
✦Airport XXX
Pukul 06.00, mobil yang dinaiki oleh Mal dan Fahri telah sampai di bandara XXX. Mereka berdua pergi pagi sekali dari Villa tempat tinggal mereka berdua, karena Theo bilang jam 7 mereka berdua harus sudah bersiap meninggalkan kota tempat tinggal mereka sekarang.
Tak banyak barang bawaan yang mereka bawa, selain pakaian sehari-hari untuk mereka pakai, mereka juga membawa kapsul VRDW milik mereka masing-masing.
"Hoam, Aku masih mengantuk," ucap Fahri lesu, dan masih menguap mengantuk.
"Kau tidak tidur?,"
Fahri melihat kalau Mal masih saja sedang menatap layar laptopnya dengan kedua bola matanya yang sangat memerah, karena kelelahan.
"Aku akan tidur di pesawat," ucap Mal.
"Kau sedang melihat apa sih," Fahri mendekat kepada Mal, dan melihat ke layar laptop mencoba mencari tahu apa yang sedang dilihat oleh Mal.
"Soul?,"
"Kau sedang mempelajari Soul ya?, aku tahu sedikit tentang Soul. Apa kau ingin mendengarkan nya?," tanya Fahri.
"Ya, aku sedang mencari tahu perbedaan Soul Monster dan Soul NPC, kau tahu darimana?," tanya Mal.
Setiap Monster dan NPC, memiliki 'Soul' dalam dirinya. 'Soul' Monster terletak di Core Monster nya, sedangkan 'Soul' NPC ada di tulang-tulang mereka.
Soul NPC sama sekali tidak berguna sedikitpun, tidak seperti Soul Monster yang bisa dijadikan alat sihir, bahan bakar, dan masih banyak lagi kegunaannya.
Karena Maiden miliknya yang dia beri nama Rin, karena ketika dia menanyakan siapa namanya dia menjawab 'tidak mempunyai nama', oleh karena itu Mal memberikan dia nama Rin sama seperti nama kucing peliharaannya yang ada di Villa.
Rin menyuruh Mal untuk mencari tahu apa perbedaan Soul Monster, dan Soul Manusia. Dia bilang jika dia mengetahui perbedaannya, skill Predator miliknya bisa berkembang lebih jauh lagi. Dan menghilangkan kabut bukanlah hal yang sulit lagi untuk dilakukan.
'Predator', skill milik Mal yang merupakan skill paling kuat dan paling tidak masuk akal. Bagaimana bisa dibilang masuk akal?, jika dia bisa menyerap 'Soul' yang ada di core Monster dan mendapatkan kemampuan nya. Lalu bagaimana setelah 10 tahun dia bermain Dream World?, bukannya dia akan mempunyai ratusan skill dan banyak kemampuan yang dimiliki oleh Monster?.
Skill 'Predator' ini adalah Skill Job dari Job 'Dragon Knight' bersama Buff 'Glutton', pemberian dari King Ancient Dragon.
**
"Begitulah," ucap Fahri sudah selesai menjelaskan kepada Mal tentang Soul yang dia ketahui.
"Jadi begitu, ternyata aku sedang dipermainkan," ucap Mal.
"Apa yang mendorongmu untuk mempelajari Soul?," tanya Fahri.
"Ada kemungkinan kalau kita bisa mengabaikan apa yang sudah ditentukan oleh pengembang game Dream World, jika kita tahu jawabannya," ucap Mal, dia menutup laptopnya dan memberikan nya kepada Fahri untuk dibawa.
"Apa maksudmu?," tanya Fahri mengejar Mal dari belakang yang sudah duluan keluar dari dalam mobil.
"Menghilangkan aturan, contohnya menaikan level skill menjadi level 11," ucap Mal tanpa melihat kepada Fahri, dia melihat ke pintu masuk bandara yang disana sudah ada Kakaknya Theo bersama perempuan yang selalu ada disisinya setiap saat, yaitu Vitri.
"Hey itu tidak mungkin, yang bisa melakukan hal yang tidak masuk akal dalam game. Hanyalah seorang Cheater," ucap Fahri.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Fahri, dalam game yang hanya bisa melakukan hal yang tidak masuk akal, dan menghilangkan peraturan-peraturan yang sudah ditentukan hanyalah seorang cheater. Tapi bagi Mal, dia menemukan sebuah cahaya terang yang membuatnya berpikir kalau menaikan level skill ke level 11, tidaklah mustahil untuk dilakukan.
"Jika dilihat dari sudut pandang game memang begitu, namun jika dilihat dari sudut pandang dunia asli itu bisa dilakukan," ucap Mal.
Lagi-lagi perkataan dari Mal membuat Fahri harus berpikir terlebih dahulu untuk mengerti apa maksud dari perkataan nya.
"Argh, aku paling benci orang yang jenius," ucap Fahri sambil mencengkram pundak Mal dari belakang.
