukan," ucap Annie, dari nada bicaranya Mal bisa tahu kalau Annie tahu atau mengenali tato yang ada di tangannya.
Ketika Annie terbang mendekat mencoba melihat lebih dekat tato hitam berbentuk api yang ada di tangan Mal, tiba-tiba saja muncul sosok anak kecil perempuan yang memakai pakaian maid, walaupun wajahnya manis namun dalam sekilas saja Mal bisa tahu ketika melihat raut wajahnya. Dia adalah anak kecil yang pemarah.
"Bodoh, apa yang kau lakukan disini!!. Aku sudah membantumu untuk menemukan Api Matahari terbit, dan kau malah mengubur tulang-tulang!!," ucap anak kecil itu marah kepada Mal.
"Membantu orang yang membutuhkan itu juga sangat penting, bukannya itu yang membuatmu mengakuiku sebagai Master mu," ucap Mal, dia langsung kembali berjalan untuk membawa tulang-tulang yang akan dikuburkan.
"Humph..,"
Anak kecil perempuan berpakaian maid tersebut, kembali menghilang dan Mal kembali melanjutkan untuk mengubur tulang-tulang yang masih banyak berserakan di tanah.
"Oh ya, walaupun kesan pertama mu ketika muncul tidak mengenakan. Tapi aku senang dirimu telah sekian lama akhirnya muncul," ucap Mal.
"Itu salahmu sendiri, karena hanya bermalas-malasan di tempat yang tidak berguna itu,"
Walaupun gadis kecil berpakaian maid, yang merupakan sosok Maiden dari Embryo milik Mal tidak terlihat. Namun suarannya bisa didengar oleh Mal, Annie, dan Dragon.
"Maksudmu Akademi?, Aku mempunyai tugas untuk mengajar selama 1 tahun disana. Dan jika aku tidak melakukannya, orang yang memberikan tugas itu akan mengejar ku sampai ujung dunia," ucap Mal, sambil teringat momen-momen dia disiksa dan dimarahi habis-habisan oleh King Ancient Dragon ketika gagal melaksanakan tugas yang dia berikan.
"Ketika urusan disini sudah selesai, tunjukan padaku dan jelaskan apa itu Api matahari terbit," ucap Mal.
Sambil berjalan, Mal mendengarkan cerita dari Annie. Ternyata dia memang kenal, atau lebih tepatnya pernah melihat tato api hitam yang ada di tangan Mal.
Dia mengatakan, kalau anak terakhir Raja Alse yang dianggap sebagai keturunan iblis juga mempunyai tato api hitam tersebut di dahinya.
Ketika Mal menanyakan apa yang membuatnya dianggap sebagai keturunan iblis kepada Annie, Annie menjawab. Dia bisa mengeluarkan api berwarna ungu keputihan yang merupakan perwujudan dari Api iblis.
"Itu bukanlah Api iblis, sepertinya anak itu juga mempunyai Api yang lain,"
Suara tersebut terdengar seperti suara dari gadis kecil berpakaian Maid yang merupakan perwujudan dari Embryo milik Mal.
"Keluarlah jangan malu-malu, jelaskan semuanya kepadaku," ucap Mal pada gadis kecil tersebut, namun dia sama sekali tidak lagi mendengar suara dari gadis kecil berpakaian maid selama dia sedang mengubur tulang belulang.
***
•2 Jam Kemudian.
Akhirnya sudah tidak ada lagi tulang yang berserakan, semuanya telah bersih dan Mal juga merasakan kalo kabut tebal yang menutupi Area tempatnya sekarang berada sedikit memudar.
"Sekarang tinggal menghilangkan kabutnya, bagaimana caranya aku bisa menghilangkan kabut ini?," tanya Mal pada Annie.
"Itu mudah," jawab Annie.
Teringat sesuatu ketika mendengar perkataan dari Annie, Mal menghentikan Annie yang mencoba memberi tahu bagaimana caranya untuk menghilangkan kabut tebal yang menutupi salah satu desa, yang ada di kerajaan Alse.
