
"Dalam waktu dekat perusahaan ini akan kembali diambil alih oleh perusahaan ayahku, apa sudah tidak ada lagi pertanyaan?," tanya Mal.
Semua orang dalam ruangan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak ada, dan mereka tersenyum senang karena banyak mendapatkan bantuan dari Mal untuk menyelesaikan masalah perusahaan dan krisis perusahaan.
"Yah, kalo aku tidak punya hutang budi pada orang tua itu aku tidak akan pernah membantunya," benak Mal.
Ketika hendak keluar ruangan, dan pergi menuju Gedung Guild Company M. Mal yang duduk dikursi roda berpapasan dengan seorang anak laki-laki yang sebaya dengannya di pintu keluar ruangan.
Pemuda itu memandang Mal dengan wajah penuh tanda tanya, dia sama sekali tidak mengenal Mal dan 3 orang perempuan yang mengunakan pakaian maid.
"Maaf, bisa minggir dari jalan?. Aku sedang buru-buru," ucap Mal dengan sopan.
Walaupun Mal, memintanya untuk minggir dari jalan dengan sangat sopan. Tapi pemuda tersebut memasang wajah yang tidak suka, dan malah memelototi Mal.
"Siapa kau?, berani-beraninya memperintah diriku," ucapnya dengan nada tinggi
"Beginilah jadinya, jika orang orang tua terlalu memanjakan anaknya," benak Mal.
"Maaf, aku hanyalah orang biasa yang diundang kemari oleh Sekretaris Jun," ucap Mal sambil tersenyum.
"Jika kau sadar kalo dirimu hanyalah orang biasa, jangan berani-berani memerintah..
Perkataan dia terhenti, karena melihat ketiga pelayan Mal memasang wajah yang marah dan diam-diam menelpon seseorang.
"Berani-beraninya kalian pelayan menatap ku seperti itu,"
Tak lama setelah membentak ketiga pelayan Mal, Smartphone yang berada di kantung celananya bergetar.
Pemuda itu menjauh, dan mengangkat telpon yang dia dapatkan.
Wati kembali mendorong kursi roda, dan keluar dari dalam ruangan.
"Apa yang tadi bibi lakukan?," tanya Mal pada Wati.
"Bibi hanya menelpon kepala keluarga Vins," jawab Wati.
"Pantas saja dia menjauh terlebih dahulu sebelum mengangkat telpon," ucap Mal.
Ketika sudah berada diluar, seseorang berteriak-teriak memanggil Mal. Orang yang berteriak memanggil Mal adalah pemuda yang tadi dia temui ketika dipintu keluar.
Walaupun mendengar teriakan nya, Mal sama sekali tidak peduli dan meminta Wati untuk terus bergerak menuju mobil.
***
✦ Gedung Guild Company M
Mobil yang Mal naiki bersama ketiga pelayannya berhenti didepan sebuah Gedung.
"Setelah mengambil apa yang ayah berikan padaku, aku akan langsung pulang dan mengambil semua harta Ancient Dragon,"
Ketika dibawa keluar oleh para pelayannya, Mal melihat seorang anak laki-laki berambut pirang yang berjalan berputar-putar didepan pintu masuk Gedung.
Anak laki-laki itu tersenyum dan berlari kecil ke arah Mal, ketika melihat dirinya.
"Kakak," teriak anak laki-laki berambut pirang.
"Chursty," ucap Mal.
Anak laki-laki berambut pirang tersebut bernama Chursty, dan dia adalah anak dari adik ayah Mal.
Mal bersama Chursty dan ketiga pelayannya masuk bersama kedalam gedung, Chursty terus menerus menghujani Mal dengan pertanyaan tentang kondisi nya yang sekarang.
"Siapa saja yang datang kemari?," tanya M
"Hanya Aku dan Kak Henrietta," jawab Chursty.
"Ngomong-ngomong kenapa adik datang kemari?," tanya Mal.
"Aku dan Kak Henrietta juga anggota guild, jadi aku datang kemari. Sekalian melihat kondisi kakak, karena ayah bilang kakak terluka parah," jawab Chursty.
"Kak Henrietta bermain game?," ucap Mal tidak percaya dengan perkataan Chursty.
"Iya," jawab Chursty.
Mal dan Chursty telah sampai disebuah Aula yang disana ada banyak sekali orang-orang, yang mengenakan jaket bercorak sama, hanya warna saja yang membedakan.
Orang-orang yang berada diaula memandangi Mal, Mal menjadi pusat perhatian karena datang dengan menggunakan kursi roda.
Hal itu membuat Mal tidak nyaman, terus menerus ditatap oleh orang-orang yang berada di aula tersebut.
"Ada dimana kak Theo?," tanya Mal.
"Ada disana,"
Chursty menunjuk ke atas, ke sebuah tangga yang disana ada 5 orang yang sedang menuruni tangga tersebut.
Orang-orang yang berada diaula menjadi riuh ketika melihat 5 orang menuruni tangga.
4 laki-laki dan 1 perempuan yang menuruni tangga tersebut tak lain adalah petinggi Guild Company M.
