
Setelah selesai melakukan penilaian kemampuan pada murid-muridnya, Mal langsung terbang menuju Istana kerajaan Istallica. Karena Raja dari kerajaan Istallica sepertinya ingin membicarakan sesuatu dengannya tentang kerajaan Maryam.
Begitu juga dia, dia juga punya sesuatu yang ingin dia bicarakan dengan Raja kerajaan Istallica.
"Setelah 4bulan mengajar, level Sub job pengajar ku sudah ada di level 50. Sedangkan sub Job pelacak tidak naik satu level pun," ucap Mal ketika melihat Hologram yang menunjukkan semua status Predator dan Gluton nya.
{•PREDATOR & GLUTON•}
[M.ATK: [0,5%]
[P.ATK: [3%]
[M.DEF: [2%]
[P.DEF: [0,75%]
[Critical Rate: [10%]
[Critical Resistance: [1%]
[Block Rate: [3%]
[Parry Rate: [5%]
"Aku sangat beruntung memiliki Pixie, karena dia Kesempatan serangan Critical ku naik sampai 10%. Dan lagi harga yang keluar sangat murah," ucap Mal.
Pixie adalah sebuah Program AI (Artificial Intelligence) yang berupa peri kecil yang bisa membantu Player menjadi lebih mudah memainkan game Dream World.
Banner Event Pixie ada ketika awal bulan September atau lebih tepatnya dua bulan kemarin. Ada banyak Pixie yang bisa didapatkan oleh Player, seperti Navagiton Pixie yang bisa memandu untuk bermain game Dream World dia tahu semuanya tentang dunia Dream World. Treasure Pixie, yang tau semua tentang harta Karun diseluruh Dunia Dream Wolrd, dan masih banyak Pixie yang bisa didapatkan.
Itu adalah Event terbatas yang hanya ada selama 2 Jam, walaupun Pixie sangat diidam-idamkan oleh banyak Player. Namun tak banyak Player yang berani mengeluarkan ratusan ribu Purple crystal untuk mendapatkan Pixie. Karena Rate drop Pixie hanya a 0,1% kemungkinan untuk mendapatkan nya.
Diseluruh dunia, hanya ada satu Player yang mempunyai Pixie. Semua Player di dunia tahu itu, cuman nama Player tersebut tidak diketahui dan Tipe Pixie mana yang dia dapatkan.
"Kekayaan miliku terus berkurang, dan lagi aku masih belum menemukan seorang Alchemist yang akan ku pekerjakan untuk membuat Mana potion," ucap Mal, setiap hari dia membeli banyak Daging dan Core Monster-monster tertentu yang kemampuan dan Skill milik mereka sangat ingin sekali Mal dapatkan.
Contohnya saja, selama 4 bulan ini Mal terus membeli core monster Jenis ular yang beracun. Karena dia sangat ingin mendapatkan kemampuan Kebal Racun. Karena ada satu Quest yang harus dia selesaikan, dan Quest tersebut ada di Area yang Beracun.
"Selama aku masih mengajar di Akademi, kekayaan dan level ku tidak akan naik dengan cepat. Sekarang nasib ku tergantung pada kerajaan Maryam," ucap Mal.
***
Tak terasa setelah beberapa puluh menit terbang, akhirnya Mal bisa melihat istana kerajaan Istallica dan ibu kota kerajaan Istallica yang pemandangan kota nya membuat dia kagum.
"Ini kedua kalinya aku kesini," ucap Mal, yang pertama adalah ketika Mal mengahadiri pesta kemenangan kerajaan Istallica. Dia mengahadari pesta tersebut sebagai Note, guru dari akademi Rushwood. Namun sekarang dia memakai indentitas aslinya di benua Hevia, yaitu Note sang utusan Ancient Dragon.
Walaupun Dragon terbang diatas ibu kota kerajaan Istallica, itu sama sekali tidak membuat keributan di Ibukota. Warga ibukota malah berbondong-bondong menuju kegerbang masuk istana karena mereka ingin melihat sosok utusan dari bangsa pelindung yang sudah melindungi benua Hevia selama puluhan ribu tahun.
Mereka hanya tau penampilan kalo utusan tersebut masih sangatlah muda, masih berumur 18 tahun. Begitulah Informasi singkat yang disebarluaskan oleh raja Revichi Fan Dagoras raja kerajaan Istallica.
