Dream World Online

Dream World Online
Menunggu Maintenance bersama Fahri



"Haha,"


Fahri dah Mal tertawa terbahak-bahak karena menonton tayangan anime di TV besar.yang ada dikamar Mal.


"Dia sangat bodoh sama seperti mu Far, Haha," ucap Mal sambil tertawa.


"Aku tidak bodoh, aku hanya malas," ucap Fahri sambil membuat pose dab.


"Dan aku tidak malas, aku hanya menghemat energi," ucap Mal yang juga membuat pose dab.


"Haha,"


Keduanya kembali tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan kata andalannya masing-masing.


"Sudah lama sekali ya, kita tidak menonton Anime lagi," ucap Fahri.


"Rasanya semakin dewasa, mood menonton anime semakin menurun," ucap Mal.


"Benar, aku juga merasa begitu," ucap Fahri.


Keduanya kembali menonton Anime bergenre Comedy, mereka berdua sesekali tertawa terbahak-bahak dan sesekali melirik ke arah jam dinding.


***


2 Jam kemudian.


"Masih ada 1 jam lagi waktu pemeliharaannya selesai, apa lagi yang akan kita lakukan?," tanya Fahri.


Maintenance dimulai dari jam 19.00 PM - 22.00 PM . Sedangkan sekarang waktu yang ditunjukan oleh jam dinding yang ada di kamar Mal adalah jam adalah jam 21.05 PM.


"Duduk menunggu, ngomong-ngomong kristal ungu milik mu berapa lagi?," tanya Mal.


"250ribu kristal lagi, 250ribu aku gunakan untuk menggacha Equipment terbatas," jawab Fahri dengan nada kesal.


Mal tertawa jahat ketika mendengar bahwa Fahri mengeluarkan 400 ribu Kristal ungu atau 400 juta hanya untuk menggacha Equipment.


"Apa Equipment nya dapat?,"


"Dapat lah, sudah keluar 400 juta kalo masih tidak dapat gamenya rusak pasti. Equipment ku tidak seperti seorang Player berlevel 30an, semua Equipment ku sudah ada ditingkat Epic. Apalagi Rapier senjata yang ku gunakan, itu ada di tingkat Super Epic,"


Fahri berkata seperti itu dengan nada sombong, dia ingin mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak merugi walaupun harus mengeluarkan 400 ribu crystal.


Mal hanya tertawa dalam hati mendengarnya, karena dia masih ingat bagaimana dia mendapatkan Dagger of the poison king yang itungannya masuk ke kategori Equipment terbatas hanya dengan sekali Gacha.


"Kau hanya melebih-lebihkan, paling Equipment Epic yang kau dapatkan ada 2 atau 3. Asal kau tau Far, aku juga punya Equipment terbatas. Dan aku mendapatkan nya hanya dengan satu kali Gacha," ucap Mal.


"Hey itu tidak mungkin kan?, apa yang seperti itu ada?," ucap Fahri tidak percaya dengan perkataan Mal.


"Ya sudah, lagian aku tidak meminta mu untuk percaya dengan perkataan ku,"


"Aku percaya, jika kau berbohong biasanya kau akan mengelak. Tapi jika kau mengatakan kebenaran dan ada yang tidak percaya dengan perkataan mu. Kau tidak akan ambil pusing,"


"Kau mengatakan itu, seakan-akan kau sudah tau semuanya tentang diriku,"


"Yah.. Walaupun aku baru mengenal mu ketika 5 tahun yang lalu, tapi aku sudah lumayan tau tentang dirimu,"


5 tahun yang lalu adalah ketika pertama kali Mal bertemu dengan Fahri, tepatnya ketika di pemakaman ibu kandung Mal.


Awal mereka berdua bisa berteman adalah ketika Fahri memberikan sebuah kaset Game RPG yang waktu itu sedang sangat Tren. Mal dulu tidak pernah bermain game atau melakukan sesuatu yang anak seusia dengannya nya lalukan, di usianya yang ke 9tahun dia sudah belajar bagaimana caranya mengatur perusahaan bersama kakaknya.


Ketika diberikan kaset Game oleh Fahri, dia sama tidak pernah melihat ataupun memainkannya, karena waktu itu dia sangat tidak suka dengan yang namanya game. Dia berpikir bermain game hanyalah membuang-buang waktu saja.


Keseharian Mal yang dihabiskan hanya untuk belajar tentang dunia bisnis bersama kakaknya telah berakhir karena seorang anak laki-laki yang datang ke kediamannya.


Anak laki-laki itu *** lain adalah Fahri yang datang bersama keluarganya.


Mulai sejak hari itu Villa tempat tinggal Mal yang tadinya tenang berubah menjadi pasar setelah kedatangan Fahri.