5 orang tersebut setelah turun dari tangga, berjalan ke arah Mal sambil melambaikan-lambaikan tangannya kepada orang-orang yang berada di aula.
"Pasti merepotkan ya, harus duduk terus-terusan di kursi roda," ucap perempuan berambut pirang.
Dia adalah Henrietta.
"Tidak juga, tapi aku sangat terkejut melihat kak Henrietta yang sama sekali tidak menyukai game, malah bermain game," ucap Mal.
"Dimana-mana ada berita Dream World, banyak iklan atau poster tentang Dream Wolrd. Karena penasaran kakak mencobanya," ucap Henrietta.
"Theo, apa dia adikmu?," tanya orang berbadan kekar pada Theo.
Dia adalah Clain.
"Ya," jawab Theo singkat.
Clain dan Mal saling bertatapan.
"Aku Clain, nama karakter game ku Clains," ucap Clain sambil mengulurkan tangannya.
"Karakter di dalam game dan didunia nyata, kedua badannya sama-sama besar ternyata," ucap Mal.
Mal menggapai tangan Clain dan keduanya saling bersalaman berkenalan.
"Mal," ucap Mal.
Clain berbalik badan, dan memandang 2 pria berkacamata dan satu pria yang mempunyai wajah dingin yang ada di belakang Theo dan Henrietta.
"Apa kalian tidak akan memperkenalkan diri kalian?," ucap Clain dengan nada tinggi.
Yang pertama kali memperkenalkan dirinya adalah 2 laki berkacamata, wajah mereka sangat mirip, yang membedakan mereka adalah potongan dan gaya rambutnya.
"Nama ku Ikhsan, nama in game ku juga ikhsan," ucap Ikhsan.
"Nama ku Villar,"
Dan yang terakhir memperkenalkan dirinya adalah seorang Pria yang mempunyai wajah dingin.
"Sanzi, in game Sanzz," ucap Sanzi.
Mal hanya menjawab nya dengan senyuman, dia sama sekali tidak memberitahukan namanya. Karena menurutnya itu tidak perlu dilakukan, karena Mal yakin mereka bertiga sudah tau siapa Mal.
"Karena semuanya sudah saling kenal, kita mulai acara perayaan sekaligus memperkenalkan semua anggota Guild," jawab Theo.
Theo, Clains, dan Henrietta naik ke panggung yang ada di aula, mereka bertiga memperkenalkan dirinya dan memberi tahu siapa mereka di Guild Company M.
Theo, adalah Ketua dari Guild Company M.
Clain adalah Wakil ketua dari Guild Company M.
Dan Henrietta, sebagai penasihat Guild.
Setelah selesai perkenalan diri dari Theo, Clain dan Henrietta. Sekarang yang naik ke panggung dan memperkenalkan diri mereka ada 20 orang. Mereka adalah anggota Elite dari Guild Company M.
Villar, Ikhsan dan Sanzi masuk dalam barisan 20 orang itu.
Acara perayaan kembali di lanjutkan setelah semua orang yang berada di aula menikmati hidangan yang disajikan oleh pengurus guild.
Sekarang yang naik ke panggung adalah anggota baru dari Guild Company M, Mal melihat dua temannya yaitu Fahri dan Freja ada di barisan anggota baru tersebut.
"Pantas saja aku tidak menemukan nya disini, masuk kedalam guild memang pilihan yang bagus untuknya. Dia terlalu sering mengikuti apa yang aku lakukan," benak Mal.
Perkenalan untuk anggota baru guild Company M memakan waktu yang lama, sekitar 1 jam lebih. Karena ada banyaknya anggota baru yang sudah masuk kedalam guild.
Acara sudah selesai, namun orang-orang memilih untuk tetap berada diaula karena di aula masih banyak makanan yang tersisa. Dan acara seperti ini adalah kesempatan yang bagus untuk mencari rekan serta memperat ikatan sebagai satu kesatuan dari guild Company M.
Theo bersama 6 orang lainnya kembali berjalan mendekat ke arah Mal.
"Yoo," sapa Fahri.
"Kemarin malam aku bermain bersama Freja dan yang lainnya, tapi kau malah tidur," ucap Fahri.
"Kemarin banyak yang terjadi, aku memilih tidur untuk menenangkan diri," jawab Mal.
"Begitukah, kalo malam ini bagaimana?." ucap Fahri.
"Tidak bisa, aku sudah tidak berada di kota pemula. Aku sudah memilih benua," ucap Mal.
"Hoy kenapa cepat sekali, aku baru level 30. Bagaimana caramu leveling secepat itu?," tanya Fahri.
"Aku akan memberitahukan beberapa Hidden Quest nanti kepadamu, agar kau bisa dengan cepat meninggalkan kota pemula," ucap Mal.
"Fahri, masukan kakak kedalam party mu," ucap Theo bereaksi dengan sangat cepat ketika mendengar perkataan Mal.
"Hidden Quest kah, sepertinya ada seorang Beta tester disini," ucap Clain.
"Seseorang yang tau tentang damage terbesar terakhir, apa dia bukan seorang Beta tester?," ucap Mal.