"Bukannya ini adalah Permintaan tingkat S?, Lalu kenapa kau bilang itu mudah, dan lagi ini memang benar-benar mudah. Apa ini memang permintaan tingkat S?," tanya Mal pada Annie.
"Oh itu, itu sebenarnya adalah permintaan teman-teman ku sebelum mati. Mereka sangat ingin membuat Permintaan tingkat S, karena itu aku membuatnya jadi tingkat S," ucap Annie.
"Apapun itu, kau harus tetap memberikan apa yang harus kau berikan," ucap dengan penuh keseriusan dari nada bicaranya.
"Lalu bagaimana caranya?," sambung nya.
"Cara untuk menghilangkan kabutnya?," tanya Annie memastikan.
"Ya," jawab Mal singkat.
"Itu mudah, dengan skill Turn Undead kabutnya akan hilang. Kabut tebal ini karena ratusan mayat yang tidak dikuburkan dengan baik, sebelum mati aku menggunakan skill ku agar mereka tidak berubah menjadi Undead-,"
"Tunggu," ucap Mal memotong penjelasan Annie.
"Ya?," tanya Annie yang masih tidak mengerti.
"Kau lihatlah aku dengan teliti!!," ucap Mal dengan nada tinggi, dia juga mengeluarkan kotak-kotak jarum yang dibawa dan menunjukan 3 Dagger yang dimiliki oleh nya, kepada Annie.
"Belati, jarum. Banyak sekali jarum dan belati yang kau bawa, kau terlihat seperti-,"
"AKU MEMANG SEORANG ASSASIN BODOH!!," ucap Mal dengan nada tinggi.
"Apa!!," ucap Annie terkejut.
"Lalu bagaimana caranya kau bisa mensucikan Area disini?," sambungnya bertanya kepada Mal.
"Aku juga tidak tau!!," ucap Mal dengan nada tinggi.
"Sangat merepotkan punya Master yang tidak peka dengan kemampuannya,"
Gadis kecil berpakaian maid kembali tiba-tiba muncul di depan Mal, dia memasang wajah yang tidak ada semangat-semangatnya sama sekali.
"Kemampuan apa?," tanya Mal.
"2 bulan," ucap Gadis kecil berpakaian maid, sambil membuat angka dua menggunakan jari tangan kanannya.
"2 bulan?," ucap Mal sama sekali tidak mengerti maksud perkataan dari Maiden Embryo miliknya.
"Selama dua bulan Master harus menuruti semua kata-kataku dan keinginan ku," ucapnya dengan wajah yang memerah dan memalingkan pandangannya dari Mal.
"Pfft," Mal mencoba menahan tawanya, namun dia sama sekali tidak berhasil dan pada akhirnya dia malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha,"
Mal berhenti tertawa, dan dia memegang kedua pundak kecil milik Maiden Embryo miliknya dengan kedua tangannya.
"Satu bulan," ucap Mal dengan nada yang serius, padahal tadi dia sedang tertawa terbahak-bahak.
"Deal," ucap gadis kecil, dengan tegas sambil memasang wajah yang lurus menatap ke topeng biru kepala naga.
Melihat keduanya yang sama-sama sangat cepat berganti suasana hati, Annie hanya mengagumi mereka berdua dari dalam hatinya.
"Ngomong-ngomong, siapa namamu?," ucap Mal bertanya kepada gadis kecil Maiden dari Embryo miliknya.
[///////////////////////////////////////////////]
Sebelum lanjut ke chapter berikutnya,
Author pengen minta saran nama Maiden nya. Walaupun ada banyak nama yang terlintas dipikiran, author ingin pembaca yang memberikan namanya. Pake nama peliharaan kalian juga boleh kok:v.
\========================
Like kalo udah selesai baca,
Komen kalo ada yang ingin di komen,
Vote novelnya kalo punya poin,
Itu semua adalah tanda kalau kalian mensupport novel ini untuk tetap lanjut.
\=============================