Hari pertama Fahri tinggal di Villa masih tidak ada yang berubah dengan kehidupan Mal saat itu. Keseharian dan kehidupan Mal berubah ketika Fahri 2 hari tinggal di Villa tempat tinggal nya . Berawal dari Fahri yang menemukan kaset Game RPG yang waktu itu ia berikan kepada Mal ada di gudang Villa.


***


"Mungkin itu karena sedikit sifat milikmu menular kepadaku," ucap Fahri.


"Ngomong-ngomong Senin sekarang-,"


"Ya, aku sudah tau," ucap Mal dengan wajah datarnya.


Mal memotong perkataan Fahri karena dia sudah tau apa yang aka dikatakan oleh Fahri. Senin sekarang sekolah mereka berdua yaitu sekolah SMA Negeri 1, akan menyelenggarakan ulangan akhir semester.


"Rasa-rasanya baru kemarin kelas 1, sekarang sudah mau ke kelas 2 saja. Oh ya,, ngomong-ngomong setelah lulus SMA apa yang akan kau lakukan?,"


Sambil memasang wajah yang datar dan sedang membuka laptop yang ada dipangkuan nya Mal menjawab pertanyaan Fahri.


"Aku akan menepati janji ku dulu pada ibu,"


"Baguslah," ucap Fahri tersenyum senang.


"Ngomong-ngomong apa kau sudah liat keuntungan terbaru akun VIP10 ke atas?," tanya Fahri.


"Ini aku sedang melihatnya,"


Saat ini Mal sedang membuka forum game Dream World di laptopnya, dia sedang melihat-lihat di bagian VIP.


VIP di Dream world seperti tingakatan bangsawan di kerajaan, keuntungan VIP bervariasi tergantung seberapa tinggi VIPnya.


Awalnya tingakatan VIP di dalam Dream World ada 10 tingkatan yaitu: [VIP1] , [VIP2], [VIP3], [VIP4], [VIP5], [VIP6 LORD], [VIP7 LORD], [VIP8 LORD], [VIP9 LORD], dan [VIP10 LORD].


Namun setelah update, tingkatan VIP di perbarui karena ada puluhan orang di dunia yang mempunyai chip VIP 10. Pihak Dream World memberitahukan siapa saja yang mempunyai chip VIP tersebut, jumlahnya ada 30 orang didunia dan salah satu diantaranya adalah ayah Mal.


"Tingkatan VIPnya berubah menjadi dua puluh tingkat, tapi keuntungan VIP11 sampai dua puluh tidak diberi tahukan. Disini hanya di beritahu kalo VIP11 ke atas mendapatkan Fame point saja, mungkin pihak Dream World tidak ingin memberitahukan keuntungannya agar player lain tidak iri."


"Baiklah.. Aku akan mencari tahu sendiri apa keuntungannya," benak Mal.


Mereka berdua sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Fahri yang sedang duduk di kasur sambil menonton Anime, Mal yang sedang fokus membaca artikel tentang game Dream World. Sampai-sampai mereka berdua lupa kalo jam sudah menunjukkan pukul 22.30.


TOK..TOK..TOK..(Sfx*ketukan pintu)


Karena suara TV yang keras, Mal dan Fahri tidak mengengar ada seseorang yang megentuk pintu kamar.


"Saking seriusnya membaca artikel, aku sampai tidak bisa melihat jam yang ada di laptop," ucap Mal.


"Emang jam berapa sekarang," tanya Fahri dengan kedua matanya yang masih menatap ke TV.


"22.35," ucap Mal.


Fahri dengan Refleks langsung berbalik badan dan langsung melihat ke wajah Mal, setelah melihat ke wajah Mal dia melirik ke jam dinding yang ada di kamar.


"Aku akan mengupdate kapsulnya terlebih dahulu," ucap Fahri.


"Aku tidak bisa menggunakan kapsul, kau lupa dengan kondisi ku yang sekarang?. Aku akan menunggu Bi wati," ucap Mal kesal.


"Ahh... Maaf,"


TOK..TOK..TOK..(Sfx*ketukan pintu)


Karena TV yang mengeluarkan suara keras sudah dimatikan, Mal dan Fahri sekarang bisa mendengar suara ketukan seseorang yang mengetuk pintu kamar.


"Mungkin itu Bi Wati," ucap Fahri.


"Mungkin,"


Fahri mendorong kursi roda dan berniat keluar dari dalam kamar, ketika membuka pintu kamar disana sudah ada Wati yang sedang berdiri dan sedang memegang VR milik Mal.


"Apa sudah selesai pemasangan nya sudah selesai, Bi?," tanya Mal.


"Sudah, tuan Theo juga sudah kata sudah mengupdate nya," jawab Wati.


"Hehe, aku duluan ya Far," ucap Mal.


Dengan begitu Mal Kembali kedalam kamar untuk bermain Dream World, sedangkan Fahri ke ruangan dimana dua Kapsul alat untuk bermain Dream berada.