"Kau masih ingat ketika pertama kali membuat akun?, disana kita akan bertemu NPC kelinci. Coba kau ingat-ingat apa yang dikatakan oleh dia sebelum mengirim kita ke kota pemula," ucap Mal.
Karena ketika Full rilis Mal tidak membuat akun lagi, dia lebih memilih untuk memakai akun Beta tester nya. Jadi dia tidak bertemu dengan NPC kelinci yang hanya bisa ditemukan ketika membuat akun saja, namun dia masih ingat perkataannya walaupun sudah berbulan-bulan lamanya ketika dia bertemu dengannya.
"Kalau tidak salah, "Di Dunia Dream World tidak memiliki tujuan apapun, kau bisa menjadi Raja iblis, Dewa, Raja, atau apapun yang kau mau. Selama ada kemungkinan, semuanya bisa terjadi," Fahri berhenti berbicara, dan akhirnya dia mengerti kenapa Mal sangat yakin kalo peraturan-peraturan di Dream World bisa dihilangkan atau tidak berlaku lagi.
"Aku sudah banyak sekali menemui banyak NPC yang berbeda, mereka semua terlihat seperti manusia pada umumnya. Yang bukanlah manusia adalah kita para 'Pendatang', kau tahu mengapa kita disebut pendatang di dunia Dream World?," tanya Mal.
"Aku tahu, 3 bulan yang lalu di Event 'Kebenaran tentang Dunia Dream World' orang yang menulis itu adalah pemenang dari eventnya," jawab Fahri.
"Tidak cocok disebut sebagai pemenang, buktinya saja event ini masih ada walaupun sudah 3 bulan berlalu. Biar kuberitahu sebuah rahasia," ucap Mal, dia berhenti berjalan dan mendekat ke telinga Fahri.
"Aku yang menulisnya," ucap Mal berbisik pada telinga Fahri.
Setelah beberapa menit berjalan dari parkiran sambil mengobrol, akhirnya mereka berdua telah sampai di pintu masuk bandara yang disana sudah ada Theo dan Vitri.
Mal berjalan melewati Theo dan Vitri, meninggalkan Fahri yang masih terdiam ketika diberitahu sebuah rahasia oleh Mal.
"Hey kau serius?," ucap Fahri.
Theo dan Vitri, mereka berdua kebingungan dengan apa yang telah terjadi pada keduanya.
"Ya, Karena itu aku selalu berpikir kalau kita bukan berada di dalam game. Tapi dunia fantasi yang asli, walaupun ituterdengar tidak masuk akal," jawab Mal.
***
✦Sekolah SMA Negeri 1
Pukul 07.30, di kelas 12 jurusan IPS. Yang tadinya murid-muridnya sedang duduk dan sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru yang sedang mengajar dikelas mereka. Tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan seorang pelayan perempuan, yang tiba-tiba muncul di depan pintu masuk kelas mereka.
"Itukan?," ucap salah satu murid perempuan berambut hitam panjang yang mengenakan kacamata merah berbisik pada murid perempuan berambut pirang panjang yang duduk di depannya.
"Kerjakan, dan jika sudah selesai jangan berisik. Bapak tinggal dulu sebentar," ucap guru yang sedang ada di kelas 12 IPS.
Dia keluar dari dalam kelas menghampiri pelayan perempuan yang ada di depan pintu kelas, setelah berada diluar, Guru itu menutup pintu kelas 12 IPS yang tadi terbuka.
"Hey itukan pelayan yang ada di rumah Mal, yang waktu itu memberikan kita banyak minuman dan makanan, kan?," ucap Mei pada Yuri yang ada di depannya.
Yuri menjawabnya dengan menganggukan kepalanya dengan pelan, sambil melihat ke pintu masuk dan keluar kelas.
"Aku dan Freja juga ketika bertanya kepada Fahri apa yang membuat mereka tidak masuk sekolah selama 2 bulan. Dia selalu menghindar untuk menjawabnya," ucap Mei.
Fahri yang duduk tak jauh dari tempat Mei dan Yuri duduk, mendekat kepada mereka berdua. Karena dia tahu sesuatu yang berhubungan dengan Mal dan Fahri, karena dia bekerja di Guild Company M. Walaupun Yuri, dan Mei juga adalah anggota guild Company M, tapi mereka tidak bekerja untuk guild. Alasan mereka berdua dimasukkan ke dalam Guild Company M dan masih bertahan sebagai anggota, walaupun tidak banyak berkontribusi terhadap Guild.
Alasannya adalah agar Mal, juga bergabung ke Guild Company M. Itulah yang Theo pikirkan, namun sayangnya itu sama sekali tidak seperti yang dia pikirkan.
"Apa kau tahu sesuatu?," tanya Mei pada Freja yang sudah sampai di depan meja tempat Yuri duduk.
"Ya, sebenarnya-,"
\=======================
Like kalo udah selesai baca,
Komen kalo ada yang ingin di komen,
Vote novelnya kalo punya poin,
Itu semua adalah tanda kalau kalian mensupport novel ini untuk tetap lanjut.
\=========================