Dream World Online

Dream World Online
PVP



Mal berjalan melewati Anggota Guild Bigetron, Anggota Guild Bigetron terkejut ketika orang yang sedang mereka tunggu melewati mereka dengan santainya.


.


.


Namun mereka lebih terkejut, ketika mendengar deklarasi perang dari guild. Company M.


"Haha, begituya. Pantas saja kakaku ada disini, ternyata orang yang waktu itu mencari ku juga ada disini. Dan sepertinya ini akan menjadi perang Guild pertama di Indonesia," benak Mal sambil tersenyum


.


.


"Apa yang telah kami lakukan?, kami tidak punya masalah dengan Guild Company M," ucap pria berarmor putih berkeringat.


"Tidak punya masalah?, Kalian sudah berani menghina salah satu Anggota Guild kami," bentak Demihuman Harimau bernama Clains.


Clains berjalan meninggalkan kelompok Anggota Guild Bigetron, dia berjalan kembali ke arah kelompok guild Company M.


"Yo," sapa Mal pada pria yang menggunakan armor besar dan membawa perisai besar.


"Armor yang bagus," puji Mal.


"Tentu saja," ucap Theo dengan nada sombong.


"Sepertinya Guild kakak banyak membeli Gold dan kristal putih keperusahaan Dream World Online," ucap Mal.


Walaupun Fitur top up sudah menghilang, namun bagi perusahaan game atau perusahaan besar yang ingin membeli Gold dan Kristal putih masih bisa dilakukan. Tapi untuk membeli kristal ungu, pihak perusahaan Dream World Online sudah tidak membuka nya lagi. Tak peduli seberapa besar dan seberapa tinggi pengaruh mereka (perusahaan) yang ingin membeli kristal ungu.


Dan lagi harga untuk membeli Gold dan Kristal putih nya akan menjadi dua kali lipat dari harga aslinya.


"Seperti yang kau katakan, kakak menginvestasikan 10Milyar untuk DW. Namun masih ada perusahaan diindonesia yang lebih banyak menginvestasikan uang mereka kedalam game DW," jawab Theo.


"Boleh juga perusahaan itu, yang rela mengeluarkan banyak uang untuk DW." ucap Mal.


"Clains apa sudah selesai?," tanya Theo.


Demihuman Harimau yang berbadan kekar, sekarang berada tepat dibelakang Mal.


"Sudah, apa ini benar adikmu Theo?," tanya Clains.


Mal berbalik badan, dan dia harus mengangkat kepalanya ke atas untuk melihat wajah Clains.


Pasalnya Mal sangat kecil dan pendek jika dibandingkan dengan Clains yang berbadan kekar, dan tinggi.


"Ya dialah alasanku membuat Guild dan mencoba berbisnis didalam game. Dia juga yang menyarankan semua wilayah yang sudah kita beli dan belum kita beli," ucap Theo.


"Seorang asasin ya?, dan seperti adikmu tau banyak tentang DW," tanya Clains.


"Special Job Monk," ucap Mal sambil tersenyum.


"Lihatkan? adikku sangat hebat jika sudah menganilis sesuatu. Bahkan dia tau Job mu yang asli," ucap Theo sambil tertawa.


"Aku Clains Wakil ketua Guild dan juga teman kakakmu," ucap Clains mengulurkan tangannya kepada Mal.


"Bukan Top 3 player?," ucap Mal yang juga mengulurkan tangannya kepada Clains.


Mereka berduapun bersalaman.


"Note," ucap Mal.


"Note?," ucap Clains heran.


"Bukannya itu nama karakter game mu?," lanjutnya.


"Ini Dream World Online, bukan Real World. Aku akan memberi tahukan namaku ketika kita berkenalan di Real World," ucap Mal sambil tersenyum.


Tiga orang dari Guild Bigetron datang mendekat, para Anggota Guild Company M termasuk Clains menatap tidak suka mereka bertiga yang datang kepada kelompok mereka.


"Ada urusan apalagi kau datang kemari?," tanya Clains.


"Saya mohon maaf karena telah mengincar Anggota Guild Company M," ucap Pria berarmor putih.


"Maaf?," ucap Theo menyeringai.


"Aku akan memaafkanmu setelah Guild Bigetron menghilang dari DW," ucap Theo.


"Sejak kapan aku menjadi Anggota Guild mu kak?," ucap Mal menetap tidak suka pada Kakaknya.


"Kau yang waktu itu?, Apa mau tidak suka dengan apa yang kulakukan padamu?," ucap Mal menatap rendah pria berarmor putih.


Mal Melihat pria berarmor putih itu hanya diam.


"Kenapa diam saja?," bentak Mal.


"Bukannya kau banyak omong ketika dilive stream?, kenapa diam saja sekarang ketika orang yang kau cari ada didepan mu?. Aku menantang mu PVP," ucap Mal menatap tidak suka pada pria berarmor putih.


.


(PVP\= Player versus Player)


.


Pria itu nampak mempunyai harga diri yang tinggi, namun dia sekarang terdiam menundukan kepalanya kebawah dan mengepalkan kedua tangannya.


Dan kesabaran nya meladak ketika Mal menantang dia PVP, dia menunjukan jati dirinya yang sebenarnya.