"Ramai sekali," ucap Mal ketika melihat gerbang masuk istana yang ramai oleh penduduk.
"「Sneak」" ucap Mal.
❲ Sneak-[Lv7] digunakan❳
Langkah kaki anda tidak akan terdengar dan aura keberadaan anda tidak akan terdeteksi selama 70 menit.
❲Invisible-[LV5] digunakan❳
Seluruh tubuh anda tidak akan terlihat selama 5 jam kedepan.
"Terbanglah ke bawah," ucap Mal pada Dragon.
Dragon tiba-tiba terbang menukik kebawah dengan cepat, ada beberapa warga yang melihat sekilas ada seekor naga berwarna putih yang barusan terbang kearah mereka namun tiba-tiba menghilang. Jadi mereka pikir itu hanyalah ilusi.
Dengan mudahnya Mal masuk kedalam Istana kerajaan Istallica tanpa ada satupun orang yang menyadarinya, dia belum menonaktifkan skill Invisible nya ketika berada didalam istana. Dia akan menonaktifkannya setelah menemukan Raja Revichi Fan Dagoras, karena ternyata didalam istana ada banyak tamu dari kerajaan lain.
"Cih.. ramai sekali," ucap Mal. Dia membuka Map untuk mencari tahu dimana keberadaan Raja Revichi.
"Ada disana ternyata," ucap Mal sudah mengetahui dimana keberadaan Raja revichi, namun ketika hendak kembali berjalan untuk menemui Raja revichi di tempat yang sepi Mal melihat ada seorang pelayan perempuan yang sebaya dengannya di lecehkan oleh seorang anak laki-lakinya yang sepertinya adalah anak dari seorang bangsawan.
"TOLO-," pelayan perempuan yang dilecehkan tersebut hendak berteriak meminta tolong. Namun laki-laki yang melecehkan, langsung mencium bibir pelayan tersebut sampai-sampai untuk bernafas pun pelayan perempuan kesusahan.
Baju pelayan yang dipakai oleh perempuan yang dilecahkan dirobek, sampe belahan dadA sebelah kiri terlihat sangat jelas.
Perempuan tersebut semakin tidak berdaya, semakin banyak dia memberontak semakin parah laki-laki tersebut melecehkan nya. Dia hanya menangis tidak bersuara, sambil menutup matanya dengan tangannya.
"Tenang saja aku akan membayar mu," ucap laki-laki yang melecehkan.
CETER...
Satu tamparan keras mendarat dipipi laki-laki yang melecehkan pelayan perempuan.
TER..TERR...TERRR..
Tiga tamparan cepat kembali mendarat di kedua pipinya.
CETERRR...
Satu tamparan paling keras kembali mendarat, dan itu membuat laki-laki tersebut terpental menabrak jendela dan membuat jendela jadi hancur berkeping-keping.
"Bangunlah," ucap Mal, dia melepaskan jubah merah yang dipakainya dan meletakan jubah merah tersebut di atas perut si pelayan perempuan.
Suara pecahan kaca membuat orang-orang menuju ke asal suara tersebut, ada 3 orang pria paruh baya yang sekarang sedang melihat Mal memberikan jubahnya.
"Terimakasih tuan," ucap pelayan perempuan, dengan wajah yang masih menangis.
"Apa kau ingin aku menghukum nya?," tanya Mal.
Si pelayan perempuan itu hanya diam, dia sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan yang Mal berikan kepadanya.
"Apa kau ingin aku menghukum nya?," tanya Mal untuk yang kedua kalinya.
"Baiklah jika kau tidak mau," ucap Malz ketika melihat sipelayan perempuan hanya diam untuk yang kedua kalinya.
Namun ketika dia hendak berbalik badan, pelayan perempuan tersebut memegang tangan Mal dan memasang wajah yang sangat-sangat serius. Dia tidak lagi terlihat lemah, seperti tadi yang memasang wajah sangat sedih.
"Tuan, tolong hukum dia," ucap sipelayan perempuan.
"Peraturan nomer 40,"
"Jika ada orang yang melecehkan perempuan dengan sengaja, maka kau boleh menghajarnya asalkan orang yang dilecehkan menyetujuinya," ucap Mal.