"KAU HANYA BOCAH SIALAN YANG MENCURI QUEST KU, JIKA KAU BUKAN ANGGOTA GUILD COMPANY AKU-,"


Perkataan pria berarmor putih terhenti karena Mal tiba-tiba berada didepan dia dan mengarah kan Daggernya keleher Pria berarmor putih tersebut.


"Sudah kubilangkan tadi?, aku bukan anggota guild Company M. Bukannya waktu itu kau menantang ku PVP?, sekarang aku sudah ada didepan mu dan menerima tantangan mu," ucap Mal.


Dia hanya melihat ke arah Theo dan anggota guild Company M yang sudah bersiap menyerang.


Mal yang tau kalo orang itu masih takut dengan Guild Company M, memberitahu kakaknya Theo untuk tidak ikut campur.


"Kak ini masalah ku, kakak jangan ikut campur dalam masalah ku," ucap Mal.


"Hey kenapa kau diam saja, cepat terima!," bentak Mal.


Mal adalah tipe orang yang tak suka dengan orang yang mempunyai harga diri yang tinggi dan bersikap angkuh serta merendahkan orang lain.


Dia masih mengingat bagaimana orang yang didepannya telah menghinanya di Live streaming waktu itu.


Mal ingin sekali, langsung menebas leher orang yang ada didepannya. Namun dia masih belum siap untuk menjadi seorang PK, karena level dia masih terlalu rendah dan masih banyak hal yang harus dia lakukan didalam kota.


Seorang PK atau Player killer akan mempunyai cursor yang berwarna merah, PK bisa diserang oleh siapapun dan dimana pun dia berada, bahkan jika dia berada di Safe area sekalipun.


"AKU MENERIMANYA," teriak pria berarmor putih.


Mal tersenyum ketika mendengar kembali nada angkuh yang orang itu miliki.


Sebuah Hologram pemberitahuan muncul didepan Mal.


.


.


.


[PLAYER Kayy_BTR MENERIMA PVP ANDA]


[PVP DIMULAI 5 DETIK DARI SEKARANG]


Pria berarmor putih dan Mal menjaga jarak beberapa meter, dan keduanya menyiapkan kuda-kuda untuk bertempur.


Para Player yang melihat menjadi semakin banyak, mereka berpikir sedang ada keributan antara Guild Bigetron dan Guild Company.


"Guild Bigetron berani sekali berduel didepan anggota elite guild Company M," ucap Player yang melihat dari kejauhan.


"Benar walaupun mereka menang mereka tidak akan mendapatkan apapun, apalagi yang dilawan hanya seorang bocah," ucap player lain.


Mal terus menunggu hitungan mundur untuk PVP dimulai, dia menundukkan kepalanya kebawah sambil memutar-mutarkan Dagger nya.


"「Speed increase」"


Sebelum hitungan mundur selesai Mal mengaktifkan skill nya.


"Sepertinya dia sudah tau kalo aku akan tiba-tiba berada didepannya," benak Mal.


Hitungan mundur sudah selesai dan PVP sudah bisa dilakukan, Mal langsung menghilang dari tepatnya berada kehadapan Pria berarmor putih.


"Kau pikir aku bodoh?, aku tidak akan tertipu untuk yang kedua kali."


"「Warrior Slash」"


Pria berarmor putih menebaskan pedang besar kepada Mal, tapi sebelum tebasan dia mengenai Mal.


Mal mengaktifkan skill nya yang lain.


"「Assasinate」"


Mal yang tadinya berada didepan pria berarmor putih itu, tiba-tiba melesat dengan cepat kebelakang pria berarmor putih.


Pria berarmor putih nampak terkena tebasan dari Dagger Mal, namun dia sama sekali tidak terluka.


Ketika Mal memasukan Dagger nya kembali ke sarungnya yang ada dibelakang punggung nya, garis-garis merah mennyayat badan pria berarmor putih.


Armor dia rusak terbelah menjadi kecil-kecil, dan tubuhnya dipenuhi oleh luka sayatan.


Sebuah Hologram pemberitahuan muncul di depan Mal.


.


.


.


\[YOU WIN\]


.


.


"Omongan mu tidak sesuai dengan kemampuan mu,"


Walaupun pria berarmor putih belum mati, tapi PVP antar player tidak dilakukan sampai Player menyentuh HP 0 (nol) atau mati. PVP akan dimenangkan jika ada salah satu Player yang sudah berada di setengah HP yang mereka miliki.


"ARMORKU, ARMORKU," pria berarmor putih itu memasang wajah yang memelas ketika tau armor yang digunakan hancur berkeping-keping.


Pria berarmor putih itu terduduk dan mengambil pecahan Armor dia yang jatuh ketanah.


"Maaf sekali, aku adalah seorang Armor killer dan Tank killer. Jadi ratapilah Armor tingkat Rare mu yang sudah menjadi pecahan kecil," ucap Mal.


Walaupun tingkat Rare, tapi untuk mendapatkan nya harus keluar juta-an rupiah hanya untuk mendepatkan tingkat Rare. Dan sekarang fitur top up sudah tidak ada, membuat tingkat Rare dan uncommon sekalipun menjadi susah untuk didapatkan.


"Sudah selesai ayo pergi," ajak Mal pada Kakanya Theo.


"Masih ada beberap puluh menit lagi. Mari ke Markas terlebih dahulu untuk bersiap," ucap Clains.


Semua orang Anggota Guild Company M mengambil baru teleport masing-masing, mereka melemparkan batu tersebut secara bersamaan dan menghilang dari luar kota 1.